Senin, 22 Juni 2020

Google Luncurkan Keen, Jejaring Sosial Berbasis Minat Pengguna

 Tim Google yang mengembangkan produk eksperimental telah mengumumkan aplikasi baru di Google Play Store yang dinamai Keen.
Aplikasi ini muncul setelah CJ Adam, salah satu pendiri Keen dan istrinya, memperhatikan perilaku ketika mereka menghabiskan banyak waktu luang dengan menelusuri feed di media sosial.

Setelah itu tercetuslah ide untuk mengumpulkan ide, tautan, dan hal lainnya berdasarkan minat dan hobi mereka sendiri lalu membiarkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk kepentingan bersama.

Lalu Adam membawa gagasan tersebut ke tim Area 120 Google dan bekerja sama dengan tim Google lainnya bernama People dan AI Research (PAIR) yang berfokus pada penelitian dan pengembangan sistem pembelajaran di mana Keen dibuat.

Di Keen yang merupakan aplikasi website dan Android pengguna dapat mengatakan apa yang dilakukan dalam menghabiskan waktunya dan kemudian membuat konten dari web dan orang yang dipercayai untuk membantu mewujudkan konten tersebut.

Lalu membuat 'Keen' yang bisa mengenai topik apa saja, misa seperti memanggang roti lezat di rumah, masuk ke pembuatan minuman bir atau meneliti tipografi.

Dengan Keen memungkinkan membuat pengguna membuat konten yang disukai, membagikan koleksi kepada pengguna lain , dan menemukan konten baru berdasarkan apa yang telah pengguna simpan.

Versi singkatnya adalah pengguna membuat 'Keen' untuk setiap minat dari pengguna dengan memberi judul, menambahkan konten sendiri, dan mengatur Keen dengan rapi di profil. Pengguna juga dapat mengundang teman untuk berkolaborasi dan berbagi ide, bahkan membangun komunitas di sekitar tujuan dan minat bersama.

Pengguna Android dapat mencoba Keen melalui Google Play Store. Sementara untuk versi iPhone belum direncanakan.

Menunggu Taji Direksi 'The Winning Team II' Telkom

Memiliki target transformasi jadi digital telco company, susunan direksi Telkom dirombak penuh. Menurut pengamat telekomunikasi, susunan direksi Telkom kini adalah The Winning Team II.
Bila dibandingkan dengan susunan direksi sebelumnya, menyisakan Ririek Adriansyah yang masih jadi Direktur Utama dan Eka Witjara yang berpindah dari Direktur Human Capital Management ke Direktur Enterprise.

Sementara yang lain merupakan wajah baru, yaitu Muhammad Fajrin Rasyid yang merupakan Pendiri Bukalapak, kemudian Venusiana Papasi yang ditarik Telkom dari anak perusahaannya Telkomsel, Heri Supriadi, Herlan Wijanarko, Afriwandi, dan Budi Setiawan. Lalu Dian Rahmawan dari Pelindo 1 kembali lagi masuk ke jajaran direksi.

Pendiri IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin menuturkan RUPST Telkom kali ini seperti menghasilkan The Winning Team II. Ia teringat kala Arief Yahya diangkat menjadi Dirut Telkom pada 2012, di mana kala itu Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan kebebasan ke Arief Yahya untuk mengangkat jajaran direksi yang akan mendukung kinerjanya.

"Kala itu AY (panggilan akrab Arief Yahya) menjuluki direksi pilihannya sebagai The Winning Team," ucapnya.

"Melihat hasil RUPST Telkom kali ini, bisa dikatakan sebagian besar jajaran direksi adalah orang-orang yang selama ini sudah lama bekerjasama dengan Ririek sebagai Dirut Telkom, atau ketika menjadi Dirut Telkomsel, bahkan saat Ririek masih sebagai direksi Telkom di masa The Winning Team I era AY," tuturnya.

Dalam direksi terbaru perusahaan BUMN ini, dihiasi orang-orang yang termasuk muda dan memiliki kompetisi di bidang digital. Adapun, Telkom sendiri memiliki target transformasi menuju digital telco company.
https://kamumovie28.com/the-wolfpack/

Minggu, 21 Juni 2020

Punya Jenggot dan Brewok, Efektivitas Masker Tangkal Corona Terpengaruh

Menumbuhkan rambut wajah seperti kumis, jenggot dan brewok ternyata bisa meningkatkan risiko terkena virus corona COVID-19. Sebab penggunaan masker menjadi tidak maksimal, lantaran terhalang oleh rambut di wajah.
Dikutip dari Daily Mail, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan rambut di wajah tidak akan bisa menyaring partikel kecil seperti virus.

Faktanya, penelitian yang dilakukan oleh CDC menunjukkan bahwa seseorang yang merawat rambut di wajahnya ketika mengenakan masker akan berisiko mengalami kebocoran 20 hingga 1.000 kali lebih banyak terpapar virus dibandingkan dengan mereka yang mencukur bersih kumis, jenggot dan brewoknya.

Infografis dari CDC pun menunjukkan perbedaan gaya rambut di wajah dapat memengaruhi penggunaan masker pada setiap orang. 12 model rambut pun direkomendasikan agar penggunaan masker menjadi lebih efektif, seperti clean shaven, soul patch, side whiskers, pencil, toothbrush, lampshade, Zorro, Zappa, walrus, painter's brush, Chevron dan handlebar.

Masker memang menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan COVID-19, tetapi bila penggunaannya tidak tepat maka akan menjadi percuma dan justru meningkatkan risiko terinfeksi virus ini.

Virus Corona Kian Mewabah, Prancis Larang Warga untuk 'Cipika-cipiki'

 Tengah mengalami krisis kesehatan akibat virus corona COVID-19 membuat Prancis melarang warganya untuk 'cipika-cipiki' atau cium pipi kanan dan cium pipi kiri sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus. Hingga kini sebanyak 100 orang terinfeksi COVID-19 di Prancis dan dua di antaranya meninggal dunia.
Cipika-cipiki merupakan salam tradisional di Prancis yang mempunyai nama sebutan 'la bise' dan biasa dilakukan untuk menyambut seseorang dalam sebuah pertemuan.

"Pengurangan kontak sosial yang bersifat fisik sangat disarankan. Termasuk dalam la bise ini," Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, seperti dikutip dari New York Post.

Sementara itu tak hanya di Prancis, komisaris khusus penanganan COVID-19 di Italia, Angelo Borrelli juga memperingatkan untuk menghindari kontak fisik selama wabah virus ini berlangsung. Lantaran mengingat 1.694 orang telah terinfeksi COVID-19 di negaranya.

"Kami memiliki kehidupan sosial yang sangat ramah dan luas. Kami sering melakukan kontak, kami berjabat tangan, kami saling mencium, kami saling berpelukan," kata Borrelli.

"Mungkin lebih baik untuk tidak berjabat tangan dan terlalu banyak kontak selama wabah ini berlangsung," lanjutnya.

Waspada Virus Corona COVID-19, Terapkan 4 Etika Batuk Ini

Virus corona COVID-19 kini tengah menghantui Indonesia. Hal ini ditambah dengan adanya 2 pasien asal Depok yang terbukti positif terinfeksi virus ini.
Beberapa gejala yang ditimbulkan akibat COVID-19 adalah batuk-bersin layaknya seperti sedang terkena flu. Meski tak semua flu menandakan adanya infeksi virus corona, alangkah baiknya untuk mematuhi etika batuk yang benar agar tak membuat orang lain menjadi khawatir.

Berikut ini adalah 4 etika batuk yang benar, seperti dikutip dari Health Engine.

1. Tutupi mulut saat batuk dan bersin
Tutupi mulut setiap kali batuk atau bersin. Gunakan tisu sekali pakai untuk menutup mulut dan apabila tidak memiliki tisu, batuk dan bersin bisa ditutup menggunakan lengan bagian atas. Hal ini dilakukan agar tangan terhindar dari kontaminasi virus.

2. Segera buang atau bersihkan produk yang terkontaminasi
Buang tisu yang telah digunakan untuk menutupi batuk atau bersin. Pastikan agar tisu dibuang ke tempat sampah.
https://cinemamovie28.com/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-35/