Sabtu, 22 Mei 2021

Eropa Dihantam Asteroid dalam Simulasi Mengerikan NASA, Ini Hasilnya

  NASA dan beberapa lembaga antariksa berkumpul dalam Planetary Defense Conference yang berlangsung secara virtual pada 26-28 April 2021. Dalam konferensi ini, ilmuwan mendiskusikan simulasi asteroid yang berpotensi menabrak Bumi dalam waktu enam bulan.

Simulasi ini dipimpin oleh Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), salah satu lembaga milik NASA. Simulasi ini ditujukan untuk mempersiapkan ilmuwan dan pembuat kebijakan jika hantaman asteroid ini benar-benar terjadi.

https://kamumovie28.com/movies/20th-century-women/


Dalam simulasi kali ini, CNEOS menciptakan asteroid fiktif bernama 2021 PDC yang ditemukan pada 19 April 2021. Setelah ditemukan, NASA dan badan antariksa Eropa (ESA) memperkirakan asteroid ini akan menghantam Bumi pada 20 Oktober 2021, atau hanya enam bulan sejak ditemukan.


Dari hasil observasi awal, ilmuwan memperkirakan asteroid ini memiliki ukuran sekitar 35 sampai 700 meter. Awalnya kemungkinan asteroid ini menabrak Bumi hanya 1 berbanding 2.500, tapi hanya seminggu kemudian kemungkinannya naik menjadi 1 berbanding 20.


Dalam simulasi CNEOS, asteroid 2021 PDC diprediksi menabrak Eropa, Amerika Utara dan sebagian Afrika. Sementara itu Asia, Indonesia, Australia dan kawasan Pasifik aman dari hantaman.


Ternyata, asteroid ini sebelumnya pernah dideteksi pada tahun 2014. Menggabungkan data tersebut dengan deteksi awal, ilmuwan menghitung ulang orbit asteroid fiksional tersebut dan mengidentifikasi Eropa Tengah, Kutub Utara hingga Mesir sebagai wilayah yang berpotensi ditabrak asteroid.


Untuk mencegah asteroid ini menabrak Bumi, ilmuwan menyiapkan dua teknik. Pertama adalah menabrakkan sesuatu yang berat ke asteroid untuk mendorongnya maju atau mundur di arah orbitnya, seperti dikutip dari Space, Senin (3/5/2021).


Opsi lainnya adalah mengirimkan perangkat nuklir yang bisa menghancurkan sebagian asteroid dan mendorong bagian lainnya dari ledakan. Tapi, kedua teknik ini tidak sejalan dengan pendekatan saat ini yang lambat untuk meluncurkan misi pesawat luar angkasa.


Setelah observasi selama dua bulan menggunakan teleskop di Bumi dan di orbit, ilmuwan berhasil menemukan lebih banyak data tentang asteroid PDC 2021. Zona tabrakannya berhasil dikecilkan menjadi perbatasan antara Jerman, Republik Ceko dan Austria.


Satu minggu sebelum asteroid menabrak Bumi, hasil observasi menemukan asteroid ini memiliki lebar 100 meter dan diperkirakan menghantam Bumi dengan kecepatan 55.000 km/jam.


Skenario ini menemukan asteroid tersebut akan jatuh di area hutan antara Praha dan Munich. Dalam skenario terburuk, hantaman asteroid PDC 2021 menyebabkan kehancuran hingga radius 150 km.


Semua ini hanya simulasi saja, bukan prediksi resmi dari NASA atau badan antariksa lainnya. Meski sudah ada beberapa hantaman asteroid yang dampaknya mengerikan, saat ini belum ada ancaman yang serius untuk beberapa tahun ke depan.


"Solusi terbaik untuk skenario ini adalah dengan tidak mengalaminya sejak awal," kata Planetary Defense Coordination Officer NASA Lindley Johnson dalam simulasi tersebut.

https://kamumovie28.com/movies/from-straight-as-to-xxx/

Ada Gym Khusus Esports di Jepang, 3 Jam Bayar Rp 200 Ribu

 Gym buat fitness itu biasa. Tapi, ada sebuah tempat pelatihan esports bernama Esports Gym di Jepang, yang dibuka untuk gamer amatir ataupun profesional.

Di tempat tersebut, gamer bisa berlatih dan mendapat bimbingan dari pelatih profesional. Esports Gym, yang dibuka pada 19 Mei mendatang, juga dilengkapi lounge dan juga deretan PC berisi beberapa game populer di Jepang, seperti Valorant dan League of Legends.


Biaya sewa tempat ini adalah USD 13 atau kurang lebih Rp 200 ribu per satu PC selama tiga jam. Atau ada juga opsi untuk berlangganan bulanan dengan biaya USD 50, yang membuat pelanggannya bisa mengakses PC gaming tersebut setiap saat.


Nah, untuk mendapatkan sesi pelatihan, biayanya adalah USD 25 per jam, dan pelatihnya bersalah dari tim Crest Gaming dan Glory Be Esports untuk game Valorant, League of Legends, Rainbow Six Siege, dan Identity V, demikian dikutip detikINET dari Insider, Senin (3/5/2021).


Esports Gym dioperasikan bersama oleh Tokyo Metro dan perusahaan edukasi esports bernama Gecipe. Dalam situs resminya, Esports Gym juga disebut cocok untuk gamer berpengalaman namun baru merambah PC gaming, ataupun belum memahami aturan-aturan esports yang berlaku.


Industri game kompetitif sendiri beberapa tahun terakhir memang tumbuh dengan masif. Pada 2021, Newzoo memperkirakan pemasukan industri esports secara global diperkirakan menembus USD 1 miliar, dan penonton live streaming pertandingan game esports diperkirakan mencapai 728,8 juta.


Pertumbuhan esports juga terjadi paling besar di Asia. Di Asia Pasifik sendiri pertumbuhan penonton pertandingan esports global mencapai 57% pada 2019.


Esports Gym bukan satu-satunya tempat pelatihan esports yang ada. Di beberapa negara lain juga ada tempat semacam ini. Contohnya di Singapura, di mana ada sebuah coworking space yang didedikasikan untuk esports, yang mempunyai area gaming dan punya fasilitas untuk melakukan live streaming.


Begitu juga di Korea Selatan, ada tim esports profesional bernama T1 yang membuat tempat sejenis. Tempat pelatihan berlokasi di distrik Gangnam tersebut dilengkapi gym yang disponsori Nike, ahli nutrisi, dan bahkan kelas pelatihan bahasa Inggris.

https://kamumovie28.com/movies/the-xx-a-la-halle-tony-garnier-de-lyon/


Eropa Dihantam Asteroid dalam Simulasi Mengerikan NASA, Ini Hasilnya


 NASA dan beberapa lembaga antariksa berkumpul dalam Planetary Defense Conference yang berlangsung secara virtual pada 26-28 April 2021. Dalam konferensi ini, ilmuwan mendiskusikan simulasi asteroid yang berpotensi menabrak Bumi dalam waktu enam bulan.

Simulasi ini dipimpin oleh Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), salah satu lembaga milik NASA. Simulasi ini ditujukan untuk mempersiapkan ilmuwan dan pembuat kebijakan jika hantaman asteroid ini benar-benar terjadi.


Dalam simulasi kali ini, CNEOS menciptakan asteroid fiktif bernama 2021 PDC yang ditemukan pada 19 April 2021. Setelah ditemukan, NASA dan badan antariksa Eropa (ESA) memperkirakan asteroid ini akan menghantam Bumi pada 20 Oktober 2021, atau hanya enam bulan sejak ditemukan.


Dari hasil observasi awal, ilmuwan memperkirakan asteroid ini memiliki ukuran sekitar 35 sampai 700 meter. Awalnya kemungkinan asteroid ini menabrak Bumi hanya 1 berbanding 2.500, tapi hanya seminggu kemudian kemungkinannya naik menjadi 1 berbanding 20.


Dalam simulasi CNEOS, asteroid 2021 PDC diprediksi menabrak Eropa, Amerika Utara dan sebagian Afrika. Sementara itu Asia, Indonesia, Australia dan kawasan Pasifik aman dari hantaman.

https://kamumovie28.com/movies/pandamonium/