- Herpes zoster (HZ) atau yang biasa dikenal dengan cacar ular dan cacar api merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV). Saat terinfeksi, penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya secara fisik, psikologis, dan sosial.
Hal ini disebabkan oleh karena dampak dari penyakit cacar ular yang mengakibatkan nyeri berkepanjangan atau neuralgia pasca herpes (NPH), yakni salah satu komplikasi cacar ular yang paling banyak dirasakan pasien terinfeksi herpes zoster.
Dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengatakan semakin tinggi usia seseorang yang terkena cacar ular, maka semakin tinggi pula komplikasi yang dirasakannya.
"Kira-kira 30 persen populasi pernah mengalami HZ semasa hidupnya. Sedangkan insiden kasus NPH sekitar 10-40 persen dari kasus HZ. Semakin tinggi usia saat terkena HZ, semakin besar terjadinya komplikasi NPH," ungkap dr Anthony dalam webinar Virtual Media Briefing, Kamis (8/4/2021).
Selain NPH, berikut 5 komplikasi herpes zoster atau cacar ular sebagaimana disampaikan oleh dr Anthony dalam pemaparannya:
Pada kulit: jika tidak ditangani dengan benar, herpes zoster dapat mengakibatkan infeksi pada kulit, di mana bakteri penyebab infeksi tersebut dapat terus berkembang.
Pada saraf: nyeri yang disebabkan oleh cacar ular dapat timbul dan dirasakan oleh penderitanya hingga 3 bulan setelah terinfeksi. Komplikasi ini dikenal juga dengan NPH, yakni komplikasi yang paling sering terjadi.
Pada mata: herpes zoster yang muncul di area sekitar atau di dalam mata dapat menyebabkan infeksi pada mata yang menyakitkan hingga berisiko menyebabkan kebutaan.
Pada THT: pasien terinfeksi virus varicella zoster memiliki risiko mengalami gangguan fungsi pendengaran, pengecapan, dan vertigo yang terkadang tidak akan pulih sempurna meski sudah sembuh.
Pada organ dalam: tak hanya merasa nyeri pada bagian kulit terinfeksi, seseorang yang terkena HZ juga bisa merasakan nyeri pada perut serta mengalami gangguan fungsi organ dalam, seperti hati dan nyeri otot pada otot jantung.
https://movieon28.com/movies/jack-reacher-never-go-back/
Viral Kakek Kebal Jarum Suntik yang Bikin Komnas KIPI Terheran-heran
Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) mencatat sejumlah keluhan terkait vaksinasi COVID-19, mulai dari mengantuk hingga nyeri otot. Tapi yang satu ini sepertinya jarang ditemukan: pasien tak mempan disuntik!
Dalam sebuah video yang viral, seorang kakek bikin bingung petugas kesehatan yang menyuntiknya. Pasalnya, jarum suntik yang dipakai tidak mempan menembus kulit lengan kanannya. Sampai keluar celetukan di video tersebut, bahwa si kakek punya 'jurus'.
Ketua Komnas KIPI Prof 'Hingky' Hindra Irawan Satari mengaku belum pernah menemukan atau mendapat laporan kasus seperti ini. Menurutnya, kasus ini unik.
"Belum ada yang seperti itu, nggak ada laporan di dunia kayanya nggak ada. Cuma di situ aja kali ya, kayanya di dunia itu mungkin bisa dilaporkan ke WHO," kelakarnya saat dihubungi detikcom, Jumat (9/4/2021).
Sementara itu, dokter kulit dari DNI Skin Centre dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK menjelaskan bahwa beberapa kondisi memang membuat kulit seseorang lebih keras. Biasanya terkait dengan kondisi autoimun.
Kemungkinan lainnya, jarum suntik yang digunakan memang tidak tajam. Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketajaman jarum suntik.
"Bisa saja jarum suntik yang digunakan sudah tumpul akibat menyedot vaksin dari vialnya," jelas dr Darma saat dihubungi detikcom, Jumat (9/4/2021).
Namun pada umumnya, lapisan kulit seseorang akan menipis seiring bertambahnya usia. Artinya, kulit lansia seharusnya lebih mudah ditusuk jarum dibanding pada usia yang lebih muda.