Kamis, 25 Maret 2021

TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Dana untuk Sulbar-Kalsel

  Silih berganti, musibah datang di awal tahun ini. Gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), dan banjir melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beban berat tengah dihadapi para pengungsi. Karenanya, TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation membuka dompet amal untuk menampung semangat saling berbagi.


Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA


Bank Mega: 01 074 00 11 111 889

Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4

Bank BNI: 70 123 70 321

Bank BCA: 375 0500 888

Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0

Bank BRI: 034 10 100 1617 301


Sekecil apapun bantuan Anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.


Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 25 Maret 2021:


Bank Mega = 126.406.717

Bank BCA = 319.945.770

Bank Mandiri = 128.520.738

Bank BNI = 247.892.091

Bank Mega Syariah = 15.166.635

Bank BRI = 111.979.712

TOTAL PENERIMAAN = 949.911.663

https://indomovie28.net/movies/a-better-tomorrow-ii/


Penyebab Perempuan Lebih Banyak Alami Efek Samping Vaksinasi COVID-19


- Vaksinasi COVID-19 telah dilakukan di berbagai penjuru negeri. Beberapa melaporkan tidak mengalami efek samping apapun usai divaksin sementara lainnya mengeluhkan beberapa gejala.

Adapun efek samping yang sering dilaporkan termasuk gejala ringan seperti nyeri lengan, nyeri otot, kemerahan di sekitar tempat suntikan, dan demam ringan. Beberapa orang melaporkan merasakan lebih banyak efek samping setelah menerima dosis kedua.


Namun ada satu kelompok yang disebut lebih rentan mengalamki efek samping pasca vaksinasi. Dalam studi yang dilakukan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), mereka menemukan perempuan lebih banyak mengalami efek samping usai menerima vaksin COVID-19.


Menurut studi First Month of Covid-19 Vaccine Safety Monitoring yang menganalisis 13.794.904 orang Amerika pertama yang menerima vaksin, mereka mencatat 79 persen wanita melaporkan efek samping cukup serius usai mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna.


Menanggapi, ahli penyakit menular di Stanford Health Care, Palo Alto, California, mengatakan reaksi anafilaksis dilaporkan banyak terjadi pada wanita.


"Kami tahu bahwa anafilaksis, reaksi yang jarang terjadi, nampaknya secara ekslusif terjadi pada wanita," katanya dikutip dari Health.


Liu mengatakan, respons imunologis pada wanita yang terkena COVID-19 berbeda dengan respons pada pria yang terinfeksi virus tersebut, yang dapat menjelaskan perbedaan respons terhadap vaksinasi.


"Pria tampaknya memiliki gejala yang lebih buruk (dengan COVID-19) ... Apakah wanita menghasilkan lebih banyak tanggapan kekebalan yang kuat? Mungkin itu menjelaskan beberapa perbedaan dalam efek samping," ucap Liu.


Para ahli menduga bahwa pada wanita, terutama wanita pramenopause, kadar estrogen membantu mengaktifkan respons kekebalan terhadap penyakit dan pada vaksin. Sebaliknya, pria memiliki lebih banyak testosteron, hormon yang sepertinya bisa meredam atau memperlambat respons vaksin.


Sederhananya, wanita pada umumnya memiliki respons yang lebih kuat terhadap vaksin karena tubuh mereka lebih cepat dalam hal mengaktifkan apa yang 'diperkenalkan' oleh vaksin ke dalam tubuh.

https://indomovie28.net/movies/line-walker/

Studi Sebut Wanita Paruh Baya Lebih Berisiko Alami Long COVID

 Wanita berusia 40-an dan 50-an tampaknya lebih berisiko mengalami masalah jangka panjang setelah keluar dari rumah sakit pasca sembuh dari virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman Reuters, dua penelitian di Inggris menemukan fakta bahwa mereka yang berusia tersebut akan menderita gejala berkepanjangan, seperti kelelahan, sesak napas, dan kabut otak.


Salah satu studi menunjukkan, lima bulan setelah meninggalkan rumah sakit, pasien COVID-19 yang muda, berkulit putih, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki masalah kesehatan lain, seperti diabetes, paru-paru, atau penyakit jantung, lebih cenderung untuk melaporkan gejala Long COVID.


"Studi kami menemukan mereka yang memiliki gejala berkepanjangan paling parah cenderung wanita kulit putih berusia sekitar 40 hingga 60 tahun yang memiliki setidaknya dua kondisi kesehatan jangka panjang," jelas Chris Brightling, profesor kedokteran pernapasan di Universitas Leicester yang ikut memimpin studi yang dikenal sebagai PHOSP-COVID.


Studi kedua yang dipimpin oleh International Severe Acute Respiratory dan Emerging Infections Consortium (ISARIC) menemukan wanita di bawah 50 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan masalah kesehatan jangka panjang yang lebih buruk dibanding pria dan perempuan tua.

https://indomovie28.net/movies/youth-2/


Bahkan, jika mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.


"Semakin jelas bahwa COVID-19 memiliki konsekuensi besar bagi mereka yang sudah sembuh dari penyakit tersebut," ujar Tom Drake, peneliti klinis di Universitas Edinburgh yang ikut memimpin studi ISARIC.


"Kami menemukan, wanita yang lebih muda kemungkinan besar memiliki masalah jangka panjang yang lebih buruk," imbuh dia.


Gejala kecemasan

Studi ISARIC, yang mencakup sekitar 327 pasien, menemukan wanita di bawah 50 tahun dua kali lebih mungkin melaporkan kelelahan, tujuh kali lebih mungkin mengalami sesak napas, dan juga lebih mungkin memiliki masalah yang berkaitan dengan memori, mobilitas, serta komunikasi.


Sementara studi PHOSP-COVID menganalisis 1.077 pasien pria dan wanita yang keluar dari rumah sakit di Inggris antara Maret dan November 2020 setelah terpapar COVID-19.


Mayoritas pasien melaporkan beberapa gejala persisten setelah lima bulan keluar dari rumah sakit, dengan gejala umum adalah nyeri otot dan sendi, kelelahan, kelemahan, sesak napas, dan kabut otak.


Lebih dari seperempat memiliki apa yang dikatakan dokter sebagai gejala kecemasan dan depresi yang signifikan secara klinis setelah lima bulan, dan 12 persen memiliki gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).


Louise Wain, profesor dan spesialis pernapasan di Universitas Leicester yang ikut memimpin PHOSP-COVID, mengatakan perbedaan dalam tanggapan kekebalan pria dan wanita dapat menjelaskan mengapa sindrom pasca-Covid tampaknya lebih umum pada perempuan.


"Kami tahu, autoimunitas, di mana tubuh memiliki respons kekebalan terhadap sel dan organnya sendiri yang sehat lebih umum terjadi pada wanita paruh baya," jelasnya.


"Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya proses yang berlangsung," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/fatal-journey/