Senin, 22 Maret 2021

Suara Berisik Muncul Saat Robot NASA Menjelajah Mars

 Robot Perseverance milik NASA kembali mengirimkan suara yang direkam di permukaan Mars. Setelah sebelumnya mengirimkan suara angin dan tembakan laser, kali ini kita bisa mendengar bagaimana suara mesin dan roda Perseverance saat bergerak menjelajahi Mars.

Suara ini direkam oleh mikrofon entry, descent and landing (EDL) pada 7 Maret lalu, saat Perseverance menjalani test drive pertama di Kawah Jezero. Dari rekaman berdurasi 16 menit ini terdengar suara berisik saat enam roda logam Perseverance melewati permukaan Mars yang berbatu.


"Jika saya mendengar suara seperti ini saat mengendarai mobil, saya akan berhenti dan memanggil mobil derek," kelakar Lead Engineer Perseverance Dave Gruel, seperti dikutip dari Independent, Jumat (19/3/2021).


"Tapi jika kalian meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan apa yang didengar dan di mana itu direkam, itu sangat masuk akal," sambungnya.


NASA merilis dua versi rekaman ini, yaitu versi pertama yang tidak diedit dan berdurasi 16 menit, serta versi kedua yang lebih pendek dan telah diedit untuk menghilangkan suara bising di belakangnya.


Rekaman versi pertama ini berisi suara garukan bernada tinggi yang misterius. Tim Perseverance masih meneliti asal suara aneh ini, tapi mereka menduga suara ini dikeluarkan oleh sistem mobilitas atau gangguan elektromagnetik dari salah satu kotak elektronik.


Perseverance memiliki dua mikrofon. Mikrofon pertama digunakan untuk merekam suara hembusan angin dan tembakan laser yang merupakan bagian dari instrumen SuperCam, dan mikrofon kedua seharusnya digunakan untuk merekam proses pendaratan.


Mikrofon kedua ini tidak berhasil merekam suara kedatangan Perseverance di Mars, tapi untungnya bisa merekam suara saat test drive pertama.


"Banyak orang, ketika mereka melihat gambarnya, tidak menghargai bahwa rodanya adalah logam. Ketika kalian berkendara dengan roda ini di atas batu, itu sebenarnya sangat berisik," kata Senior Engineer dan Rover Driver di NASA JPL, Vandi Verma.


Meski sudah mengirimkan cukup banyak data, misi Perseverance di Mars baru dimulai. Saat ini rover tersebut masih mencari lokasi yang tepat untuk meluncurkan helikopter Ingenuity, sebelum mulai menggali dan mengumpulkan sampel untuk mencari tanda kehidupan di Mars.


Jika penerbangan ini berhasil, Ingenuity akan menjadi kendaraan pertama yang bisa terbang di planet lain. Ingenuity kemudian memiliki 31 hari Mars untuk menyelesaikan lima uji terbang di Planet Merah.

https://maymovie98.com/movies/escape-from-pretoria/


Lebih Terjangkau, Vivo Y51 & Y20s Cashback Hingga Rp 200.000


Dua smartphone rilisan Vivo, yakni Vivo Y51 dan Vivo Y20s kini hadir dengan harga terjangkau. Harga yang lebih ramah di kantong ini dihadirkan melalui program cashback hingga Rp 200.000.

Vivo Y51 yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 3,599 juta kini menjadi Rp 3,399 juta. Sedangkan Vivo Y20s (8 + 128) yang tadinya dihargai Rp 3,099 juta kini bisa ditebus dengan harga Rp 2,999 juta.


"Kami selalu ingin memenuhi kebutuhan anak muda terutama dalam mendukung aktivitas dan dalam menikmati hiburan dengan smartphone menjadi lebih menyenangkan. Maka dari itu, agar terpenuhi, Vivo Y51 dan Y20s kami hadirkan dengan harga baru yang lebih bersahabat melalui program cashback," kata Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021).


Menurut Edy ini adalah momen tepat untuk menghadirkan harga yang lebih kompetitif dan bersahabat untuk menjawab kebutuhan anak muda energik. Meski lebih ramah di kantong, namun keunggulan yang dihadirkan keduanya dapat mendukung kaum muda, terutama kegiatan hiburan.

https://maymovie98.com/movies/papua-in-love-the-movie/

Demi Usaha Tokcer, XL Axiata Siap Kuasai Lelang Frekuensi 2,3 GHz

 Meski sempat gagal di lelang frekuensi 2,3 GHz yang dibatalkan beberapa waktu lalu, XL Axiata menyatakan diri untuk ikut lelang frekuensi 2,3 GHz. Bahkan, mereka ingin menguasai jumlah blok kosong yang dilelang tersebut.

Senin lalu (15/3) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan membuka kembali lelang frekuensi 2,3 GHz. Di spektrum ini, setidaknya ada tiga blok kosong di rentang 2.360-2.390 MHz dengan masing-masing lebar pita 10 MHz yang bisa diperebutkan para operator seluler.


Berbeda dengan lelang frekuensi 2,3 GHz tahun 2020 yang hanya bisa mendapatkan satu operator seluler satu blok, maka lelang frekuensi kali ini operator seluler memungkinkan menguasai 2-3 blok kosong bekas Bolt dan Jasnita itu.


"Kalau dilihat frekuensi 2,3 GHz itu kita tertarik, paling tidak (ingin mendapatkan-red) 20 MHz, karena investasinya kita kalkulasikan dulu. Kalau 10 MHz itu terlalu kecil," ungkap Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata Marwan O. Baasir, Kamis (18/3/2021).


Lebih lanjut, disampaikan Marwan, sejauh ini XL Axiata masih menggodok dokumen seleksi lelang frekuensi 2,3 GHz yang diambilnya pada Rabu kemarin (17/3).


Marwan mengibaratkan bahwa frekuensi tersebut sebagai lahan, di mana saat ada orang melakukan usaha dengan menggelar lapak, maka dibutuhkan lahan untuk menjalankan usaha tersebut.


"Frekuensi itu bagaikan lahan berusaha. Jadi, kalau orang membangun lapak itu harus ada lahannya. Kalau nggak ikut menambah lahannya, gimana mau berusaha. Untuk sesuatu yang kita lihat, lelang frekuensi itu kita pasti mempertimbangkan betul. Kalau nggak ikut itu, berpikir keras selanjutnya apa," tuturnya.


Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kominfo mengumumkan pembukaan lelang frekuensi 2,3 GHz di rentang 2360-2390 MHz. Disebutkan bahwa ini untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2021.


Dasar hukumnya adalah Pasal 11 Permen Kominfo No 9/2018 dan Kepmen Kominfo No 72/2021. Intinya bahwa keperluan penyelenggaraan jaringan tersebut melalui proses seleksi.


Tujuan seleksi ini adalah untuk mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio. Selain itu, tujuan strategisnya adalah mendorong 4G dan 5G.

https://maymovie98.com/movies/dream-flight/


Suara Berisik Muncul Saat Robot NASA Menjelajah Mars


Robot Perseverance milik NASA kembali mengirimkan suara yang direkam di permukaan Mars. Setelah sebelumnya mengirimkan suara angin dan tembakan laser, kali ini kita bisa mendengar bagaimana suara mesin dan roda Perseverance saat bergerak menjelajahi Mars.

Suara ini direkam oleh mikrofon entry, descent and landing (EDL) pada 7 Maret lalu, saat Perseverance menjalani test drive pertama di Kawah Jezero. Dari rekaman berdurasi 16 menit ini terdengar suara berisik saat enam roda logam Perseverance melewati permukaan Mars yang berbatu.


"Jika saya mendengar suara seperti ini saat mengendarai mobil, saya akan berhenti dan memanggil mobil derek," kelakar Lead Engineer Perseverance Dave Gruel, seperti dikutip dari Independent, Jumat (19/3/2021).


"Tapi jika kalian meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan apa yang didengar dan di mana itu direkam, itu sangat masuk akal," sambungnya.


NASA merilis dua versi rekaman ini, yaitu versi pertama yang tidak diedit dan berdurasi 16 menit, serta versi kedua yang lebih pendek dan telah diedit untuk menghilangkan suara bising di belakangnya.

https://maymovie98.com/movies/aku-atau-dia/