Selasa, 16 Maret 2021

Ustaz Syam Menikah Netizen Pangling dengan Pengantin Wanita

  - Ustaz Syam akhirnya melepas masa lajangnya dengan menikahi selebgram bernama Jihan Salsabila pada Jumat (12/3). Mereka menikah melalui proses taaruf.

Jihan Salasbila sendiri seorang selebgram asal Batam berusia 21 tahun. Ia kerap membagikan foto OOTD dirinya melalui akun Instagramnya @jihan.ghazali. Gaya berhijabnya seringkali menjadi sorotan dan inspirasi.


Akad nikah Ustaz Syam dan Jihan Salsabila disiarkan langsung melalui kanal YouTube Viding Co. Acara itu dihadiri oleh beberapa dai kondang seperti Ustaz Maulana dan Oki Setiana Dewi.


Ustaz Syam pun mengunggah foto dirinya saat momen pernikahan di akun media sosial Instagramnya @syam_elmarusy sontak kolom komentarnya pun dibanjiri ucapan selamat dan doa atas pernikahannya seperti dilihat, Sabtu (13/3/2021).


Tak hanya itu aku netizen juga memuji kecantikan akan wajah sang istri yang pangling saat hari bahagianya di akun Instagram Jihan.


Ustaz Syam sendiri dikenal sebagai pembawa acara televisi Islam itu Indah dan juga suka memberikan dakwah secara online baik di platform YouTube dan TikTok.


"Barakalaah ka ustad," kata netizen


"MasyaAllah, bbarokalah Ust, semoga menjadi pasangan yang sempurna samapi surga, semoga bahagia selalu, makin bertambah keberkahannya, makin semangat dakwahnya, sehat selalu ust dan istri," kata netizen lainnya.


"Barusan lihat ustadz selesai ijab qabul mau cium kening istrinya takut malu2 juta semoga jodoh sampai sehidup sesurga ya ustadz sakinah mawadah warahmah ustadz dan istri," kata yang lain.


"Emang jago dah, ga salah pilih calon istri. Udah cantik, sholehah, fahaam agama pula. Mas syaa Alloh," komentar mereka.


"Barakallah udah Sh, ka Jihan cantik pisan euy," puji mereka.


"Masya Allah cantik banget kak Jihan," kata netizen mengagumi.


"Duh cantiknya istri ustadz Syam, semoga samawa yaa," doa mereka.

https://tendabiru21.net/movies/hangout/


Sedang Tambal Celah, Microsoft Exchange Server Diserang Bertubi-tubi


 Penyerang cyber memanfaatkan proses mitigasi dan penambalan celah keamanan yang sedang berlangsung di Microsoft Exchange Server. Mereka menyerang dengan tingkat serangan berlipat ganda setiap beberapa jam.

Menurut Check Point Research (CPR), pelaku secara aktif mengeksploitasi empat kerentanan zero-day yang sedang ditangani dengan perbaikan darurat yang dirilis Microsoft pada 2 Maret lalu, dan upaya serangan terus meningkat.


Dikutip detikINET dari ZDNet, Sabtu (13/3/2021) dalam 24 jam terakhir, tim telah mengamati upaya eksploitasi pada Microsoft Exchange Server yang berlipat ganda setiap dua hingga tiga jam.


Negara-negara yang merasakan dampak terbesar dari upaya penyerangan ini adalah Turki, Amerika Serikat, dan Italia, masing-masing menyumbang persentase 19%, 18%, dan 10% dari semua upaya eksploitasi yang terlacak. Pemerintahan, militer, manufaktur, dan layanan keuangan, saat ini menjadi industri yang paling diincar serangan tersebut.


CPR memperkirakan setidaknya 125.000 server tetap tidak tertambal di seluruh dunia. Kerentanan kritis (CVE-2021-26855, CVE-2021-26857, CVE-2021-26858, CVE-2021-27065) memengaruhi Exchange Server 2013, Exchange Server 2016, dan Exchange Server 2019.


Untuk mengatasi masa kritis ini, Microsoft merilis tambalan celah keamanan darurat untuk mengatasi kelemahan keamanan yang dapat dieksploitasi untuk pencurian data dan penyusupan server.


Informasi lain yang dirilis perusahaan software keamanan ESET mengungkapkan, setidaknya 10 grup APT telah dikaitkan dengan upaya eksploitasi Server Microsoft Exchange saat ini.


Pada 12 Maret, Microsoft mengatakan bahwa ransomware yang dikenal sebagai DearCry, saat ini memanfaatkan kerentanan server dalam serangan yang sedang menimpa salah satu layanannya.


Raksasa teknologi itu mengatakan, setelah kompromi awal dari Exchange Server di lokasi yang belum ditambal, ransomware menyerang pada sistem yang rentan. Situasi ini mengingatkan pada wabah WannaCry di tahun 2017.


"Server yang disusupi dapat memungkinkan penyerang mengekstrak email perusahaan Anda dan mengeksekusi kode berbahaya di dalam organisasi Anda dengan hak istimewa tinggi," komentar Lotem Finkelsteen, Manajer Intelijen Ancaman di CPR.

https://tendabiru21.net/movies/emma-9/

Main Medsos Harus Tahu Etika Dong!

 Sama seperti di dunia nyata, bertemu dengan orang yang tidak sopan di media sosial (medsos) memang sangat menyebalkan. Karenanya, sopan santun di dunia nyata juga berlaku di medsos.

Pengamat medsos dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, tidak bertemu langsung bahkan bisa menjadi anonim di medsos, bukan lantas membuat netizen bisa seenaknya berperilaku.


"Online dan offline sama (etikanya). Kadang pengguna akun anonim bisa hilang kesadaran bahwa ia mewakili dirinya. Mereka tidak merasa mewakili dirinya sendiri saat menggunakan medsos, apalagi akun anonim," kata Hariqo saat dihubungi detikINET, Sabtu (13/3/2021).


Disebutkannya, ada banyak penyebab netizen berperilaku negatif di medsos. Misalnya, menyebar hoax karena ingin menunjukkan posisinya di atas orang lain, baik secara kecerdasan, kekayaan, pendidikan, dan lain-lain.


"Ada juga yang termotivasi untuk mendapatkan perhatian dengan membuat konten yang tidak beretika dan mempostingnya di medsos, atau merasa diri lebih atau merasa paling, ini juga sering saya lihat di medsos, sehingga memunculkan bullying, kebencian, fanatisme, doxing, dan perilaku negatif lainnya," jelas Hariqo.


Tentu kita diberikan kebebasan untuk bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Namun bebas bukan berarti tanpa etika. Alangkah baiknya apabila kita mengetahui etika apa saja yang harus diperhatikan pada saat menggunakan medsos.


"Etika sangat penting dan berlaku universal di seluruh dunia. Hal kecil misalnya, menutup kamera saat guru memberikan pelajaran secara online bukanlah etika yang baik, dalam webinar internasional itu berlaku juga, demikian pula penggunaan email pribadi untuk bermacam urusan, menggunakan emoji dalam suasana duka, dan lain-lain," terang Hariqo.

https://tendabiru21.net/movies/emma-8/


Dia menambahkan, etika secara umum sebenarnya sudah dijelaskan dalam aturan penggunaan medsos (term of use) saat kita membuat sebuah akun. Namun kebanyakan orang tidak membacanya dan langsung klik "Setuju" (agree).


Hariqo mengatakan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di medsos bisa semakin bertambah seiring perkembangan etik di media sosial. Namun setidaknya, empat hal di bawah ini wajib menjadi pegangan:


1. Etika Berkomunikasi

Alangkah baiknya apabila sedang berkomunikasi secara online pun menggunakan bahasa yang sopan dengan siapapun pada saat kita berinteraksi.


Hindari penyebaran hoax dan konten negatif lainnya


Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya.


2. Menghargai karya orang lain

Saat menyebarkan konten baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain, biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi.


3. Selalu kroscek

Sering kita menemukan berita yang menjelekkan salah satu pihak di medsos, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Karenanya, pengguna medsos dituntut lebih cerdas saat menangkap sebuah informasi. Selalu kroscek kembali apakah berita atau informasi tersebut valid atau tidak.


4. Jangan umbar informasi pribadi

Tidak perlu mengumbar informasi pribadi, terlebih lagi jika informasi tersebut rentan disalahgunakan, misalnya nomor telepon, alamat rumah, memamerkan paspor, dan lain-lain.

https://tendabiru21.net/movies/emma-7/