- Sony Interactive Entertainment baru saja mendaftarkan paten yang unik yaitu sistem yang bisa mengubah benda sehari-hari, seperti buah pisang, menjadi kontroler PlayStation 5.
Paten ini didaftarkan Sony ke United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 15 Juli 2020. Dalam deskripsinya, Sony mengatakan metode ini bisa mengubah 'objek pasif non-bercahaya' yang dipegang pengguna menjadi kontroler.
Sony memberikan beberapa ilustrasi yang menunjukkan cara penggunaan kontroler pisang ini. Pertama, pengguna bisa mengambil satu atau dua pisang dan menggerakkannya seperti stik analog.
Dalam ilustrasi lainnya, terlihat sebuah pisang dengan dua tombol virtual di sisi kiri dan kanan, jadi sepertinya metode ini juga akan memanfaatkan headset virtual reality.
Meski dalam ilustrasinya Sony hanya menampilkan gambar pisang, perusahaan teknologi asal Jepang ini mengatakan metode tersebut bisa digunakan untuk mengubah banyak objek menjadi kontroler PS5, seperti jeruk, pena bahkan cangkir kopi.
"Akan sangat menarik jika pengguna bisa menggunakan perangkat yang murah, sederhana dan non-elektronik sebagai perangkat video game," kata Sony dalam patennya, seperti dikutip dari Polygon, Senin (8/3/2021).
Paten Sony tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara kerja sistem ini. Berdasarkan deskripsi di paten, 'unit input' akan digunakan untuk mengambil gambar objek yang dipegang pengguna sebagai kontroler konsol.
Sistem ini kemudian menggunakan model machine learning yang telah dilatih untuk mengidentifikasi objek untuk mendeteksi pose objek yang ingin digunakan pengguna sebagai kontroler.
Setelah selesai, 'generator input pengguna' akan merekam perubahan di pose objek dan mengirimkan datanya ke konsol, dan benda unik yang dipegang pengguna bisa beroperasi seperti kontroler tradisional.
Meski terbilang unik, ide Sony ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Beberapa streamer Twitch seperti SuperLouis 64 dan Rudeism sebelumnya pernah memainkan game menggunakan kontroler yang 'salah'.
Misalnya, SuperLouis64 menggunakan pisang untuk memainkan game Dark Souls 3, sedangkan Rudeism menyelesaikan game Hades dengan buah delima.
Tapi perlu diingat bahwa ini hanya paten yang didaftarkan Sony, jadi ada kemungkinan mereka tidak berencana mengembangkannya dan produk jadinya tidak akan terwujud.
https://nonton08.com/movies/namamu-kata-pertamaku/
Viral TikTok Tom Cruise Versi Deepfake Bikin Geger
Belakangan ini TikTok diramaikan dengan video yang memperlihatkan aktor Tom Cruise sedang melakukan trik sulap atau bermain golf. Tapi itu bukan Tom Cruise asli yang baru bergabung ke TikTok, melainkan video hasil deepfake.
Video-video ini merupakan ciptaan Chris Ume, seorang ahli efek visual dari Belgia. Bersama aktor Miles Fisher, ia membuat video menggunakan teknologi deepfake yang membuat wajah dan ekspresi Fisher menjadi sangat mirip seperti Cruise.
Ume mengatakan ia membuat video seperti ini hanya untuk bersenang-senang dan tidak ingin mengecoh orang. Ume mengunggah video-video ini di akun TikTok @deeptomcruise yang saat ini memiliki lebih dari 500 ribu followers, seperti dikutip dari Cnet, Senin (8/3/2021).
Jika dilihat sekilas, kualitas video deepfake ini cukup mengesankan. Tapi jika dilihat lebih seksama masih terlihat beberapa glitch, seperti saat kacamata yang dipegang Fisher sempat menghilang selama beberapa frame di video berikut.
Meski tidak semulus video deepfake lainnya, banyak pengguna internet yang terbelah melihat video ini. Ada yang kagum karena deepfake bisa menghadirkan Tom Cruise palsu yang cukup akurat, tapi ada juga yang khawatir teknologi ini disalahgunakan.
"Ini bisa menyebabkan bentrokan dan kerusuhan jika masyarakat tidak dididik tentang hal ini. Video palsu seorang pemimpin agama A berbicara omong kosong tentang pemimpin agama B," kata seorang netizen di Twitter.
Setelah membuat jagad internet geger, Ume menegaskan bahwa tujuannya membuat video ini adalah alasan kreatif. Ia juga mengatakan proses pembuatan video ini tidak mudah dan kemungkinan tidak akan bisa dilakukan orang kebanyakan.
Ume mengatakan ia menghabiskan waktu dua bulan untuk melatih model kecerdasan buatan dengan cuplikan video Cruise, menghabiskan beberapa hari untuk merekam video dan proses edit yang memakan waktu 24 jam untuk masing-masing video.
"Banyak yang dilakukan untuk menciptakan hal-hal ini. Saya adalah ahli deepfake, dan saya adalah seniman efek visual," kata Ume.
"Ini tidak seperti kalian duduk di rumah dan cukup menekan tombol dan kalian bisa menciptakan hal yang sama sepert yang kami lakukan," imbuhnya.