Jumat, 12 Februari 2021

Belanja Online Saat Pandemi, Simak Tips Amannya!

 Pandemi Corona membawa dampak pada perubahan pola hidup masyarakat. Salah satunya yaitu kebiasaan belanja yang mulai beralih ke digital dengan memanfaatkan platform e-commerce untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat tinggal memesan dan menunggu barang diantarkan ke rumah oleh kurir, sehingga cukup simpel dan mudah. Selain itu, belanja online dinilai lebih aman untuk mengurangi risiko penularan virus Corona. Sebab, minim kontak fisik dibandingkan saat pergi ke pasar atau mal yang berisi banyak orang.


Kendati demikian, kamu harus tetap berhati-hati dan mengikuti protokol saat menerima paket pesanan. Kalau saat membeli langsung kamu dianjurkan untuk menerapkan physical distancing, pun sama saat berbelanja secara online. Hal ini agar kamu tetap sehat dan terhindar dari paparan COVID-19.


Melansir dari berbagai sumber, berikut cara aman untuk menerima paket belanjaan di rumah:


Saat Belanja Online


Mengutip dari panduan Badan Obat dan Pengawasan Makanan (BPOM) dalam pencegahan COVID-19, dalam belanja online mayarakat bisa menggunakan layanan e-banking atau mobile banking pada smartphone untuk melakukan pembayaran, sehingga tidak perlu ke ATM atau tunai.


Namun, pastikan saldo kamu cukup sebelum membeli barang. Selain itu, cek detail produk yang hendak dibeli, terutama jika membeli sayur atau bahan makanan yang cepat rusak. Lihat informasi kemasan, label, dan tenggat kedaluwarsa. Pastikan juga ke penjual bahwa barang yang dibeli akan dikemas dengan baik.

https://kamumovie28.com/movies/strange-battle/


Saat Pesanan Diterima


Selalu jaga jarak dengan menyediakan tempat khusus di depan rumah untuk menerima paket. Dilansir dari laman COVID-19.go.id. tempat ini bisa berupa box atau kardus agar memudahkan kurir meletakkan paket belanjaan. Atau, jika harus berinteraksi langsung, seperti membayar tunai atau memberikan tanda tangan, usahakan untuk pakai masker.


Semprot bagian luar paket dengan desinfektan, dan bungkus yang sekiranya tidak diperlukan pada tempat sampah tertutup. Kemudian, cuci tangan menggunakan air dan sabun usai membuka paket belanjaan.


Itulah tadi protokol yang sebaiknya diikuti agar tetap aman dan sehat saat berbelanja online. Di samping itu, ingat untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi dengan menjalani pola hidup sehat. Makan makanan bergizi seimbang, diiringi dengan olahraga teratur agar tubuh tetap bugar. Kamu juga bisa mengonsumsi tambahan suplemen vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan untuk melindungi diri dari paparan virus Corona.


Samcorbex jadi pilihan tepat untuk memenuhi asupan vitamin C Dengan kandungan 500 mg. Konsumsi Samcorbex 1-2 kali sehari 1 kaplet agar dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan vitamin C harian, sekaligus meningkatkan imunitas.


Ada juga Samcemin dengan suplementasi vitamin C 100 mg yang bisa menjaga sistem imun, sehingga mencegah infeksi COVID-19.


Sebagai informasi, Samcorbex dan Samcemin kini bisa kamu didapatkan di apotek-apotek terdekat dan e-commerce seperti Shopee, Lazada dan Tokopedia.


Keduanya juga bisa diperoleh melalui distributor-distributor PT Samco Farma yakni, PT Merapi Utama Pharma, PT Daya Muda Agung, dan PT Prima Galvin Sukses untuk area Jabodetabek atau dapat menghubungi Sales Representative, Almer di nomor 081288715581.


Bagi yang berada di luar Jabodetabek, saat ini keduanya bisa ditemukan pada distributor PT Cahaya Mutiara Farma untuk area Jawa Timur, PT Marrykha Mitra Mustika di Jawa Tengah, PT Kwatro mandiri Ekavisi di Jawa Barat, PT Mitra Bina Multi Sejahtera di Sumatera Utara, PT Talang Gugun Sari Nusantara di Sumatera Barat, PT Sinar Prima Lestari di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, PT Aditama Makmur Sentosa di Lampung, PT Nitijaya Cipta Makmur di Banjarmasin, PT Sehat Inti Permata di Bali dan Lombok.

https://kamumovie28.com/movies/tooken/

Pasien COVID-19 dengan 5 Penyakit Komorbid Ini Lebih Berisiko Reinfeksi

 Kekebalan atau imunitas tubuh sangat berkaitan dengan COVID-19. Jika kekebalan tubuh lemah, kemungkinan untuk mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 kedua kalinya setelah pulih cukup besar.

Pada beberapa kasus, pasien yang telah pulih dari COVID-19 bisa mengalami reinfeksi dalam waktu kurang dari 50 hari. Sampai saat ini pun masih belum ada bukti klinis atau studi yang bisa menunjukkan berapa lama kekebalan tubuh terhadap COVID-19 bisa bertahan.


Para ahli percaya, reinfeksi COVID-19 ini bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang. Jika kondisi kesehatannya lemah akan lebih rentan terkena reinfeksi virus Corona.


Studi British Medical Journal (BMJ) menemukan bahwa orang dengan penyakit penyerta berisiko lebih tinggi mengalami reinfeksi yang lebih ringan ataupun lebih parah. Untuk lebih waspada, berikut beberapa penyakit penyerta yang bisa meningkatkan risiko reinfeksi COVID-19 yang dikutip dari Times of India.

https://kamumovie28.com/movies/real-playing-game/


1. Diabetes

Salah satu penyakit komorbid atau penyerta yang bisa memperburuk kondisi pasien saat terinfeksi COVID-19 adalah diabetes, baik tipe 1 maupun 2. Pasien dengan penyakit ini lebih berisiko tinggi terinfeksi Corona karena bisa mengalami peningkatan infeksi kulit, kekebalan tubuh yang lemah, dan rentan terhadap penyakit lain.


Para peneliti juga mengamati bahwa pasien yang mengidap diabetes memiliki imunitas yang lambat. Hal ini bisa membuat mereka lebih rentan mengalami reinfeksi COVID-19.


2. Penyakit yang berkaitan dengan usia

Pasien yang usianya di atas 55 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap virus Corona. Penelitian juga menemukan bahwa kelompok lansia dengan komorbiditas juga berisiko tinggi terinfeksi virus Corona lebih dari satu kali.


3. Tiroid

Penyakit lain yang bisa mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi COVID-19 adalah tiroid. Tiroid yang terlalu aktif terkadang bisa menekan imunitas, sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit.


Selain itu, hormon disfungsional juga bisa menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan virus terganggu. Oleh karena itu, mereka yang memiliki masalah hormonal dan tiroid perlu waspada terkait risiko reinfeksi.


4. Obesitas

Obesitas bisa menurunkan sistem imunitas alami tubuh, sehingga rentan terinfeksi COVID-19. Ini bisa terjadi karena obesitas meningkatkan peradangan dalam tubuh dan merusak fungsi vital yang membuat sistem kekebalan lebih sulit terbentuk, terutama setelah pulih dan berisiko mengalami reinfeksi.


5. Penyakit pernapasan

Virus Corona menyebabkan kerusakan maksimum pada sistem pernapasan. Virus ini akan menginfeksi saluran pernapasan yang membuat seseorang sulit bernapas hingga mengganggu imunitas.


Jika seseorang sudah memiliki penyakit pernapasan seperti asma, COPD (chronic obstructive pulmonary disease), dan penyakit lainnya bisa lebih berisiko mengalami reinfeksi COVID-19. Untuk itu, bagi mereka yang memiliki penyakit pernapasan, disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan yang bisa mengurangi risiko terinfeksi virus Corona.

https://kamumovie28.com/movies/the-wailing/