Sabtu, 23 Januari 2021

Waspada Energi Tektonisme dan Vulkanisme Gunung Raung dan Merapi!

 Gunung Raung, Merapi, dan sejumlah gunung aktif lainnya secara bersamaan memperlihatkan aktivitas erupsi. Fenomena ini bukan ancaman, meski demikian harus tetap waspada.

Ahli vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrahman menyebutkan, erupsi gunung aktif secara bersamaan bukan sebuah anomali. Gunung aktif menurutnya secara berkala memang punya siklus erupsi yang ada rentang waktunya.


"Pada prinsipnya, gunung api meletus karena ada ketidakstabilan di dalam kantong magma. Jika kantong magma sudah penuh akan dimuntahkan melalui erupsi. Jadi peristiwa gunung erupsi secara bersamaan merupakan aktivitas masing-masing gunung. Kalau berbarengan itu secara kebetulan saja waktu intervalnya sama," jelasnya saat dihubungi, Sabtu (23/1/2021).


Beberapa hari belakangan, gunung Raung dan Merapi memang terpantau adanya aktivitas di atas normal yang hampir serupa. Aktivitas Gunung Raung bahkan saat ini ditingkatkan dari Normal (level I) menjadi waspada (level II).


Hal ini membuat masyarakat khawatir, apalagi jika ada yang menghubungkannya dengan gempa dan fenomena alam lainnya. Menurut Mirzam, wajar jika masyarakat menghubung-hubungkannya karena memang fenomena geologi berkaitan.

https://movieon28.com/movies/firestorm-2/


"Entah itu kegempaan, gunung meletus, itu berbarengan karena umumnya memang demikian. Misalnya begini, kenapa gempa tektonik menimbulkan gunung api yang tengah kritis meletus? Mereka berhubungan," ujarnya.


Disebutkannya, ketika lempengnya bergerak (tektonisme), maka aktivitas gunung (vulkanisme) --terutama jika kantong magmanya sudah penuh-- akan lebih terpicu untuk meletus.


Energi Tektonisme berasal dari dalam lapisan Bumi yang menyebabkan pergeseran batuan atau permukaan Bumi secara vertikal maupun horizontal. Sedangkan vulkanisme merupakan gejala yang berasal dari aktivitas dapur magma di dalam gunung berapi.


"Ibaratnya gunung api yang kritis adalah bisul yang menunggu pecah (vulkanisme). Ketika terpicu oleh kondisi misalnya menggunakan sabuk terlalu kencang atau melakukan gerakan tertentu (tektonisme), maka bisulnya pecah," kata Mirzam.


Meski demikian menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir dengan fenomena gunung yang erupsi secara bersamaan, apalagi mengaitkannya dengan fenomena alam lain. Jika ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, para ahli dan pihak berwenang pasti akan menginformasikan untuk mitigasi bencana.


"Bahaya pasti ada, gunung api dan gempa itu berkaitan satu sama lain. Tapi ada monitoring yang baik. Meski dalam level yang aman tapi kalau ada hal yang tidak diprediksi, yang tadinya tenang bisa meletus misalnya diguncang gempa, pasti akan ada langkah mitigasi. Jadi patuhi imbauan pihak berwenang," sarannya.


Dia juga berharap masyarakat akan semakin tanggap bencana, tak lagi sekadar menjadi objek tetapi perlahan menuju menjadi subjek yang lebih siap dan familiar dengan tanda-tanda bencana.


"Bencananya akan selalu ada, tapi kalau mitigasinya lebih baik dan lebih siap, kita akan lebih kuat. Jadi mari bersama-sama berubah dari objek menjadi subjek, tak hanya menunggu informasi tapi berperan aktif dan mau belajar self mitigation," tutupnya.

https://movieon28.com/movies/firestorm/

TikTok Uji Fitur Tanya Jawab

 TikTok dilaporkan sedang menguji fitur Questions (Tanya Jawab) sebuah fitur yang memungkinkan pembuat konten dapat menjawab pertanyaan melalui teks atau video dari sesama pengguna atau fans.

Dilansir detikINET dari Pocket-Lint, TikTok telah mengonfirmasi fitur ini ke TechCrunch, yang mengatakan saat ini fitur tersebut hanya tersedia untuk pembuat konten tertentu yang terlibat pada tes pengujian fitur.


Seperti diketahui, saat ini pembuat konten dapat menanggapi atau menjawab pertanyaan individu dalam komentar mereka dengan mengunggah video baru dengan jawaban atau mereka dapat meninggalkan komentar teks balasan.


Namun, fitur Tanya Jawab ini akan ditujukan untuk pembuat konten yang ingin terlibat dengan penggemar saat melakukan siaran streaming langsung.


Sebab sulit bagi pembuat konten untuk menanggapi ribuan pertanyaan di antarmuka obrolan langsung yang ada, sehingga opsi Tanya Jawab akan memungkinkan mereka dengan mudah dan langsung menanggapi lebih banyak pertanyaan.


Jika sudah fitur ini sudah tersedia, pengguna nantinya dapat men-tap tombol Tanya Jawab di kolom komentar video atau mengirimkan pertanyaan langsung melalui link Tanya Jawab di halaman profil pembuat.


Selanjutnya, pembuat konten dapat melihat semua pertanyaan di satu tempat dan tidak ada batasan jumlah pertanyaan yang dapat diterima oleh pembuat.


Konsultan media sosial Matt Navarra, yang pertama kali melihat fitur tersebut membagikan tangkapan layar tentang bagaimana cara fitur Tanya Jawab ini bekerja.


Saat ini, fitur Tanya Jawab TikTok hanya tersedia untuk pengguna dengan akun yang telah memiliki lebih dari 10.000 pengikut. Pembuat konten juga harus memilih fitur dalam pengaturan.


Fitur Ini sedang diuji secara global dan akan diluncurkan ke lebih banyak pengguna dengan akun Creator dalam beberapa minggu mendatang.

https://movieon28.com/movies/scorched/


Waspada Energi Tektonisme dan Vulkanisme Gunung Raung dan Merapi!


 Gunung Raung, Merapi, dan sejumlah gunung aktif lainnya secara bersamaan memperlihatkan aktivitas erupsi. Fenomena ini bukan ancaman, meski demikian harus tetap waspada.

Ahli vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrahman menyebutkan, erupsi gunung aktif secara bersamaan bukan sebuah anomali. Gunung aktif menurutnya secara berkala memang punya siklus erupsi yang ada rentang waktunya.


"Pada prinsipnya, gunung api meletus karena ada ketidakstabilan di dalam kantong magma. Jika kantong magma sudah penuh akan dimuntahkan melalui erupsi. Jadi peristiwa gunung erupsi secara bersamaan merupakan aktivitas masing-masing gunung. Kalau berbarengan itu secara kebetulan saja waktu intervalnya sama," jelasnya saat dihubungi, Sabtu (23/1/2021).


Beberapa hari belakangan, gunung Raung dan Merapi memang terpantau adanya aktivitas di atas normal yang hampir serupa. Aktivitas Gunung Raung bahkan saat ini ditingkatkan dari Normal (level I) menjadi waspada (level II).


Hal ini membuat masyarakat khawatir, apalagi jika ada yang menghubungkannya dengan gempa dan fenomena alam lainnya. Menurut Mirzam, wajar jika masyarakat menghubung-hubungkannya karena memang fenomena geologi berkaitan.


"Entah itu kegempaan, gunung meletus, itu berbarengan karena umumnya memang demikian. Misalnya begini, kenapa gempa tektonik menimbulkan gunung api yang tengah kritis meletus? Mereka berhubungan," ujarnya.


Disebutkannya, ketika lempengnya bergerak (tektonisme), maka aktivitas gunung (vulkanisme) --terutama jika kantong magmanya sudah penuh-- akan lebih terpicu untuk meletus.

https://movieon28.com/movies/brothers-3/