Senin, 11 Januari 2021

Panggil WhatsApp, Menkominfo Harap Warga Bijak Pilih Layanan

  Sedang timbul kecemasan terhadap kebijakan baru WhatsApp yang mengharuskan pengguna setuju berbagi data dengan Facebook. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini memanggil pihak WhatsApp/Facebook regional Asia-Pasifik.

Pemanggilan itu terkait aturan privasi yang bakal diterapkan dalam kaitan dengan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP).


"Hari ini Kominfo memanggil pengelola WA/FB Asia Pacific Region untuk memberikan penjelasan lengkap. Setelah itu pemerintah akan menetapkan kebijakan lanjutan terkait dengan hal ini," demikian keterangan dari Menkominfo Johnny G Plate.


Menkominfo melanjutkan dengan berharap agar warga bisa lebih bijak memilih layanan online, terutama terkait perlindungan data pribadi.


"Ada beberapa plaform media sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat namun masyarakat perlu lebih bijak dalam menentukan dan memilih media sosial yang mampu memberikan Pelindungan Data Pribadi dan privasi yang optimal agar terhindar dari penggunaan data pribadi yang tidak dikehendaki baik berupa penyalahgunaan atau tidak sesuai aturan ( misuse or unlawful )," papar Menkominfo.


Di sisi lain, dikatakan bahwa pembahasan RUU PDP sedang dilakukan bersama Komisi I DPR RI. Kominfo telah menetapkan Panitia Kerja Pemerintah dan menyatakan siap untuk melanjutkan pembahasan penyelesaian RUU menjadi UU PDP bersama dengan Komisi I DPR RI.


"Mengingat kesibukan Komisi I dan pembahasan yang sangat dipengaruhi perkembangan Covid 19, Kami tentu berharap pembahasan RUU dimaksud tetap dapat diselesaikan pada awal tahun ini. Saat ini UU PDP menjadi sangat penting sebagai payung hukum utama pelindungan data pribadi masyarakat," sebut Menkominfo.


"Salah satu prinsip utama dalam PDP adalah bahwa penggunaan data pribadi harus dengan persetujuan (consent) pemilik data. Hal ini sejalan dengan regulasi di berbagai negara termasuk GDPR Uni Eropa maupun substansi yang ada dalam RUU PDP Indonesia," pungkas Menkominfo.

https://trimay98.com/movies/love-passion/


Viral Ramalan Pesawat Jatuh Sebelum Tragedi Sriwijaya Air, Ini Ceritanya


Sebuah postingan dari akun Instagram @madhiroeiji membuat netizen terkejut karena meramalkan tragedi pesawat jatuh. Unggahan ini ada di feed Instagramnya sebelum kejadian hilang kontak Sriwijaya Air SJ-182.

"... itu yg aku lihat.. #crash #disaster," tulisnya di caption foto. Terlihat foto itu diunggah lima hari yang lalu.


Foto tersebut menunjukkan gambar sebuah pesawat yang nampak menukik ke bawah dengan air sebagai dasar. Ada juga garis-garis merah di badan pesawat seperti hendak menggambarkan api.


Sontak, postingan ini mendapatkan banyak respon dari netizen dengan 600 lebih likes. Mayoritas merasa terkejut dengan unggahan ini yang seakan menjadi prediksi tragedi Sriwijaya Air SJ-182.


"Ya Allah merinding," tulis komentar salah satu netizen.


"Udah dilihat dr 6 hari lalu. Dari pesawat, banjir, gunung meletus udah di liat duluan nih," kata yang lain sembari menautkan beberapa username temannya agar juga melihat unggahan tersebut.


detikcom sudah mencoba menghubungi Madhiro Eiji dan pria tersebut memberikan komentarnya terkait viralnya unggahan tersebut. Ia mengaku tidak berani menyebut dirinya sendiri indigo meski teman-temannya menjulukinya seperti itu.


Soal penglihatan yang ia dapatkan, ia mengatakan bukan penerawangan yang ia dapatkan melainkan seperti petunjuk dari kepingan puzzle yang ia dapatkan selama tiga hari. Ia menggambarkan penglihatan itu seperti kilasan cepat dalam pikiran.


"Awalnya aku melihat lautan yang luas, air lah. Selanjutnya melihat ada gundukan di ujung, mirip pulau ada tiga buah dan selang beberapa hari ada sesuatu yang jatuh dari atas dengan sangat kencang ke dalam air, lalu saya gabungkan puzzle tersebut," kisahnya.

https://trimay98.com/movies/kamen-rider-build-new-world-kamen-rider-cross-z/


Acer Boyong Trio Monitor Baru di CES 2021, Apa Fitur Jagoannya?

 - Acer bakal merilis sejumlah produk baru di ajang CES 2021, di antara produk baru itu adalah tiga monitor gaming baru, yang salah satunya punya HDMI 2.1.

Monitor yang dimaksud adalah Nitro XV28, sebuah monitor 4K 28 inch dengan refresh rate maksimal 144 Hz FreeSync Premium. Kehadiran HDMI 2.1 di monitor ini membuatnya cocok dipakai untuk PlayStation 5 (PS5) dan Xbox Series X.


Pasalnya HDMI 2.1 adalah port yang dibutuhkan untuk menampilkan gambar 4K dengan variable refresh rate tinggi, mencapai 120Hz. Dan fitur inilah yang dijagokan oleh PS5 dan Xbox Series X.


Tak sekadar punya refresh rate, XV28 juga punya cakupan warna 90% P3, dan kontras 100.000.000:1. Ada juga standar HDR DisplayHDR400, dan punya port yang lengkap, seperti 2 HDMI 2.1, 1 DisplayPort, 1 USB-C (65W), 4 USB-A 3.0, dan 1 USB-B.


Monitor yang lain pun tak kalah menarik, yaitu Predator XB273U NX, yang diposisikan untuk gamer PC. Monitor 27 inch ini menggunakan panel IPS dengan resolusi 1440p, dan refresh ratenya bisa digeber sampai 275Hz, serta response time 0,5ms.


Punya cakupan warna 95% P3, dan standar HDR400. Soal variable refresh rate, standar yang didukung adalah Nvidia G-Sync, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (11/1/2021).


Terakhir adalah Predator XB32, yang paling mahal dibanding dua monitor sebelumnya. Ini adalah monitor 31,5 inch 4K dengan refresh rate 144Hz yang kompatibel dengan G-Sync. Cakupan warnanya 90% P3 dan punya sertifikasi HD400.


Kelengkapan portnya antara lain adalah 2 HDMI, 1 DisplayPort, 1 USB-C (Power Delivery 65W), 4 USB-A 3.0, dan 1 USB-B.


Soal harga, Predator XB32 dijual dengan harga USD 1199, Predator XB273U NX dijual dengan harga USD 1099, sementara Nitro XV28 yang punya HDMI 2.1 harganya adalah USD 899.

https://trimay98.com/movies/kamen-rider-zi-o-the-movie-over-quartzer/


Panggil WhatsApp, Menkominfo Harap Warga Bijak Pilih Layanan


 Sedang timbul kecemasan terhadap kebijakan baru WhatsApp yang mengharuskan pengguna setuju berbagi data dengan Facebook. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini memanggil pihak WhatsApp/Facebook regional Asia-Pasifik.

Pemanggilan itu terkait aturan privasi yang bakal diterapkan dalam kaitan dengan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP).


"Hari ini Kominfo memanggil pengelola WA/FB Asia Pacific Region untuk memberikan penjelasan lengkap. Setelah itu pemerintah akan menetapkan kebijakan lanjutan terkait dengan hal ini," demikian keterangan dari Menkominfo Johnny G Plate.


Menkominfo melanjutkan dengan berharap agar warga bisa lebih bijak memilih layanan online, terutama terkait perlindungan data pribadi.


"Ada beberapa plaform media sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat namun masyarakat perlu lebih bijak dalam menentukan dan memilih media sosial yang mampu memberikan Pelindungan Data Pribadi dan privasi yang optimal agar terhindar dari penggunaan data pribadi yang tidak dikehendaki baik berupa penyalahgunaan atau tidak sesuai aturan ( misuse or unlawful )," papar Menkominfo.


Di sisi lain, dikatakan bahwa pembahasan RUU PDP sedang dilakukan bersama Komisi I DPR RI. Kominfo telah menetapkan Panitia Kerja Pemerintah dan menyatakan siap untuk melanjutkan pembahasan penyelesaian RUU menjadi UU PDP bersama dengan Komisi I DPR RI.


"Mengingat kesibukan Komisi I dan pembahasan yang sangat dipengaruhi perkembangan Covid 19, Kami tentu berharap pembahasan RUU dimaksud tetap dapat diselesaikan pada awal tahun ini. Saat ini UU PDP menjadi sangat penting sebagai payung hukum utama pelindungan data pribadi masyarakat," sebut Menkominfo.


"Salah satu prinsip utama dalam PDP adalah bahwa penggunaan data pribadi harus dengan persetujuan (consent) pemilik data. Hal ini sejalan dengan regulasi di berbagai negara termasuk GDPR Uni Eropa maupun substansi yang ada dalam RUU PDP Indonesia," pungkas Menkominfo.

https://trimay98.com/movies/kamen-rider-heisei-generations-forever/