Kamis, 07 Januari 2021

Importir Sepakat Turunkan Harga Kedelai Jadi Rp 8.500/Kg

  Akhirnya importir kedelai sepakat untuk menurunkan harga jualnya. Dengan begitu diharapkan produsen tahu dan tempe bisa kembali berproduksi.

Perajin tahu dan tempe sempat mengeluhkan tingginya harga kedelai impor yang selama ini memasok kebutuhan dalam negeri. Selama pandemi virus Corona (COVID-19), harga kedelai impor naik drastis dari kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (Kg) per Maret-April 2020 lalu, kini menjadi sekitar Rp 9.500/Kg


Hal itu pun membuat para perajin tahu dan tempe juga menaikkan harga jual tahu dan tempe di pasaran. Rata-rata, harga jual tahu dan tempe naik Rp 1.000 per potong.


Untuk menstabilkan harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe, Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan surat edaran (SE) kepada importir dan perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Dalam SE itu, disepakati harga kedelai yang dijual importir ke perajin turun menjadi Rp 8.500/Kg.


"Kami mengeluarkan SE kepada semua importir. SE sudah kami sampaikan, kami menyepakati beberapa hal di antaranya harga pembelian kedelai di tingkat perajin disepakati Rp 8.500/Kg," ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi dalam operasi pasar kedelai di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021).


Turut hadir dalam operasi pasar itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk langkah darurat untuk melakukan stabilisasi harga kedelai. Ia menegaskan, masalah yang dihadapi saat ini hanya sebatas harga, sementara pasokan kedelai dari impor aman.


"(Perajin) mengeluhkan harga naik saja. Pasokan nggak ada masalah. Oleh karena itu kalau (harga tahu dan tempe) dia nggak naikkan, dia rugi kan. Nah itu harus kita jaga. Nah sekarang sudah ada kesepakatan terhadap standar supaya semua bisa tetap berjalan dengan baik. Tentu ini menghilangkan ego sektoral. Dan kita capai angka Rp 8.500/Kg itu secara nasional," imbuh Syahrul.


Dalam 200 hari ke depan, ia mengatakan akan menggenjot produksi kedelai dalam negeri. Sehingga, ketergantungan impor untuk produksi tahu dan tempe bisa ditekan.


"Lalu 200 hari ke depan saya akan melakukan loncatan produktivitas. Ini importir juga siap menerima, karena kedelai kita pada dasarnya sangat bagus untuk tempe dan tahu, lebih gurih, dan lain-lain," tutupnya.

https://nonton08.com/movies/reunion-goals-the-beginning/


Sosok Pramugari Christine Dacera yang Diduga Diperkosa Sebelum Tewas


 Pramugari Filipina, Christine Angelica Dacera diduga diperkosa sebelum dibunuh usai hadir dalam sebuah pesta. Selain dikenal sebagai pramugari, Dacera juga seorang model.

Dilansir Rappler, Kamis (7/1/2021) Christine Angelica Dacera (23) adalah seorang pramugari di maskapai Philippine Airlines.


Perempuan muda itu berasal dari General Santos City. Dacera merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dia menyabet gelar komunikasi dengan predikat cum laude di University of the Philippines Mindanao di Davao City.


Sebelum menjadi pramugari, dia juga seorang penari, model, dan mengikuti kontes-kontes, termasuk pernah menjadi finalis di Mutya ng Davao pada 2019.


Pada 2019, perempuan cantik itu pindah ke Manila untuk bekerja sebagai pramugari di Philippine Airlines. Tempatnya bekerja mengenangnya sebagai anggota kru yang "terhormat dan profesional".


Menurut ibunya, Sharon, impiannya adalah membawa keluarganya berkeliling dunia.


Menurut laporan awal kepolisian, Dacera terakhir kali terlihat di depan umum pada 31 Desember saat check in di City Garden Hotel di Makati City bersama 3 temannya.

https://nonton08.com/movies/seduction-4/

Tak Mau Tertipu Ala Kasus Grabtoko, Jangan Percaya Harga Terlalu Murah

  Ada banyak yang harus diperhatikan agar tak tertipu saat berbelanja online. Namun satu yang paling penting, jangan percaya pada harga yang terlalu murah dan jauh dari harga pasaran.

Contoh yang paling baru adalah keramaian soal Grab Toko (Grabtoko), di mana para konsumennya mulai mengeluhkan barang pesanannya yang tak kunjung dikirimkan oleh pihak toko.


Grabtoko, platform yang mengaku e-commerce ini memberikan promo besar-besaran hingga 90%. Misalnya saja iPhone 12 seri terbaru hanya dijual Rp 12 jutaan. Kemudian iPhone 11 juga hanya dijual Rp 7,5 juta.


Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, sebenarnya kejadian semacam Grabtoko ini sudah berulang kali terjadi. Namun menurutnya tetap banyak korban yang tertipu, karena memang sulit menolak godaan harga miring yang ditawarkan.


"Walau berkali-kali sudah banyak kejadian penipuan, banyak orang akan tetap jatuh kepada penipuan yang sama, karena secara psikologis susah berpaling dari penawaran harga yang miring," ujar Lucky saat dihubungi detikINET, Rabu (6/1/2021).


Harga yang terlalu murah ini sebenarnya bisa dijadikan pengingat sebelum bertransaksi di dunia maya. Saat harga yang ditawarkan terlalu murah, seharusnya calon pembeli sudah harus curiga.


"Setiap penawaran dengan harga fantastis miringnya, selalu harus curiga. Apalagi metode pembayarannya transfer langsung ke perusahaan. Kalau penasaran, seharusnya pihak penjual akan ada di e-commerce yang sudah dikenal, seperti Tokped, Blibli, dan lain sebagainya," ujar Lucky.


"Keberadaan e-commerce yang jadi perantara ini bisa menjadi penyangga uang kita ketika yang menjual benar menipu," tambahnya.


Lucky pun memberikan terkait harga produk, dalam hal ini ponsel, yang terlalu murah. Menurutnya, sebenarnya keuntungan dari menjual ponsel itu tidak seberapa, terlebih lagi untuk ponsel di kelas harga murah.


"Semakin masuk tipe budget smartphone, semakin kecil keuntungan pedagang, kadang hanya Rp 5 ribu-20 ribu saja," pungkas Lucky.


Namun bukan berarti ponsel dengan harga mahal, keuntungannya bakal sangat besar juga. Menurutnya untuk ponsel baru yang harganya mahal, untungnya hanya sekitar Rp 500 ribuan.


"Jadi sulit untuk menjual dengan potongan harga sampai 7 juta rupiah dari harga normal seperti iPhone yang ditawarkan Grab Toko. Padahal saat ini mulai iPhone baru release resmi di Indonesia," jelasnya.


Bahkan, menurutnya, importirnya pun tak akan mendapat keuntungan sebesar itu. Jadi, bagaimana mungkin pihak toko bisa memberikan diskon sebesar itu. Meski mungkin memang ada yang bisa memberikan diskon sebesar itu, namun itu biasanya untuk keperluan promosi, dan kuantitasnya produknya pun tak akan banyak.


"Daripada mengejar diskon besar, uang hilang, barang tidak dapat," tutup Lucky.

https://nonton08.com/movies/seduction-3/


Aplikasi Milik Jack Ma dkk Dari China Diblokir AS


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk memblokir transaksi yang dilakukan lewat sejumlah aplikasi asal China. Termasuk aplikasi Alipay dari grup Alibaba milik Jack Ma.

Aplikasi tersebut antara lain adalah Alipay dari grup Alibaba milik Jack Ma, CamScanner, QQ Wallet, SHAREit, Tencent QQ, VMate, WeChat Pay, dan WPS Office, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (6/1/2021).


"(Sejumlah aplikasi dari China) terus mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan perekonomian Amerika Serikat," tulis Trump lewat perintah tersebut.


Hal ini juga dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, yang mengaku kalau Kementerian Perdagangan AS bakal mengimplementasikan perintah tersebut, termasuk mengidentifikasi transaksi yang dilakukan lewat aplikasi tersebut.


Perintah ini mengikuti dua perintah sebelumnya yang dikeluarkan Trump pada Agustus 2020 lalu. Dalam perintah tersebut Trump memblokir transaksi yang dilakukan ByteDance (induk TikTok) dan WeChat.


Meski begitu, seorang hakim kemudian memutuskan untuk melarang pemblokiran WeChat, yaitu pada September dan Oktober. Sementara itu ada hakim lain yang memerintahkan untuk menyetop pemblokiran TikTok pada Desember lalu.


Tencent pun punya trik untuk mengatasi pemblokiran WeChat di AS. Yaitu dengan mengubah WeChat Work menjadi WeCom.


Menurut United States Patent and Trademark Office, Tencent mendaftarkan merek dagang WeCom pada 19 Agustus 2020. Dua sumber Tencent yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, WeCom tidak termasuk dalam cakupan larangan transaksi terkait WeChat di AS.


Untuk diketahui, Wechat banyak digunakan oleh para ekspatriat China di AS untuk berkomunikasi dengan teman dan kolega mereka. Menurut data firma analitik Apptopia, aplikasi ini memiliki rata-rata 19 juta pengguna aktif harian di AS.

https://nonton08.com/movies/seduction-2/