Rabu, 06 Januari 2021

WhatsApp Mulai Gulirkan Aturan Privasi Baru untuk Pengguna

 Sekitar sebulan yang lalu, WhatsApp dilaporkan akan mengenalkan ketentuan dan kebijakan privasi baru untuk pengguna. Kini WhatsApp telah meminta beberapa pengguna Android untuk menyetujui kebijakan baru tersebut.

Pembaruan ini ditemukan oleh situs WABetaInfo di WhatsApp beta untuk Android versi 2.21.1.1 yang merupakan update pertama WhatsApp di tahun 2021.


Dalam screenshot yang diunggah WABetaInfo, perubahan utama dalam kebijakan baru ini mencakup:


- Layanan WhatsApp dan bagaimana mereka memproses data pengguna.


- Bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan yang dihost Facebook untuk menyimpan dan mengelola percakapan di WhatsApp.


- Bagaimana WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi antara Facebook Company Products.


WABetaInfo mengatakan kebijakan privasi ini akan digulirkan untuk semua pengguna mulai 8 Februari 2021. Setelah tanggal tersebut pengguna harus menyetujui kebijakan baru ini agar tetap bisa menggunakan WhatsApp, dan jika tidak mereka bisa menghapus akunnya, seperti dikutip dari WABetaInfo, Selasa (5/1/2021).


Setelah menyetujui kebijakan baru tersebut, pengguna tidak akan mengalami perbedaan saat menggunakan WhatsApp. Semua chat, pesan, panggilan dan update status masih akan dilindungi dengan enkripsi end-to-end.


Selain aturan privasi baru, WhatsApp juga menawarkan pengguna WhatsApp Web Beta untuk pengguna yang ingin menjajal fitur dukungan multi perangkat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses akun WhatsApp-nya di berbagai perangkat secara bersamaan, tanpa membutuhkan jaringan internet di perangkat utama.


Pengguna bisa mengecek pengaturan WhatsApp Web/Desktop yang ada di aplikasi WhatsApp untuk Android untuk melihat jika fitur WhatsApp Web Beta sudah tersedia. Dalam pengaturan tersebut akan ada opsi baru untuk bergabung dalam uji coba beta.


Dalam penjelasannya, layanan milik Facebook ini mengatakan pengguna yang mengikuti uji coa WhatsApp Web Beta bisa menggunakan WhatsApp di web, desktop dan Portal meski ponsel utamanya tidak terhubung dengan internet. Akun WhatsApp pengguna bisa dihubungkan ke empat perangkat sekaligus.


Karena masih dalam tahap pengembangan, beberapa fitur masih belum tersedia dan baru akan diluncurkan pada build selanjutnya. Beberapa di antaranya mengarsipkan, menghapus dan mendiamkan pesan dari perangkat kedua.


Sayangnya WABetaInfo mengatakan mereka belum mendapatkan jadwal peluncuran fitur dukungan multi perangkat ini. Tapi jika WhatsApp sudah menawarkannya uji coba beta secara publik, bukan tidak mungkin fitur ini akan tersedia dalam waktu dekat.

https://kamumovie28.com/movies/daughter-in-law-3/


Isu Merger Gojek-Tokopedia yang Bikin Heboh


 Kabar rencana merger Gojek dan Tokopedia membetot perhatian publik. Ada kritik dan dukungan terhadap mereka.

Dihimpun detikINET, Rabu (6/1/2021), inilah runutan isunya:


1. Pemberitaan Bloomberg

Isu merger ini pertama dihembuskan oleh Bloomberg, Selasa (5/1). Memberitakan memberitakan 2 raksasa startup Gojek dan Tokopedia berencana merger. Kedua pihak kabarnya telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing.


"Kedua belah pihak melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang," ujar sumber yang menolak disebutkan namanya.


Jika sampai merger, akan ada valuasi gabungan mencapai Rp 250 triliun. Gojek dan Tokopedia akan menguasai lini bisnis yang sangat luas dari e-commerce sampai transportasi.


2. Kabar macetnya merger Gojek-Grab

Bloomberg menyebutkan, Gojek dan Tokopedia telah mempertimbangkan merger sejak 2018. Baik Gojek maupun Tokopedia sudah memiliki investor yang sama, termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.


Rencana ini dipercepat karena mandegnya rencana merger lain antara Gojek dan Grab. CEO Grab Anthony Tan disebutkan menolak tekanan Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp. untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek. Masayoshi kini mendukung rencana merger Gojek dan Tokopedia.


Dengan rencana merger dengan Tokopedia, Gojek tampak seperti menduakan Grab. Patut ditunggu kelanjutan kabarnya.

https://kamumovie28.com/movies/daughter-in-law-2/


Selasa, 05 Januari 2021

Pamer Lifehack Terbang ke Bali, Richard Muljadi Maskernya Kok Pakai Selang?

 Sosialita Richard Muljadi jadi perbincangan setelah terbang ke Bali. Di postingan Instagram storiesnya, Richard mengunggah momen 'lifehack' menyewa semua kursi pesawat demi terbang ke Bali.

"We're super paranoid. Had to make sure no one else in this flight. We ain't flying unless its just us," jelas Richard dalam unggahan stories pertama Richard Muljadi.


Selain triknya menyewa seluruh kursi untuk terbang ke Bali jadi sorotan, masker yang ia kenakan juga diperbincangkan. Terlihat ia memakai masker yang dilengkapi dengan selang udara saat terbang bersama pasangannya.


Masker yang dilengkapi dengan selang udara juga pernah digunakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Masker jenis ini memiliki fitur tambahan yakni selang yang terhubung dengan kipas, berfungsi mengirimkan udara yang akan dihirup.


Terkait efektivitasnya, spesialis paru dr Erlang Samoedro SpP, mengatakan masker selang dalam menyaring udara dan virus sama dengan masker kain. Hanya saja, kipas menambah rasa nyaman karena memastikan udara masuk sehingga tidak pengap.


"Sama saja hanya lebih nyaman dipakai karena ada kipasnya sehingga tidak pengap," kata Erlang kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Masker selang yang dilengkapi dengan HEPA atau High-Efficiency Particulate Air (HEPA) disebut bisa memiliki efektivitas menyaring udara yang lebih baik.


"Kalau ada filter HEPA memang lebih baik dalam penyaringan, bisa sampai 99 persen," kata Erlang.


Mengutip TODAY, sebuah penelitian dari Missouri S&T yang dipimpin oleh Yang Wang, Ph.D, asisten profesor teknik lingkungan, menerangkan bahwa masker kain hanya memblokir 10-20 persen partikel. Namun tambahan beberapa lapisan filter HEPA bisa memblokir 80-90 persen partikel virus.

https://trimay98.com/movies/gangnam-daughter-in-law/


Kisah Pria Tak Pernah Positif COVID-19 Tapi Alami Anosmia


Seorang pria asal India mengalami nyeri tubuh yang luar biasa, sakit kepala, dan kehilangan indra penciuman (anosmia), tapi tidak dinyatakan positif virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman Time Of India, Rakesh Pillai, sejak pandemi Corona sudah berusaha untuk menjaga jarak agar terhindar dari virus Corona. Ia juga selalu berkumur air asin, minum susu, dan vitamin C. Tak lupa juga, ia juga menggunakan minyak kayu putih pada hidungnya.


Sampai akhirnya, Rakesh dan keluarganya tertular virus Corona COVID-19. Tapi, Rakesh dan ibunya tidak pernah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.


Padahal Rakesh mengalami nyeri tubuh yang sangat menyiksa, sakit kepala hingga kehilangan indra penciumannya yang merupakan gejala umum virus Corona.


Selanjutnya, anak perempuan dari Rakesh pun jatuh sakit tetapi berhasil menjadi orang pertama di keluarganya yang sembuh total tanpa gejala COVID-19.


Rakesh sendiri pun masih belum tahu dengan kondisi yang dialami keluarganya. Tidak pernah didiagnosis positif virus Corona, tetapi mengalami gejala yang menyerupai.


Rakesh menggambarkan rasa sakit pada tubuhnya kala itu seperti memiliki 1000 luka di dalam tubuhnya. Jadi, Rakesh selalu merasa kesakitan ketika berbaring tidur. Selain itu, Rakesh juga merasa seperti tidur di atas atap seng yang panas.


Ketika Rakesh mencoba melewati tempat pembuangan sampah yang mestinya mengeluarkan aroma kuat, ia justru sama sekali tidak bisa mencium apapun karena kehilangan indra penciumannya.


Meskipun Rakesh masih belum tahu penyebab dirinya dan keluarga mengalami gejala virus Corona COVID-19. Tapi, Rakesh cukup bersyukur bahwa dirinya tidak pernah didiagnosis positif virus Corona COVID-19.

https://trimay98.com/movies/the-daughter-in-law/