Rabu, 06 Januari 2021

3 Spek HP yang Paling Penting di Mata Konsumen Indonesia

 Saat membeli HP, tentu ada beberapa hal yang jadi pertimbangan, baik itu desain, kamera atau sisi spesifikasi lainnya. Nah untuk konsumen di Indonesia, faktor apa saja yang paling dipertimbangkan kala akan meminang HP idaman?

Irfan Rinaldi selaku Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, mengaku bahwa pihaknya melakukan survei untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Dia pun mengungkap 3 spek yang paling dianggap penting oleh konsumen di sini.


"Pertama, mereka membutuhkan RAM besar untuk multitasking biar smooth, juga pindah pindah antar aplikasi atau game. (Kedua) memori yang besar juga, soalnya aplikasi sekarang kita install dan juga game butuh storage besar, apalagi sekarang apa apa abadikan momen dan lebih sering ke video, maka memakan space di memory," paparnya.


Itulah dua spek yang paling dipertimbangkan konsumen di sini sebelum membeli HP, berdasarkan survei dari Samsung. Nah, berada di ranking ketiga adalah faktor baterai.


"Ketiga adalah baterai yang besar untuk mendukung segala kegiatan yang dilakukan konsumen, baik di rumah aja atau bepergian, butuh baterai besar. Walau di rumah saja lebih nyaman kalau ga terus-terusan colok di charger, jadi nggak terbelenggu di charger terus," lanjur Irfan.


Itulah mengapa sebagian HP Samsung, di segmen menengah ke bawah, beberapa dibekali baterai jumbo. Galaxy A12 misalnya yang baru dirilis, baterainya 5.000 mAh. Kemudian baterai Galaxy A02s juga dibekali kapasitas baterai yang sama.


Selain seri A, seri Galaxy M di lini HP Samsung identik dengan baterai besar. Seri M ini menurut Irfan lebih ditujukan pada mereka yang lebih mobile dan membutuhkan daya tahan HP lebih tinggi.

https://kamumovie28.com/movies/h-o-t-s/


4 Bulan PDKT, Sebelum Tri-Indosat Sepakat Merger


Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo tengah mencari kecocokan antar kedua belah pihak. Empat bulan ke depan pun jadi penentuan sebelum mencapai kata sepakat untuk merger.

Disampaikan Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia M Danny Buldansyah bahwa saat ini, baik itu Tri maupun Indosat sedang mempelajari kondisi perusahaan masing-masing.


Proses tersebut akan berlangsung selama empat bulan ke depan, seperti yang tertuang dalam nota kesepahaman yang sudah ditandatangani kedua operator seluler.


"Kedua perusahaan akan berjalan seperti biasa, selagi berdiskusi mengenai kondisi kedua perusahaan," kata Danny kepada detikINET, Selasa (5/1/2021).


Danny mengatakan apabila selama proses pendekatan tersebut dan ditemukan kecocokan kedua perusahaan, bukan mustahil lagi merger bisa terjadi.


"Jika kondisi kedua perusahaan ternyata sesuai dengan ekspektasi pemegang sahamnya, maka konsolidasi atau penggabungan akan terjadi. Sesuai dengan komunikasi sebelumnya, penggabungan juga mensyaratkan dipenuhinya semua perijinan yang diperlukan," jelasnya.


Sebelumnya, Ooredoo dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara eksklusif untuk potensi menggabungkan bisnis telekomunikasi antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia.


Disebutkan periode eksklusivitas MoU ini berlaku hingga 30 April 2021, di mana itu artinya Tri dan Indosat dilarang untuk menjalin kerja sama dengan operator lain selama MoU tersebut berlaku.


Diketahui, Ooredoo menggenggam sekitar 65% saham Indosat. Sementara, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.

https://kamumovie28.com/movies/run-bitch-run/

Isu Merger Gojek-Tokopedia yang Bikin Heboh

 Kabar rencana merger Gojek dan Tokopedia membetot perhatian publik. Ada kritik dan dukungan terhadap mereka.

Dihimpun detikINET, Rabu (6/1/2021), inilah runutan isunya:


1. Pemberitaan Bloomberg

Isu merger ini pertama dihembuskan oleh Bloomberg, Selasa (5/1). Memberitakan memberitakan 2 raksasa startup Gojek dan Tokopedia berencana merger. Kedua pihak kabarnya telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing.


"Kedua belah pihak melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang," ujar sumber yang menolak disebutkan namanya.


Jika sampai merger, akan ada valuasi gabungan mencapai Rp 250 triliun. Gojek dan Tokopedia akan menguasai lini bisnis yang sangat luas dari e-commerce sampai transportasi.


2. Kabar macetnya merger Gojek-Grab

Bloomberg menyebutkan, Gojek dan Tokopedia telah mempertimbangkan merger sejak 2018. Baik Gojek maupun Tokopedia sudah memiliki investor yang sama, termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.


Rencana ini dipercepat karena mandegnya rencana merger lain antara Gojek dan Grab. CEO Grab Anthony Tan disebutkan menolak tekanan Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp. untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek. Masayoshi kini mendukung rencana merger Gojek dan Tokopedia.


Dengan rencana merger dengan Tokopedia, Gojek tampak seperti menduakan Grab. Patut ditunggu kelanjutan kabarnya.

https://kamumovie28.com/movies/the-victim/


3. Gojek dan Tokopedia menolak berkomentar

Terhadap pemberitaan Bloomberg, Gojek dan Tokopedia kompak irit bicara. Menurut mereka itu baru sebatas rumor pasar.


"Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar," kata Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, kepada detikINET


"Maaf sekali belum bisa berkomentar mengenai rumor pasar," kata VP Corcom Tokopedia, Nuraini Razak.


4. Faktor Masayoshi Son

Ada campur tangan orang terkaya di Jepang di balik isu merger Gojek-Tokopedia. Dia adalah Masayoshi Son, CEO dan pendiri SoftBank Group Corp.


Dia disebut menjadi pendukung utama bergabungnya dua raksasa startup lokal tersebut. SoftBank Group Corp. tercatat sebagai pemegang saham di Gojek dan Tokopedia bersama sederet investor lain termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.


Masayoshi mendorong merger Gojek dan Grab, namun mandeg karena CEO dan co-founder Grab Anthony Tan menolak tekanan Masayoshi untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek. Masayoshi yang awalnya mendukung Anthony Tan, kabarnya kehilangan kesabaran. Dia kini mendukung merger antara Gojek dan Tokopedia yang didukung SoftBank.


5. Tanggapan pada isu merger Gojek-Tokopedia

Kabar yang menyebutkan Gojek akan merger dengan Tokopedia tampaknya disambut baik banyak pihak. Pengamat menilai, bergabungnya Gojek-Tokopedia bakal menjadi perkawinan serasi.


Menurut Direktur Eksekutif ICT Heru Sutadi, penggabungan ini cocok karena memperkuat posisi keduanya. Tokopedia akan menjadi next decacorn menyusul Gojek.


"Sehingga, baik Gojek maupun Tokopedia akan jadi pemain ride hailing dan e-commerce nomor satu di Indonesia. Dampaknya akan sangat menguntungkan bagi keduanya. Ibarat pernikahan, ini perkawinan yang sangat serasi," komentar Heru.


Jika dibandingkan dengan merger Gojek dan Grab, rencana itu punya risiko menimbulkan monopoli pasar di bidang ride hailing. Sedangkan merger Gojek dan Tokopedia bebas dari kondisi monopoli karena bisnis Gojek dan Tokopedia berbeda.


"Tapi kalau dengan Tokopedia, seperti ada diversifikasi usaha," simpulnya.


Dampak negatifnya menurut Heru adalah konglomerasi lewat merger ini akan semakin menyulitkan pemain baru untuk masuk di sektor ride hailing atau e-commerce.

https://kamumovie28.com/movies/class-of-nuke-em-high/