Rabu, 30 Desember 2020

Positif COVID-19, Berapa Lama Aa Gym Bisa Pulih dari Infeksi Corona?

 Aa Gym positif virus Corona COVID-19. Disebutkan, awalnya ia hanya mengalami gejala kelelahan.

Namun, setelah hasil swab akhirnya keluar dan dinyatakan positif COVID-19, kini Aa Gym mengalami gejala batuk-batuk dan juga sedikit pusing.


"Alhamdulillah tidak ada sesak, tidak ada pusing yang berlebihan. Hanya pagi ini agak sedikit pusing karena semalam baru sampai jam 11- setengah 12 malam jadi tidurnya baru sedikit, jam tiga sudah bangun," kata Aa Gym dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa (29/12/2020).


Butuh berapa lama agar bisa pulih dari COVID-19?

Waktu berapa lama bisa pulih dari COVID-19 bergantung pada seberapa parah infeksinya. Sejumlah pasien Corona dapat sembuh dengan cepat, namun tak menutup kemungkinan di beberapa kelompok lain gejalanya bisa bertambah parah.


Berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, atau penyakit komorbid juga dapat menentukan jangka waktu sembuhnya pasien Corona.


Menurut sebuah analisis yang dilakukan pada pasien Corona di China oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kira-kira butuh waktu dua pekan bagi pasien dengan gejala ringan untuk bisa pulih dari COVID-19.


Gejala ringan yang dimaksud, seperti demam, lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien Corona juga mengalami nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, dan diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.


Apabila melakukan isolasi mandiri di rumah, usahakan meminimalisir kontak dengan anggota keluarga. Periksa suhu tubuh secara berkala dan selalu terapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dan memakai masker.

https://trimay98.com/movies/altered-states/


UNS Dorong Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen


Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendorong para penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. Dari civitas akademika UNS, sudah ada 27 penyintas COVID-19 yang melakukan donor plasma.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan telah menghubungi para penyintas COVID-19 dari UNS. Ada 27 orang yang bersedia mengikuti program tersebut.


"Kita punya data, ada 27 orang (penyintas) yang bersedia. Ada beberapa yang tidak berkenan karena alasan-alasan tertentu," kata Jamal saat dijumpai di sela kegiatan donor darah di Auditorium UNS, Selasa (29/12/2020).


Dorongan tersebut dilakukan karena tingginya angka kematian akibat COVID-19. Donor plasma konvalesen dinilai menjadi salah satu solusi untuk menyembuhkan pasien.


"Masalahnya pendonor plasma ini masih langka. Padahal ini sangat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Makanya kita dorong seluruh masyarakat yang sembuh dari COVID-19 untuk donor plasma," ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono, mengatakan bekerja sama dengan PMI dalam pelaksanaan donor konvalesen. Proses pengambilan plasma darah dan pendistribusiannya akan dilakukan oleh PMI.


"Proses pengambilannya kan pakai alat khusus, plasmapheresis, itu adanya di PMI. Kita hanya mendata dan mendorong teman-teman untuk mendonorkan plasma," ujar Reviono dalam kesempatan yang sama.


Menurutnya, memang ada syarat-syarat agar plasma darah bisa digunakan untuk penyembuhan pasien COVID-19. PMI akan melakukan screening terlebih dahulu terhadap calon pendonor.


"Pendonor harus diswab lagi, harus dipastikan negatif. Imunoglobulinnya juga harus tinggi, kalau nggak ya nggak ada artinya. Ada beberapa persyaratan yang nanti diatur PMI," ujar dia.


Waktu pengambilan plasma yang terbaik ialah sebelum waktu tiga bulan pascasembuh. Setelah tiga bulan, biasanya imunoglobulin dalam plasma darah sudah berkurang.


"Biasanya waktunya tiga bulan. Setelah tiga bulan imunoglobulin sudah berkurang. Tapi memang ada yang masih kuat, tergantung kondisinya," tutupnya.


Selain donor plasma, UNS juga rutin menggelar donor darah saat pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk memenuhi stok darah di PMI yang menurun selama pandemi.

https://trimay98.com/movies/sex-and-zen/

5 Posisi Seks Ini Bikin Wanita Cepat Orgasme

 Orgasme merupakan momen klimaks dan puncak yang menjadi tujuan pada hubungan seks. Meski digambarkan menyenangkan, nyatanya orgasme tidak mudah didapatkan bagi wanita. Namun ada beberapa posisi seks yang bisa dicoba agar wanita cepat orgasme.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi wanita sulit mencapai orgasme mulai dari faktor fisik, emosional dan psikologis. Untungnya, beberapa posisi seks tertentu bisa memudahkan wanita agar mendapatkan orgasme lebih cepat.


Dikutip dari Men's Journal, berikut posisi seks yang bisa membuat wanita cepat mencapai orgasme.


1. Open-legged spoon

Posisi spooning biasanya digunakan saat Anda sedang malas dan tidak benar-benar ingin berhubungan seks. Sayangnya, ini tidak akan efektif untuk membuat wanita orgasme.


Cobalah variasi lain seperti open-legged spoon atau posisi sendok berkaki terbuka. Posisi ini tetap mudah dilakukan tetapi dengan akses klitoris yang lebih baik.


Untuk melakukannya, lakukan dengan berbaring miring. Saat pasangan telentang, mintalah ia membuka kakinya dan menggantungkannya ke sisi Anda. Lalu Anda bisa mendorong dengan nyaman sementara dia bisa mencapai klitorisnya.


2. 90 degree doggy style

Doggy style terlihat sangat seksi dan membuat banyak dari kita merasa sangat seksi saat melakukannya. Namun hal ini ternyata tidak cukup panas untuk membuat wanita orgasme.


Alih-alih merangkak, cobalah doggy style dengan 90 derajat sebagai gantinya. Berdirilah di samping tempat tidur dan lakukan penetrasi dari belakang saat dia berbaring di kasur. Minta dia melebarkan kakinya, sehingga kaki Anda berada di antara kakinya. Dengan cara ini, wanita bisa menjangkau di antara kedua kakinya dan mengakses klitoris.


3. Lifted missionary

Jika misionaris dilakukan dengan benar, itu merupakan posisi yang baik untuk orgasme g-spot. Triknya adalah dengan mengangkat pinggulnya.


G-spot wanita terletak di dalam vagina, tepat di belakang tulang kemaluan. Jika bisa memasukkan penis ke bawah sana, wanita akan mudah mencapai orgasme dalam waktu singkat.


Tempatkan satu atau dua bantal di bawah bokongnya untuk membantu memiringkan panggulnya ke arah langit-langit. Dengan cara ini, penis bisa masuk dan meluncur ke atas. Selain itu, dia bisa menggiling klitorisnya ke panggul Anda, memberinya dorongan ekstra untuk mencapai orgasme.


4. Lotus

Posisi lotus sangat ideal untuk wanita yang mengalami kesulitan orgasme karena kemampuan menggesek penis tanpa menggunakan tangan. Duduklah dan mintalah pasangan naik ke atas Anda sehingga saling berhadapan. Dia akan menghargai bahwa dirinya dapat bergerak dengan kecepatannya sendiri, memungkinkan dia untuk mengetahui apa yang cocok untuk tubuhnya.


5. Reverse Cowgirl

Reverse cowgirl terlihat seksi dan memberikan pasangan akses ke klitorisnya tanpa khawatir Anda menatapnya. Ini adalah posisi yang 'mematikan' bagi wanita untuk mencapai orgasme dengan cepat.

https://trimay98.com/movies/the-heartbreak-kid/


Positif COVID-19, Berapa Lama Aa Gym Bisa Pulih dari Infeksi Corona?


Aa Gym positif virus Corona COVID-19. Disebutkan, awalnya ia hanya mengalami gejala kelelahan.

Namun, setelah hasil swab akhirnya keluar dan dinyatakan positif COVID-19, kini Aa Gym mengalami gejala batuk-batuk dan juga sedikit pusing.


"Alhamdulillah tidak ada sesak, tidak ada pusing yang berlebihan. Hanya pagi ini agak sedikit pusing karena semalam baru sampai jam 11- setengah 12 malam jadi tidurnya baru sedikit, jam tiga sudah bangun," kata Aa Gym dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa (29/12/2020).


Butuh berapa lama agar bisa pulih dari COVID-19?

Waktu berapa lama bisa pulih dari COVID-19 bergantung pada seberapa parah infeksinya. Sejumlah pasien Corona dapat sembuh dengan cepat, namun tak menutup kemungkinan di beberapa kelompok lain gejalanya bisa bertambah parah.


Berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, atau penyakit komorbid juga dapat menentukan jangka waktu sembuhnya pasien Corona.


Menurut sebuah analisis yang dilakukan pada pasien Corona di China oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kira-kira butuh waktu dua pekan bagi pasien dengan gejala ringan untuk bisa pulih dari COVID-19.


Gejala ringan yang dimaksud, seperti demam, lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien Corona juga mengalami nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, dan diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap.


Apabila melakukan isolasi mandiri di rumah, usahakan meminimalisir kontak dengan anggota keluarga. Periksa suhu tubuh secara berkala dan selalu terapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dan memakai masker.

https://trimay98.com/movies/synecdoche-new-york/