Rabu, 30 Desember 2020

Waduh, India Temukan 6 Kasus Varian Baru Corona Baru dari Inggris

 Varian baru Corona yang ditemukan di Inggris kini sudah sampai di India. Kementerian Kesehatan setempat mengatakan, ada enam orang yang kembali dari Inggris dalam beberapa pekan terakhir dan positif terinfeksi varian baru virus Corona yang lebih menular.

Dikutip dari laman Reuters, keenam pasien saat ini telah diisolasi. Selain itu, pemerintah juga sedang melacak pendatang yang datang bersamaan dengan keenam pasien tersebut.


"Kontak dekat mereka juga telah dikarantina," jelas kementerian itu.


Sebelumnya, India telah menangguhkan semua penerbangan dari Inggris hingga akhir bulan. Namun, sekitar 33 ribu penumpang telah terbang dari akhir November, sebelum larangan diberlakukan.


Dari kedatangan tersebut, 114 orang ditemukan positif mengidap virus Corona dan sampel mereka sedang diperiksa untuk varian baru. Namun, hingga saat ini baru ada enam yang positif memiliki varian baru virus Corona, yang juga telah terdeteksi di beberapa bagian Eropa dan Asia, lanjut Kementerian Kesehatan.


India, pada hari ini melaporkan 16.432 kasus baru virus Corona. Sehingga total infeksi virus Corona di negara tersebut menjadi 10.22 juta kasus dengan 148.153 kematian.


Otoritas kesehatan setempat memperkirakan akan memulai program vaksinasi untuk sekitar 300 juta orang awal bulan depan.

https://trimay98.com/movies/the-diary-of-a-teenage-girl/


Sering Tak Kepikiran, Ini 4 Tips Simpel Menjaga Payudara Tetap Kencang


Banyak ibu-ibu yang mengeluhkan payudara kendur pasca melahirkan dan menyusui anak. Ternyata, sering tidak memakai bra juga dapat mengendurkan payudara, lho.

Untuk itu, olahraga yang teratur serta pola makan yang baik membantu payudara tetap kencang dan sehat. Selain itu, rutin melakukan kedua hal tersebut dapat menurunkan risiko kanker payudara.


Dikutip dari Health.clevelandclinic, ahli onkologi bedah payudara Stephanie Valente, DO, merekomendasikan empat hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan payudara:


1. Menjaga berat badan

Produksi estrogen dalam jaringan lemak wanita semakin meningkat setelah menopause. Pada wanita gemuk, jaringan kanker payudara yang sensitif terhadap estrogen terpapar lebih banyak estrogen daripada wanita dengan berat badan yang normal. Hal ini berisiko meningkatkan kanker payudara.


2. Rutin berolahraga

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu mencegah kanker payudara dengan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, menangkal obesitas, dan menurunkan kadar estrogen dan insulin. Olahraga juga dapat meningkatkan kekuatan tulang yang menurunka risiko osteoporosis.


3. Makan makanan sehat

Brokoli, kubis, kangkung, semangka dan biji-bijian merupakan makanan pelawan kanker. Hindari gula dan lemak olahan karena menambah berat badan yang meningkatkan risiko kanker payudara.


4. Mengonsumsi vitamin D

Wanita dengan tingkat vitamin D rendah memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara. Sumber vitamin D terbaik adalah dari sinar matahari sehingga disarankan untuk rutin berjemur setiap pagi selama 15-20 menit.

https://trimay98.com/movies/dressed-to-kill/

UNS Dorong Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendorong para penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. Dari civitas akademika UNS, sudah ada 27 penyintas COVID-19 yang melakukan donor plasma.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan telah menghubungi para penyintas COVID-19 dari UNS. Ada 27 orang yang bersedia mengikuti program tersebut.


"Kita punya data, ada 27 orang (penyintas) yang bersedia. Ada beberapa yang tidak berkenan karena alasan-alasan tertentu," kata Jamal saat dijumpai di sela kegiatan donor darah di Auditorium UNS, Selasa (29/12/2020).


Dorongan tersebut dilakukan karena tingginya angka kematian akibat COVID-19. Donor plasma konvalesen dinilai menjadi salah satu solusi untuk menyembuhkan pasien.


"Masalahnya pendonor plasma ini masih langka. Padahal ini sangat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Makanya kita dorong seluruh masyarakat yang sembuh dari COVID-19 untuk donor plasma," ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono, mengatakan bekerja sama dengan PMI dalam pelaksanaan donor konvalesen. Proses pengambilan plasma darah dan pendistribusiannya akan dilakukan oleh PMI.


"Proses pengambilannya kan pakai alat khusus, plasmapheresis, itu adanya di PMI. Kita hanya mendata dan mendorong teman-teman untuk mendonorkan plasma," ujar Reviono dalam kesempatan yang sama.


Menurutnya, memang ada syarat-syarat agar plasma darah bisa digunakan untuk penyembuhan pasien COVID-19. PMI akan melakukan screening terlebih dahulu terhadap calon pendonor.


"Pendonor harus diswab lagi, harus dipastikan negatif. Imunoglobulinnya juga harus tinggi, kalau nggak ya nggak ada artinya. Ada beberapa persyaratan yang nanti diatur PMI," ujar dia.


Waktu pengambilan plasma yang terbaik ialah sebelum waktu tiga bulan pascasembuh. Setelah tiga bulan, biasanya imunoglobulin dalam plasma darah sudah berkurang.


"Biasanya waktunya tiga bulan. Setelah tiga bulan imunoglobulin sudah berkurang. Tapi memang ada yang masih kuat, tergantung kondisinya," tutupnya.


Selain donor plasma, UNS juga rutin menggelar donor darah saat pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk memenuhi stok darah di PMI yang menurun selama pandemi.

https://trimay98.com/movies/rust-and-bone/


Waduh, India Temukan 6 Kasus Varian Baru Corona Baru dari Inggris


 Varian baru Corona yang ditemukan di Inggris kini sudah sampai di India. Kementerian Kesehatan setempat mengatakan, ada enam orang yang kembali dari Inggris dalam beberapa pekan terakhir dan positif terinfeksi varian baru virus Corona yang lebih menular.

Dikutip dari laman Reuters, keenam pasien saat ini telah diisolasi. Selain itu, pemerintah juga sedang melacak pendatang yang datang bersamaan dengan keenam pasien tersebut.


"Kontak dekat mereka juga telah dikarantina," jelas kementerian itu.


Sebelumnya, India telah menangguhkan semua penerbangan dari Inggris hingga akhir bulan. Namun, sekitar 33 ribu penumpang telah terbang dari akhir November, sebelum larangan diberlakukan.


Dari kedatangan tersebut, 114 orang ditemukan positif mengidap virus Corona dan sampel mereka sedang diperiksa untuk varian baru. Namun, hingga saat ini baru ada enam yang positif memiliki varian baru virus Corona, yang juga telah terdeteksi di beberapa bagian Eropa dan Asia, lanjut Kementerian Kesehatan.


India, pada hari ini melaporkan 16.432 kasus baru virus Corona. Sehingga total infeksi virus Corona di negara tersebut menjadi 10.22 juta kasus dengan 148.153 kematian.


Otoritas kesehatan setempat memperkirakan akan memulai program vaksinasi untuk sekitar 300 juta orang awal bulan depan.

https://trimay98.com/movies/grandmas-boy/