Kamis, 24 Desember 2020

Samsung Hapus Postingan Ejek Apple Hilangkan Charger di iPhone 12

  Samsung sempat memposting ejekan ke Apple lantaran menghilangkan charger dalam paket penjualan ponselnya. Kini postingan tersebut dihapus.

Seperti diketahui ketika Apple mengumumkan iPhone 12 pada Oktober lalu, raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu memastikan tidak memberikan charger pada kotak penjualan ponsel barunya. Alasannya agar makin ramah lingkungan, karena dengan tidak memberikan charger artinya dapat mengurangi sampah elektronik.


Banyak yang pro dan kontra akan hal tersebut. Tapi langkah Apple ini tidak disia-siakan oleh sejumlah OEM Android untuk menghujamkan sindiran, salah satunya Samsung.


Lewat akun Facebooknya, vendor asal Korea Selatan ini mengatakan ponsel Galaxy memberikan charger, kamera terbaik, memori, bahkan layar 120Hz. Dalam postingan yang diunggah 13 Oktober itu disertakan pula foto charger yang mendukung pengisian cepat.


Tapi ironisnya selang beberapa waktu, muncul rumor kalau Samsung akan melakukan langkah serupa di ponsel flagship terbarunya. Bahkan muncul bukti kuat kalau kabar tersebut bukan isapan jempol.


Sebuah dokumen sertifikasi untuk seri Galaxy S21 yang diterbitkan oleh badan sertifikasi Brasil ANATEL beredar. Dalam sertifikasi tersebut, ditulis bahwa Galaxy S21, Galaxy S21+ dan Galaxy S21 Ultra tidak akan dijual dengan charger dan earphone.


Nah dengan dihapusnya postingan ejekan Samsung ke Apple, kian menguatkan lagi kalo Galaxy S21 series akan hadir tanpa charger dalam kotak penjualannya. Tapi ini perlu dibuktikan lagi setelah ponsel tersebut dirilis.


Samsung berencana mengumumkan Galaxy S21 series pada 14 Januari 2021.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-invasion-alien-shiriri/


Dikaitkan Kunjungan Dimplomatnya ke FPI, Jerman Butuh Nikel RI untuk...


Ramai isu liar di media sosial yang menyebut kedatangan staf Kedubes atau Diplomat Jerman ke Markas FPI terkait larangan ekspor nikel Indonesia. Jerman dinilai memanfaatkan kunjungan itu untuk membuat serangan balasan ke Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) soal gugatan larangan ekspor nikel.

Terlepas dari polemik kunjungan tersebut, memangnya seberapa butuh Jerman terhadap nikel Indonesia?


Pengamat Energi yang juga merupakan Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan Jerman dan Indonesia memang sangat tegang soal urusan nikel. Pasalnya, Jerman sangat membutuhkan pasokan nikel dari Indonesia untuk industri baterai listrik, sementara sumber dayanya tidak ada di negara tersebut.


"Kalau kita melihat bahwa nikel bahan baku utama pembuatan manufaktur di sana apalagi soal baterai di mana tren di sana berjalan di Eropa ke depan kebutuhan nikel akan sangat besar," ujar Mamit, Kamis (24/12/2020).


Di sisi lain, Indonesia sebagai negara yang kaya nikel justru memilih melarang ekspor nikel dan melakukan hilirisasi. Hal ini lah yang membuat Jerman bersitegang dengan Indonesia.


"Ini lah jadi polemik dengan Jerman kan pemerintah maunya hilirisasi, memang tren ke depan nikel ini mineral utama," ujar Mamit.


Hal yang sama juga dikatakan oleh Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Menurutnya, Jerman sangat membutuhkan nikel dari Indonesia karena kualitasnya yang terbaik.


"Seperti negara Eropa lainnya, Jerman sangat membutuhkan nikel Indonesia lantaran selain jaminan pasokan, juga kualitas nikel Indonesia yang terbaik. Jerman bisa saja mendapatkan nikel dari negara lain, tapi tidak ada jaminan pasokan dan kualitas nikel," jelasnya.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-fast-asleep-dreaming-world-big-assault/

Menkominfo Restui Tri Merger Indosat

 Kedua operator seluler Indonesia, Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo disebut akan melakukan merger satu sama lain. Mendengar kabar tersebut, pada dasarnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan dukungan.

Menkominfo mengatakan dukungan terjadinya konsilidasi antar operator seluler di Indonesia untuk memberikan dampak efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri.


"Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri telepon selular, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan opsel secara business to business," ujar Johnny kepada detikINET, Kamis (24/12/2020).


Lebih lanjut, kata Menkominfo, bahwa di Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, membuka ruang kerja sama yang lebih baik (ekonomis dan efisien) bagi industri telco dan penyiaran.


"Konsolidasi juga diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi dalam mempersiapkan investasi initial deployment 5G di Indonesia," ucapnya.


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa para pemegang saham kedua operator tersebut melakukan pembahasan terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi. CK Hutchison Holdings Ltd Hong Kong dikabarkan tengah mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yakni Indosat Ooredoo.


Ooredoo diketahui menguasai sekitar 65% saham Indosat. Sementara, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.


"Kami belum bisa berkomentar. Kami belum dapat informasi official. Jadi, ini masih spekulasi," ujar Danny kepada detikINET melalui sambungan telepon, Rabu (23/12).


Saat ditanya lebih lanjut, apakah Tri sudah melakukan pembahasan terkait konsolidasi dengan Indosat. Danny mengungkapkan bahwa pembahasan konsolidasi tersebut tidak hanya dilakukan dengan satu perusahaan saja.


"Jadi, itu pembicaraan antar pemegang saham, itu bicara ke semua bicara (soal merger) dengan Ooredoo, Axiata, Smartfren sudah saling bicara," ungkapnya.


Hanya saja menyangkut soal 'deal' Tri berlabuh ke mana, belum diketahui untuk saat ini. Langkah Tri untuk konsolidasi dengan operator seluler lainnya sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu.


"Sejak dua tahun lalu kita upayakan terjadinya konsolidasi. Tapi, untuk saat ini pembahasan masih pemegang saham, dari sisi manajemen belum ada," ucapnya.


Sedangkan dihubungi secara terpisah kepada Indosat Ooredoo, operator yang identik warna kuning merah itu memilih untuk tidak berkomentar soal isu merger dengan Tri.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-fierceness-that-invites-storm-operation-golden-spy/


Samsung Hapus Postingan Ejek Apple Hilangkan Charger di iPhone 12


 Samsung sempat memposting ejekan ke Apple lantaran menghilangkan charger dalam paket penjualan ponselnya. Kini postingan tersebut dihapus.

Seperti diketahui ketika Apple mengumumkan iPhone 12 pada Oktober lalu, raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu memastikan tidak memberikan charger pada kotak penjualan ponsel barunya. Alasannya agar makin ramah lingkungan, karena dengan tidak memberikan charger artinya dapat mengurangi sampah elektronik.


Banyak yang pro dan kontra akan hal tersebut. Tapi langkah Apple ini tidak disia-siakan oleh sejumlah OEM Android untuk menghujamkan sindiran, salah satunya Samsung.


Lewat akun Facebooknya, vendor asal Korea Selatan ini mengatakan ponsel Galaxy memberikan charger, kamera terbaik, memori, bahkan layar 120Hz. Dalam postingan yang diunggah 13 Oktober itu disertakan pula foto charger yang mendukung pengisian cepat.


Tapi ironisnya selang beberapa waktu, muncul rumor kalau Samsung akan melakukan langkah serupa di ponsel flagship terbarunya. Bahkan muncul bukti kuat kalau kabar tersebut bukan isapan jempol.


Sebuah dokumen sertifikasi untuk seri Galaxy S21 yang diterbitkan oleh badan sertifikasi Brasil ANATEL beredar. Dalam sertifikasi tersebut, ditulis bahwa Galaxy S21, Galaxy S21+ dan Galaxy S21 Ultra tidak akan dijual dengan charger dan earphone.


Nah dengan dihapusnya postingan ejekan Samsung ke Apple, kian menguatkan lagi kalo Galaxy S21 series akan hadir tanpa charger dalam kotak penjualannya. Tapi ini perlu dibuktikan lagi setelah ponsel tersebut dirilis.


Samsung berencana mengumumkan Galaxy S21 series pada 14 Januari 2021.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-fierceness-that-invites-storm-the-battle-of-the-warring-states/