Selasa, 22 Desember 2020

AS Habiskan Rp 27 Triliun untuk Singkirkan 5G Huawei-ZTE

  Amerika Serikat (AS) melarang Huawei dan ZTE berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur 5G di negaranya, dan telah menekan negara lain untuk melakukan langkah serupa. Malangnya Huawei dan ZTE, banyak negara lain yang mengikuti AS.

Saat ini, AS sedang bersih-bersih mengganti infrastruktur yang ada. Parlemen AS mendukung upaya ini lewat program dengan kucuran dana USD 1,9 miliar (sekitar Rp 27 triliun). Dana ini akan digunakan untuk menghapus peralatan jaringan telekomunikasi yang diklasifikasikan AS sebagai risiko keamanan nasional.


Huawei dan sejumlah perusahaan China lainnya, termasuk ZTE, masuk dalam klasifikasi ini. Pendanaan untuk program baru ini telah ditambahkan sebagai bagian dari bantuan pandemi COVID-19 senilai USD 900 miliar.


Dikutip dari Reuters, awal bulan ini Huawei menyatakan bahwa mereka kecewa dengan keputusan Federal Communications Commission (FCC) untuk memaksa penghapusan produk mereka dari jaringan telekomunikasi di AS.


"Langkah berlebihan ini membuat warga AS di daerah pedesaan sebagian besar kurang terlayani, terutama selama pandemi ketika jaringan komunikasi yang dapat diandalkan sangat penting," kata Huawei.


Baru-baru ini, Inggris juga melarang Huawei dan meminta operator jaringan telekomunikasi untuk menghapus infrastruktur Huawei pada 2027. Inggris pun melarang pemasangan peralatan 5G baru dari Huawei setelah September 2021.


Tak hanya itu, Inggris sedang bekerja untuk membuat undang-undang baru yang setelah disetujui nantinya, akan memungkinkan mereka merencanakan denda bagi operator telekomunikasi dan dapat meminta mereka membayar 10% dari omset atau 100.000 poundsterling per hari jika mereka tidak mematuhi peraturan baru tersebut.

https://cinemamovie28.com/movies/remember-me/


Aqila Hadirkan Solusi Keamanan Pintar Mudah Pasang


Meramaikan pasar Internet-of-Things (IoT) Tanah Air, Aqila membawa solusi keamanan pintar yang mudah pasang. Tidak hanya untuk smart home, solusi tersebut bisa dipasang di tempat usaha.

CEO Aqila Smart Home Security Nurwendi Putra menerangkan sistem keamanan pintarnya itu terdiri dari sensor pintu, jendela, gerak, gas dan kebakaran (asap). Adapula sensor banjir, sirine outdoor, RF repeater, qubecam, aqila yardcam, signage.


Kesemua sensor tersebut bermuara pada SecureHub yang nantinya akan terhubung dengan aplikasi yang terinstal di smartphone. Ini berkat adanya jaringan ganda, yakni WiFi dan GSM, sehingga SecureHub dapat terhubung ke internet.


"Ketika WiFi mati maka system akan otomatis berpindah ke jaringan GSM, karena memakai SIM card, dan dapat digunakan untuk 5 nomor yang bisa dihubungi. Melalui GSM, alert-nya bisa lewat sms atau telepon bahkan untuk pengoperasiannya juga bisa lewat telepon. SecureHub dan CCTV punya two way communication, sehingga kita bisa komunikasi dengan orang di rumah saat itu," jelas Nurwendi.


Dilanjutkannya sistem yang dipunyai dibekali frequency hopping spread spectrum (FHSS), diklaim anti jamming. Teknologi ini memungkinkan jaringan komunikasi pada sistem 'melompat' antara kanal frekuensi nirkabel guna memastikan transmisi data yang lancar.


"FHSS memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap gangguan frekuensi, pengacauan sinyal dan intersepsi jaringan. Teknologi ini juga dilengkapi enkripsi 128bit AES dengan level proteksi yang tinggi terhadap serangan digital," kata Nurwendi.


Untuk penggunaan awal, Aqila menyodorkan starter kit yang isinyasatu unit SecureHub,dua sensor pintu/jendela,satu sensor gerak,satu remote control dan satu qubecam (indoor camera). Sistem instalasi sangat mudah, bahkan bisa dikerjakan seorang diri kurang dari 10 menit.


"Kami pengen orang bisa menginstallnya dengan mudah, sehingga ketika dia buka satu paket starter kit bisa langsung dipasang sendiri dan nanti tinggal langsung dihubungkan ke apps. Jadi tidak butuh instalasi yang sulit," ujar Nurwendi.

Untuk starter kit, Aqila membanderol Rp 2,650 juta. Kalau ingin menambahkan sensor sekitar Rp 150 ibu - Rp 500 ribuan. Selain itu disediakan baterai kamera outdoor Rp 1,4 Juta yang bisa bertahan hingga 3 bulan dalam sekali kali charging.


Dalam aplikasi Aqila Smart dapat diunduh di Android maupun iOS. Lewat aplikasi ini pengguna bisa menambah atau atur beberapa perangkat sekaligus dengan satu aplikasi. memilih mode alarm dan notifikasi, menampilkan tayangan video dari kamera secara langsung, serta mengelola beberapa lokasi sekaligus dengan multiple home management.

https://cinemamovie28.com/movies/mother/


Komnas HAM Jelaskan Kondisi 3 Mobil dalam Kejadian Penembakan Laskar FPI

 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengecek tiga mobil yang terlibat dalam insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Komnas HAM membeberkan 3 kondisi mobil tersebut.

Mobil pertama, adalah mobil Avanza silver milik polisi. Di tempat itu, polisi menyebut empat laskar ditembak di dalam mobil karena mencoba merebut senjata api milik petugas.


Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menjelaskan terdapat bekas tembakan di mobil tersebut. Bekas tembakan, ada di dalam dan di luar mobil.


"Yang jelas ada bekas tembakan," kata Beka saat dihubungi, Selasa (22/12/2020).


"Ada di luar, ada di dalam," ujarnya.


Beka mengaku lupa terkait jumlah lubang pelurunya. Beka juga melihat ada ceceran darah di bagian dalam mobil.


"Iya, pokoknya ada bercak, bukan ceceran darah," ujar Beka.


Mobil Avanza silver itu juga rusak di bagian luar. Beka menyebut ada bekas garis lurus di bagian depan dan samping seperti bekas serempetan. Pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kerusakan itu.


"Pokoknya ada bekas garis lurus begitu. Bahwa memastikan itu (bekas) senjata tajam atau tidak belum bisa, karena kami sedang meminta kepada kepolisian apakah ada foto mobil tersebut, dokumentasinya sebelum dan sesudah kejadian," ujarnya.


Mobil kedua, merupakan mobil Chevrolet Spin yang ditunggangi enam laskar FPI. Mobil itu digunakan FPI saat terjadi insiden kejar-kejaran di Tol Jakarta-Cikampek.

https://cinemamovie28.com/movies/the-first-time-4/


Beka menyebut ada kerusakan di mobil itu. Namun, dia tidak ingat apakah ada bekas tembakan di mobil tersebut.


"Cacat-cacat ya, karena ada yang cacat di depan, karena katanya sebelumnya nabrak begitu. Bekas tabrakan, itu butuh pendalaman lagi ya karena baru keterangan polisi saja," ungkapnya.


"Aku lupa (ada tidaknya bekas tembakan) yang Chevrolet itu, sorry sorry," ujarnya.


Bagaimana kondisi mobil yang lain. Simak di halaman selanjutnya.


Mobil ketiga adalah Avanza silver lain milik polisi. Mobil tersebut, disebut Beka, tidak memiliki bekas tembakan seperti mobil polisi yang pertama.

"Iya ada satu yang kerusakannya tidak ada lubang pelurunya," katanya.


Apakah mobil tersebut digunakan untuk membawa 2 laskar yang tewas dalam baku tembak? Beka menyebut masih menyelidikinya.


"Ini yang sedang didalami, karena kami fokusnya hanya cek fisiknya kerusakannya seperti apa, belum sampai untuk mobil apa, mobil apa," jelasnya.


Seperti diketahui, Komnas HAM mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi tambahan usai mengecek mobil-mobil yang terlibat dalam insiden penembakan 6 laskar FPI. Komnas HAM masih membutuhkan waktu tambahan untuk mengungkap kasus ini.


Beka Ulung Hapsara mengaku hasil pengecekan mobil yang jadi barang bukti tersebut membuat semakin terang soal posisi duduk antara laskar dan polisi saat insiden penembakan yang terjadi.


"Memperjelas posisi polisi dan anggota FPI dalam mobil, kondisi mobil setelah kejadian dan kerusakan yang ada," kata Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Senin (21/12/2020) malam.

https://cinemamovie28.com/movies/elektra-luxx/