Senin, 21 Desember 2020

WHO Laporkan 3 Negara yang Punya Varian Baru Corona Inggris, Lebih Menular

 Varian baru Corona yang belakangan ditemukan di Inggris telah menyebar ke tiga negara. Varian baru Corona ini juga disebut-sebut lebih menular dan menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Inggris.

Dikutip dari CNN, Kepala teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove menyebut varian COVID-19 baru ini ditemukan di Denmark, Belanda, dan Australia.


"Kami memahami bahwa varian ini telah diidentifikasi juga di Denmark, di Belanda dan ada satu kasus di Australia dan tidak menyebar lebih jauh di sana," katanya kepada BBC dalam wawancara yang direkam sebelumnya.


Van Kerkhove menyebut mutasi Corona dari Inggris ini telah menyebar di Inggris sejak september. Namun, ia memastikan mutasi Corona sejauh ini tidak terbukti memperparah penyakit.


"Yang memprihatinkan, virus itu menyebar dan mutasinya banyak," jelas Maria.


"Kami memahami bahwa virus tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah dari informasi awal dari Inggris, meskipun sekali lagi penelitian tersebut sedang dilakukan untuk melihat pasien yang dirawat di rumah sakit dengan varian ini," tuturnya.


Menurutnya, lebih banyak sequencing atau pengurutan dilakukan, membantu melihat bagaimana penyebaran varian baru virus Corona di Inggris yang kemungkinan sudah beredar di tempat lain. Ia menekankan penting untuk melakukan pencegahan demi menekan varian baru Corona terus bermutasi.


"Semakin lama virus ini menyebar, semakin banyak peluang yang dimilikinya untuk berubah. Jadi kami benar-benar perlu melakukan semua yang kami bisa sekarang untuk mencegah penyebaran," tambahnya.


Berdasarkan keterangan WHO, berikut negara yang melaporkan mutasi Corona di Inggris:


Australia

Belanda

Denmark

Selain itu, sejumlah negara melarang perjalanan ke Inggris, berkaitan dengan mutasi Corona baru yang disebut lebih menular da;ah sebagai berikut.


Prancis

Jerman

Italia

Belanda

Belgia

Austria

Swedia

Swiss

Bulgaria

Rumania

Turki

Iran

Israel

Kuwait

El Salvador

Arab Saudi

https://trimay98.com/movies/furie/


Sudah Serius, Mutasi Corona di Inggris Disebut Mulai di Luar Kendali


Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan pada Minggu (20/12) bahwa pemerintah telah memberlakukan lockdown atau penguncian yang ketat di masa Natal dan tahun baru di London dan Inggris tenggara karena jenis baru virus Corona sudah "di luar kendali".

"Kami bertindak sangat cepat dan tegas. Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kami harus mengendalikannya," tutur Hancock kepada Sky News dikutip dari Medical Xpres, Senin (21/12/2020).


Sekitar 16,4 juta orang memasuki langkah-langkah lockdown "tingkat empat" paling ketat sejak Minggu, atau 31 persen dari populasi Inggris.


Mereka yang berada di wilayh ini tidak diizinkan mengadakan pertemuan keluarga untuk Natal, sementara di negara lain sejumlah rumah tangga diizinkan untuk berbaur hanya pada Hari Natal.


Hancock mengatakan situasinya "sangat serius".


"Akan sangat sulit untuk mengendalikannya sampai kami mendapatkan vaksinnya. Inilah yang kita hadapi selama beberapa bulan mendatang," katanya menambahkan.


Walikota London, Sadiq Khan, mengatakan kepada Sky News bahwa London sekarang memiliki jumlah pasien rawat inap yang sama seperti selama puncak gelombang pertama pada bulan April. Kasus juga meningkat pesat di antara mereka yang berusia 10 hingga 19 tahun, katanya.


Sebelumnya, otoritas penasihat kesehatan Pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus penyebab COVID-19 yang menyebar di negara itu memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Meski demikian belum ditemukan bukti yang menunjukkan varian mutasi ini lebih mematikan atau mempengaruhi vaksin.


"Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty melalui sebuah pernyataan dikutip dari Associated Press.

https://trimay98.com/movies/my-daughters-lover-2/

Ahli Ungkap 6 Tempat Berisiko Tinggi COVID-19 Termasuk Tempat Gym

 Penyebaran virus Corona bisa terjadi di mana saja, terutama di tempat umum atau berkumpul. Hal ini membuat para pakar kesehatan menyarankan untuk menghindari tempat-tempat ramai dan memiliki ventilasi udara yang buruk selama pandemi.

"Cobalah untuk menghindari (tempat-tempat ini) jika bisa, tapi jika Anda tidak bisa dan terpaksa tetap keluar, pakai masker dengan cara yang benar dan pastikan tempat yang dituju tidak terlalu ramai," kata ahli biodefense, Daniel Fagbuyi.


Berikut beberapa tempat yang harus dihindari untuk meminimalisir penularan COVID-19, yang dikutip dari HuffPost.


1. Tempat pertemuan sosial

Menurut seorang yang bertugas melakukan pelacakan kontak COVID-19 Michelle Krasowski, berbagai pertemuan sosial bisa menjadi pusat penularan virus.


Secara umum, risiko penularan pada suatu perkumpulan bergantung pada kemungkinan adanya orang yang terinfeksi di dalam perkumpulan tersebut. Menurut profesor di departemen kesehatan populasi NYU dan ahli dalam pemodelan COVID-19 serta pengawas perawatan kesehatan, Anna Bershteyn, itu mungkin bisa menularkan virus pada orang lain.


"Namun, ketika kasus di suatu daerah sangat tinggi, pertemuan yang relatif kecil pun bisa berisiko signifikan untuk menyebabkan penularan virus Corona," tegas Bershteyn.

https://trimay98.com/movies/the-work-wife/


2. Restoran dan bar

Sebagian besar data pelacakan kontak yang dipublikasikan, menemukan bahwa restoran dan bar bisa menjadi pusat penularan virus COVID-19. Meski begitu, Bershteyn mengatakan mungkin tidak semua memiliki risiko yang sama.


Menurutnya, risiko penularan di kedua tempat itu bisa lebih rendah jika lokasi keduanya berada di luar ruangan yang diberikan jarak yang luas, antara satu pengunjung dengan pengunjung lainnya.


Tempat apa lagi yang berisiko tinggi menjadi tempat penularan COVID-19? Klik ke halaman selanjutnya.


3. Tempat gym dan studio kebugaran

Sebuah studi baru yang mengevaluasi data transmisi COVID-19 menemukan bahwa tempat gym menjadi tempat paling berisiko kedua dalam penularan virus, setelah restoran.

Ini karena saat berolahraga, orang akan terengah-engah lebih dari biasanya dan mengeluarkan droplet dari pernapasan ke ruangan tersebut. Jika ventilasi udara kurang, droplet itu akan terus berada di udara selama berjam-jam dan kemudian terhirup oleh orang lain.


4. Tempat beribadah

Pertemuan di tempat keagamaan atau beribadah juga menempati urutan teratas dalam laporan pelacakan kontak dari Connecticut, Delaware, North Carolina, Maryland, dan Washington DC.


Di gereja dan pertemuan keagamaan lainnya, orang cenderung akan berbicara lebih banyak atau berdoa yang membuat partikel droplet dari pernapasan terbang ke udara. Jika berkumpul di dalam ruangan tersebut dalam waktu yang lama, penularan virus bisa saja terjadi.


5. Tempat kerja tertentu

Berdasarkan pelacakan kontak Montana, memperkirakan bahwa 1 dari 6 orang terpapar virus saat berada di tempat kerja. Contoh tempat kerja yang dimaksud seperti pabrik dan gudang.


"Kami telah melihat datanya dan sudah pasti terjadi (penularan) terutama pada industri di mana orang-orang berada dalam jarak yang dekat satu sama lain, dan karena suara keras mesin membuat mereka harus berbicara dengan cara berteriak," jelas Bershteyn.


6. Toko

Studi dari Boston juga menemukan bahwa pekerja di toko kelontong juga memiliki risiko yang besar tertular virus Corona. Ini karena mereka harus berinteraksi dengan begitu banyak pelanggan.


Untuk itu, para ahli menekankan bahwa di manapun Anda pergi cobalah untuk membatasi waktu yang harus dihabiskan bersama orang lain yang berpotensi menyebabkan penularan virus. Tak lupa juga tetap menjaga jarak dan ventilasi ruangan agar tetap baik.

https://trimay98.com/movies/part-time-wife/