Sabtu, 19 Desember 2020

Google Stadia Kini Tersedia untuk iOS dalam Versi Beta

 Apple memang dikenal sulit untuk layanan streaming game untuk menyediakan aplikasi iOS bagi pemilik iPhone dan iPad. Solusi yang diadopsi oleh layanan streaming ini adalah menyediakan akses melalui browser web pada perangkat.

Yang terbaru adalah Google Stadia setelah lebih dari setahun diluncurkan di platform lain. Pengumuman itu dilakukan di Twitter oleh akun resmi Stadia. Tweet tersebut menyertakan video pendek yang mengajari pengguna cara mengakses layanan dan itu cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya:


Luncurkan browser Safari iOS Anda

Buka Stadia.com

Masuk dengan akun Google Anda

Mulailah bermain

Anda dapat menambahkan pintasan aplikasi web ke layar beranda untuk memudahkan akses seperti yang ditunjukkan dalam video.


Mengutip Gizmochina, Stadia di iOS bekerja dengan Stadia Controller dan juga untuk Controller DualShock 4 dan Xbox One. Semua controller ini terhubung ke iPhone atau iPad melalui Bluetooth. Jika Anda tidak memiliki controller, Anda dapat mengaktifkan fitur gamepad sentuh saat meluncurkan game.


Peluncuran Google iOS datang tak lama setelah Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan layanan Xbox cloud gaming ke PC dan iOS tahun depan. Namun, Google bukanlah yang pertama melakukannya, layanan streaming game lain seperti NVIDIA GeForce NOW mengumumkan bahwa layanan tersebut sekarang dapat diakses melalui browser Safari pada bulan November. Luna milik Amazon juga tersedia melalui aplikasi web untuk iPhone dan iPad.

https://movieon28.com/movies/lima/


Microsoft Peringatkan Gamer yang Ingin Main Cyberpunk 2077


 Cyberpunk 2077 terus mengalami masalah pelik. Kini game yang sebenarnya amat dinanti itu diperlakukan khusus di toko game digital Microsoft, yaitu disertakan label peringatan tentang potensi adanya bug atau masalah dengan performanya di Xbox One.

"Pengguna mungkin mengalami masalah kinerja saat memainkan game ini di konsol Xbox One sampai game ini diperbarui," bunyi peringatan itu seperti dilansir detiKINET dari The Verge.


Sebelumnya, pengguna memang telah mengamati banyak nyabug dan masalah performa pada game Cyberpunk 2077 sejak peluncurannya minggu lalu, terutama saat dimainkan di Xbox One dan PlayStation 4.


Ketidakpuasan tersebut pada pemain ini membuat perusahaan pembuatnya, CD Projekt Red, dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang menyarankan bahwa pemain yang tidak senang akan game ini akan mendapatkan pengembalian uang untuk game tersebut.


Meski demikian, sempat dilaporkan banyak pemain yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan refund tersebut, mengingat kebijakan Sony dan Microsoft yang biasanya ketat untuk mengeluarkan pengembalian dana game digital.


Namun aturan tersebut berubah di mana Sony sendiri juga mulai menawarkan pengembalian uang secara penuh dari game Cyberpunk 2077 dan telah menarik game tersebut dari PlayStation Store.


Untuk Microsoft sendiri telah pula mulai menawarkan pengembalian dana penuh atas penjualan digital, tetapi permainan tersebut tetap ada di Microsoft Store dengan adanya label peringatan muncul di daftar permainan.


CD Projekt Red sejauh ini telah merilis dua perbaikan terbaru pasca peluncuran untuk membantu meningkatkan kinerja game Cyberpunk 2077 ini.


Ada juga dua patch yang lebih besar yang sedang dikerjakan untuk bulan Januari dan Februari yang akan memperbaiki "masalah paling menonjol" yang paling sering dialami pemain di konsol PS4 dan Xbox One.

https://movieon28.com/movies/bodyguard-ugal-ugalan/

Ekstensi Berisi Malware Merebak di Chrome dan Edge, Penggunanya Jutaan

 Avast melanjutkan penelitian CZ.NIC asal Ceko terkait puluhan ekstensi berisi malware yang ada di Google Chrome dan Microsoft Edge. Hasilnya adalah 28 ekstensi ditemukan menyimpan kode malicious atau berbahaya, dan parahnya ekstensi tersebut dipakai oleh jutaan pengguna.

Ekstensi tersebut ada sudah aktif sejak Desember 2018, dan aktivitasnya bermacam. Dari sekadar mengarahkan pengguna ke situs iklan dan phishing, mengumpulkan data persona, history browser, sampai menyusupkan malware ke perangkat korbannya.


Namun menurut Avast, puluhan malware itu punya tujuan utama yang sama, yaitu membajak lalu lintas data pengguna untuk mengambil keuntungan finansial. Setiap kali ekstensi itu mengarahkan pengguna ke situs tertentu, pembuatnya mendapatkan bayaran.


"Hipotesis kami adalah antara ekstensi tersebut memang sengaja dibuat dengan malware di dalamnya, atau pembuatnya menunggu sampai ekstensinya populer baru menyusupkan malware lewat update," ujar Jan Rubin, peneliti keamanan dari Avast.


"Atau bisa juga pembuatnya menjual ekstensi tersebut ke orang lain setelah membuatnya, barulah pembelinya itu menyusupkan malware," tambahnya.


Avast sudah melaporkan ekstensi ini ke perusahaan pembuat browsernya, yaitu Google dan Microsoft. Keduanya saat ini sudah mulai menginvestigasi ekstensi tersebut.


Dari 28 ekstensi berbahaya berisi malware tersebut, ada 15 yang ada di Chrome serta 13 di Edge. Jika anda menggunakan ekstensi ini, sebaiknya anda langsung menghapusnya.


Daftar ekstensi Chrome berisi malware

Direct Message for Instagram

DM for Instagram

Invisitble mode for Instagram Direct Message

Downloader for Instagram

Stories for Instagram

Universal Video Downloader

Video Downloader for FaceBook

Vimeo Video Downloader

Zoomer for Instagram and FaceBook

VK UnBLock. Works fast

Odnoklassniki UnBlock. Works quickly

Upload photo to Instagram

Spotify Music Downloader

The New York Times News

Daftar ekstensi Edge berisi malware

Direct Message for Instagram

Instagram Download Video & Image

App Phone for Instagram

Universal Video Downloader

Video Downloader for FaceBook

Vimeo Video Downloader

Volume Controller

Stories for Instagram

Upload photo to Instagram

Pretty Kitty, The Cat Pet

Video Downloader for YouTube

SoundCloud Music Downloader

Instagram App with Direct Message DM

https://movieon28.com/movies/bisikan-iblis/


Google Stadia Kini Tersedia untuk iOS dalam Versi Beta


 Apple memang dikenal sulit untuk layanan streaming game untuk menyediakan aplikasi iOS bagi pemilik iPhone dan iPad. Solusi yang diadopsi oleh layanan streaming ini adalah menyediakan akses melalui browser web pada perangkat.

Yang terbaru adalah Google Stadia setelah lebih dari setahun diluncurkan di platform lain. Pengumuman itu dilakukan di Twitter oleh akun resmi Stadia. Tweet tersebut menyertakan video pendek yang mengajari pengguna cara mengakses layanan dan itu cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya:


Luncurkan browser Safari iOS Anda

Buka Stadia.com

Masuk dengan akun Google Anda

Mulailah bermain

Anda dapat menambahkan pintasan aplikasi web ke layar beranda untuk memudahkan akses seperti yang ditunjukkan dalam video.


Mengutip Gizmochina, Stadia di iOS bekerja dengan Stadia Controller dan juga untuk Controller DualShock 4 dan Xbox One. Semua controller ini terhubung ke iPhone atau iPad melalui Bluetooth. Jika Anda tidak memiliki controller, Anda dapat mengaktifkan fitur gamepad sentuh saat meluncurkan game.


Peluncuran Google iOS datang tak lama setelah Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan layanan Xbox cloud gaming ke PC dan iOS tahun depan. Namun, Google bukanlah yang pertama melakukannya, layanan streaming game lain seperti NVIDIA GeForce NOW mengumumkan bahwa layanan tersebut sekarang dapat diakses melalui browser Safari pada bulan November. Luna milik Amazon juga tersedia melalui aplikasi web untuk iPhone dan iPad.

https://movieon28.com/movies/incarnation-of-the-devil/