Jumat, 18 Desember 2020

TikTok Bersih-bersih Massal Akun Konten Dewasa

 Para kreator OnlyFans mendapati TikTok menghapus akun-akun mereka secara massal dalam beberapa bulan terakhir dengan alasan melanggar kebijakan terkait konten yang bersifat ketelanjangan dan sex.

OnlyFans sendiri adalah aplikasi atau platform berbayar, di mana pengguna bisa menjual konten foto atau video dewasa. Rolling Stone melaporkan, dari sebagian kreator OnlyFans yang diwawancara, semuanya mengatakan video mereka tidak melanggar kebijakan TikTok. Mereka yakin penghapusan ini karena keterangan pada bio mereka ditautkan ke akun OnlyFans, baik secara langsung maupun aplikasi pihak ketiga.


Dikutip dari Gizmodo, pedoman komunitas TikTok melarang pengguna untuk memposting atau berbagi konten telanjang atau seksual eksplisit. Aturannya yang melarang eksploitasi seksual baru-baru ini diperluas dengan menyertakan istilah "konten yang menggambarkan, mempromosikan, atau mengagungkan permintaan seksual, termasuk menawarkan atau meminta pasangan seksual, obrolan atau gambar seksual, layanan seksual, konten seksual premium, atau sexcamming."


Namun lagi-lagi, banyak kreator yang mengaku kepada Rolling Stone bahwa akun mereka telah dihapus pada bulan November, sebelum TikTok memperbarui pedomannya. Terlepas dari itu, mereka juga mengaku tidak menyertakan tautan langsung ke akun OnlyFans mereka di akun TikTok, sehingga penghapusan massal akun-akun para kreator konten dewasa ini dipertanyakan.


Ally Hardesty, seorang kreator konten dewasa yang punya 40.000 follower di TikTok sebelum akunnya dihapus, mengatakan bahwa dirinya cukup tahu diri ketika memposting sesuatu sesuai dengan platformnya.


"Saya benar-benar berniat menjaga pakaian atau apapun yang saya kenakan, sangat berbeda antara di OnlyFans dengan TikTok. Di TikTok saya hanya suka menari dengan teman-teman dan semacamnya," ujarnya.


Ketika akunnya dihapus berbarengan dengan para kreator konten OnlyFans lainnya, TikTok menyebut aksi "bersih-bersih" tersebut dilakukan dengan alasan kebijakan terkait larangan konten ketelanjangan dan aktivitas seksual. Namun Hardesty yakin TikTok menghapus akunnya karena dia menautkan akun OnlyFans di bio TikTok-nya.


"Benar-benar mengecewakan. Bisa-bisanya TikTok menghapus akun kami tanpa peringatan karena apa yang kami lakukan di situs lain yang tidak terkait dengan TikTok," kata Hardesty.

https://trimay98.com/movies/offering/


Pengguna Indosat Gratis Langganan Amazon Prime Video


 Indosat Ooredoo bekerjasama dengan Amazon menghadirkan Amazon Prime Video kepada para pelanggannya. Sebagai daya tawar, layanan video on demand pesaing Netflix itu pun akan gratis berlangganan selama 30 hari.

Situasi pandemi COVID-19 membuat orang tak leluasa untuk mendapatkan hiburan secara leluasa, seperti datang ke bioskop. Kondisi tersebut dimanfaatkan Indosat menghadirkan hiburan online berupa Amazon Prime Video kepada pengguna IM3 Ooredoo.


Pengguna IM3 Ooredoo dapat menyaksikan berbagai film unggulan Amazon Original, mulai dari drama, komedi, dan serial anak-anak. Tayangan beragam hiburan suguhan Amazon Original diantaranya Tom Clancy's Jack Ryan, Hanna, dan Utopia diharapkan dapat menarik pengakses layanan ini.


Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer of Indosat Ooredoo mengatakan, kolaborasi dengan Amazon Prime Video menunjukkan upaya IM3 Ooredoo untuk terus memperkaya pengalaman, begitu juga membuat mereka tetap dapat menikmati hiburan meskipun tidak dapat pergi ke bioskop atau tempat hiburan lainnya akibat pandemi ini.


"Kami ingin orang-orang tetap berada di rumah, merasa aman, dan terhibur dengan layanan internet dari Indosat Ooredoo," tutur Ritesh dalam siaran persnya.


Seluruh user IM3 Ooredoo dapat gratis berlangganan Amazon Prime Video selama 30 hari melalui akun Amazon pribadi yang telah dimiliki maupun dengan membuat akun Amazon baru. Pelanggan IM3 Ooredoo dapat mengakses seluruh tayangan Amazon Prime Video melalui beragam perangkat seperti televisi, tablet, dan perangkat seluler.

https://trimay98.com/movies/may-the-devil-take-you/

Tok! Kemenkes Tetapkan Harga Rapid Test Antigen Maksimal Rp 275 Ribu

 Rapid test antigen dan PCR kini menjadi salah satu syarat keluar-masuk sejumlah kota termasuk DKI Jakarta dan Bali. Rapid test antigen bisa dilakukan di rumah sakit, klinik, maupun di bandara.

Meski begitu, harga rapid test antigen cukup variatif. Berdasarkan pemantauan detikcom di beberapa rumah sakit dan klinik, harga rapid test antigen berkisar antara 150 hingga 600 ribu rupiah.


Berbeda dengan rapid antigen, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mengatur tarif layanan tes PCR. Tarif batas tertinggi untuk tes swab PCR mandiri ditetapkan sebesar Rp 900 ribu.


Menanggapi variatifnya harga rapid test antigen, Kementerian Kesehatan RI kini juga menetapkan harga tertinggi rapid test antigen sebesar 250 ribu rupiah di pulau Jawa.


"Batasan tarif tertinggi untuk rapid test antigen sebesar 250 ribu rupiah di pulau Jawa, luar pulau Jawa 275 ribu," jelas dr Azhar Jaya Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI dalam Konferensi Pers Bersama Kemenkes RI dan BPKP Tentang HET Pemeriksaan Rapid Tes Antigen-Swab, Jumat (18/12/2020)


Tarif tersebut tidak berlaku bagi fasilitas kesehatan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah meliputi alat bantuanAPD ataureagen dari pemerintah. Tarif berlaku bagi masyarakat yang ingin melakukan rapid test antigen sendiri, hal ini tercantum di HK.02.02/1/4611/2020.

https://trimay98.com/movies/kalung-jelangkung/


TikTok Bersih-bersih Massal Akun Konten Dewasa


Para kreator OnlyFans mendapati TikTok menghapus akun-akun mereka secara massal dalam beberapa bulan terakhir dengan alasan melanggar kebijakan terkait konten yang bersifat ketelanjangan dan sex.

OnlyFans sendiri adalah aplikasi atau platform berbayar, di mana pengguna bisa menjual konten foto atau video dewasa. Rolling Stone melaporkan, dari sebagian kreator OnlyFans yang diwawancara, semuanya mengatakan video mereka tidak melanggar kebijakan TikTok. Mereka yakin penghapusan ini karena keterangan pada bio mereka ditautkan ke akun OnlyFans, baik secara langsung maupun aplikasi pihak ketiga.


Dikutip dari Gizmodo, pedoman komunitas TikTok melarang pengguna untuk memposting atau berbagi konten telanjang atau seksual eksplisit. Aturannya yang melarang eksploitasi seksual baru-baru ini diperluas dengan menyertakan istilah "konten yang menggambarkan, mempromosikan, atau mengagungkan permintaan seksual, termasuk menawarkan atau meminta pasangan seksual, obrolan atau gambar seksual, layanan seksual, konten seksual premium, atau sexcamming."


Namun lagi-lagi, banyak kreator yang mengaku kepada Rolling Stone bahwa akun mereka telah dihapus pada bulan November, sebelum TikTok memperbarui pedomannya. Terlepas dari itu, mereka juga mengaku tidak menyertakan tautan langsung ke akun OnlyFans mereka di akun TikTok, sehingga penghapusan massal akun-akun para kreator konten dewasa ini dipertanyakan.


Ally Hardesty, seorang kreator konten dewasa yang punya 40.000 follower di TikTok sebelum akunnya dihapus, mengatakan bahwa dirinya cukup tahu diri ketika memposting sesuatu sesuai dengan platformnya.


"Saya benar-benar berniat menjaga pakaian atau apapun yang saya kenakan, sangat berbeda antara di OnlyFans dengan TikTok. Di TikTok saya hanya suka menari dengan teman-teman dan semacamnya," ujarnya.

https://trimay98.com/movies/jailangkung-3/