Senin, 14 Desember 2020

Pilu, Kisah Wanita yang Meninggal Akibat Corona 5 Hari Sebelum Pernikahannya

 Seorang wanita meninggal akibat COVID-19 lima hari sebelum ia menikah. Calon pengantin yang bernama Stephane Lynn Smith ini awalnya mengira ia menderita herpes zoster atau cacar api.

"Dia pergi menemui dokter terkait kondisinya itu, dan dia (dokter) memberikan obatnya," kata ibunya, Oralia Smith yang dikutip dari Daily Star, Senin (14/12/2020).


Namun, bukannya membaik kondisi calon pengantin wanita yang berusia 29 tahun itu bertambah buruk. Bahkan tunangannya, Jamie Bassett, sampai membawanya ke rumah sakit dan ia didiagnosis COVID-19 dan pneumonia.


Setelah didiagnosis, Smith sempat kembali ke rumahnya. Tetapi, keesokan harinya ia harus kembali ke rumah sakit karena kadar oksigennya anjlok.


"Kami menciumnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan baik-baik saja," lanjutnya.


Dengan kondisinya yang semakin memburuk, Smith harus menghabiskan hari-harinya di rumah sakit. Di sana ia melakukan isolasi akibat COVID-19 dan terus berjuang menghadapi serangan kecemasannya.


Tepat lima hari sebelum hari pernikahannya, dokter mengatakan bahwa Smith telah meninggal dunia. Smith juga sempat menerima beberapa kali pertolongan CPR, tetapi tidak membuahkan hasil.


"Mereka mengatakan pada kami bahwa mereka kehilangan denyut nadinya empat kali. Dan mereka melakukanCPR, dan untuk terakhir mereka tidak bisa mendapatkan kembali denyut nadinya," ujar Jamie.

https://trimay98.com/movies/premium-rush/


4 Relawan Vaksin COVID-19 Pfizer Alami Bell's Palsy, Kondisi Apa Itu?


 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akan memantau kejadian Bell's Palsy yang terjadi di antara penerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech.

Temuan FDA mendapati dari 22 ribu partisipan penerima vaksin, empat diantaranya mengalami Bell's Palsy. Salah satu peserta mengalami kelumpuhan otot-otot wajah sekitar tiga hari setelah penyuntikan.


Keadaan kembali normal setelah tiga hari. Tiga orang lain mengalami kelumpuhan otot wajah setelah 9-48 hari pasca penyuntikan. Keluhan berangsur membaik setelah hari ke-10.


Sampai saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana vaksin COVID-19 dapat menyebabkan Bell's Palsy.


"Meskipun database keamanan terungkap adanya ketidakseimbangan kasus Bell's palsy [4 dalam kelompok vaksin dan tidak ada dalam kelompok plasebo], hubungan sebab akibat kurang pasti karena jumlah kasusnya sedikit," keterangan dalam FDA Briefing Document.


Dikutip dari Mayo Clinic, Bell's palsy, juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah perifer akut yang dapat terjadi pada semua usia.


Kondisi ini menyebabkan satu sisi wajah menjadi kaku. Pengidap Bell's Palsy umumnya mengalami kesulitan tersenyum atau menutup mata pada sisi yang terkena.


Bagi kebanyakan orang, Bell's palsy bersifat sementara. Gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa minggu, dengan pemulihan total dalam waktu sekitar enam bulan.


Meskipun penyebab pasti Bell's palsy tidak jelas, sering kali hal ini terkait dengan infeksi virus. Virus yang telah dikaitkan dengan Bell's palsy termasuk virus yang menyebabkan cacar air, herpes genital, campak, gondongan, hingga flu.

https://trimay98.com/movies/falcon-rising/

Minggu, 13 Desember 2020

Viral Kisah Wanita yang Pacarnya Meninggal karena Rokok, Ada Pesan Menohok

 Ditinggalkan kekasih yang kita sayangi tentu menyisakan duka yang mendalam. Apalagi ada keinginan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Seperti kisah Nadiya Paramitha yang berbagi kisah pilu kehilangan kekasihnya lewat akun TikToknya @nadiyaparamitha. Nadiya membagikan video tentang perjuangan kekasihnya melawan sakit paru-paru dan jantung akibat merokok. Kondisi kekasihnya semakin melemah dan meninggal dunia. Sontak video itu langsung viral di TikTok.


"Hey i still love u. Aku sudah bilang November kita tunangan," tulis @nadiyaparamitha.


Hingga Kamis (10/12/2020) video itu sudah dilihat lebih dari 8,6 juta Views, 962 ribu Likes dan 21 ribu komentar di TikTok. Dalam video lainnya yang diunggahnya ke TikTok, Nadia memberikan saran untuk netizen agar menghindari rokok. Dia pun memperlihatkan deretan bungkus rokok yang pernah dimiliki kekasihnya.


"Dia ngerokok dari kelas 3 SD, ini kotak-kotaknya. Jadi buat lo orang yang masih ngerokok, dia kesiksa banget, tidur nggak bisa telentang, harus duduk, itu sebulan gue nyaksiin itu. Jadi yang masih ngerokok, please berhenti," kata Nadiya dalam videonya yang viral.


Video curhat Nadiya mengenai kekasihnya yang meninggal di usia muda itu juga dibanjiri komentar warganet. Apalagi Nadiya juga memberikan pesan menohok untuk para perokok.


"Pliss yaa buat cowo" yang belum pernah nyentuh rokok jangan deh. gw gamau kalian kenapa" apalagi kalo dari salah satu kalian ada masa depan gw:((," ujar netizen dengan nama akun @Yeo Joo Da.


"It hurts. Yang tabah ya kak🥺 beliau pasti lagi di surga ngeliat kamu sambil senyum ️semangat ya!" ucap netizen lainnya dengan nama akun akun @Voxyd.


"Hey para cowo, ini ni yang selalu ditakutin sama cewek kalian, kalau dibilangin jangan ngerokok ikutin aja ya, kalau gak bisa setidaknya kurangi lha penggunaan rokoknya pahamkan:)," saran @Harta Tahta Beban ANAK PERTAMA.


"Bersyukur w gak pernah ngerokok, walau pun temen-temen tongkrongan gw pada nawarin rokok tapi w tetap gamau :)," saut akun @Flyy.

https://tendabiru21.net/movies/melancholy-is-a-movement/


Konfirmasi Nadiya Soal Kekasihnya yang Meninggal karena Merokok

Ketika dihubungi Wolipop, Nadiya Paramitha mengungkapkan tujuannya membuat video tersebut untuk berbagi kenangannya dengan sang kekasih. Kini video tersebut menjadi viral, dia pun senang karena bisa memberikan pesan untuk para perokok.


"Aku jujur kaget banget karena tujuan aku buat video itu sebagai memori aku sama dia kan, tapi aku seneng banget kalau ternyata kisah dia bisa menjadi pengingat bagi orang lain," kata Nadiya kepada Wolipop, Kamis (10/12/2020).


Mahasiswi Politeknik Negeri Lampung, jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan ini, mengaku sudah menjalin pacaran lebih dari tiga tahun dengan kekasihnya yang bernama Fawzan sebelum pria tersebut meninggal dunia. Mereka berpacaran sejak dia duduk di bangku kelas 3 SMP.


"Aku pacaran pertama kelas 3 SMP dia kelas 1 SMA. Putus terus balikan lagi saat aku kelas 2 SMA sekarang aku sudah semester 4. Kebiasaannya sehari-hari ya seperti mahasiswa pada umungnya aja kuliah, nongkrong bareng temen-temen dan aku. Dia juga suka olahraga kok. Dia sering ikut lomba bulu tangkis," jelasnya.


Wanita yang tinggal di Bandar Lampung itu menceritakan di balik gaya hidup sehat olahraganya, Fawzan memiliki kebiasaan merokok. Pria tersebut sudah jadi perokok aktif sejak masih SD.


"Dia merokok sudah lama banget sejak dia SD. Dia bilangnya gitu. Tapi dia nggak pernah ngerokok depan orangtuanya, bahkan depan aku aja ngejauh dulu." kata Nadiya.


Namun pada akhirnya kata Nadiya, kebiasaan merokok itu membuat Fawzan jatuh sakit. Fawzan mengeluh tentang kesehatannya ketika merasakan sesak di bagian dada, yang awalnya dikira maag. Tapi semakin hari kondisinya malah semakin melemah. Hingga pada 29 Juli 2020, Fawzan dilarikan ke rumah sakit. Dan meninggal dunia pada 24 Agustus 2020 dalam usia 21 tahun.


"Jadi dia periksa ke dokter penyakit dalam. Setelah di rontgen baru keliatan kalau di paru-parunya ada cairan. Diambil tindakan dipasang selang untuk keluarin cairan di paru-parunya itu. Terus dia di MRI, ternyata di rongga dadanya ada gumpalan. Dokter di Lampung nggak aada yang berani ambil tindakan bedah karena dokter bedah torax di Lampung cuma ada satu. Jadi dia dibawa ke Jakarta. Setelah diperiksa ulang ternyata jantungnya bocor," kenang Nadiya.

https://tendabiru21.net/movies/liam-dan-laila/