Minggu, 13 Desember 2020

Liputan Khusus: Bisnis Baju untuk Kucing Raup Omzet Hingga Puluhan Juta

 Memelihara kucing termasuk hobi yang tidak pernah lekang oleh waktu. Sejak dulu hingga kini pandemi Corona melanda, memelihara kucing menjadi pilihan untuk menghibur diri sekaligus menjadi teman bermain selepas penat beraktivitas seharian.

Kucing memiliki tingkah laku yang lucu dan menggemaskan. Apalagi kini ada aksesori penunjang seperti baju khusus untuk kucing, yang bisa membuat penampilan kucing semakin lucu.


Adanya konsumen yang ingin mendandani kucingnya dengan baju khusus ini pun menjadi peluang bisnis tersendiri. Baju untuk kucing hadir dengan berbagai macam karakter. Seperti baju kucing ala dokter, memakai hijab, seragam SD, dan superhero.


Salah satu orang yang melirik bisnis fashion baju untuk kucing ini adalah Fredi Lugina Priadi. Pria 39 tahun itu membangun bisnis baju kucing setelah awalnya melihat keponakanan dan kakaknya yang menyukai kucing terlebih dahulu. Mereka memberikan usul untuk mencoba membuat baju kucing.

https://tendabiru21.net/movies/13-the-haunted/


"Posisi saya 2017 sudah ada konveksi pakaian. Saya lihat di internet memang ada (baju untuk kucing dan anjing). Lalu saya coba model konvensional kayak kaus dan tunik. Pada 2018 kakak saya kasih ide untuk bikin kostum karakter dan bajunya pakai tangan jadi kelihatan berjalan," kisah Ferdi saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (10/12/2020).


Pembuat baju untuk kucing berikutnya adalah Umi Lestari. Wanita yang akrab disapa Mimi itu sebelum mencoba berjualan baju untuk kucing, bekerja sebagai karyawan swasta di Bojonegoro, Jawa Timur


"Setelah menikah saya berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga. Setelah pindah saya dan suami itu sama-sama suka kucing, jadi kami mengadopsi beberapa kucing waktu itu. Karena punya kucing itu lah saya kepikiran buat baju untuk kucing," ujarnya.


Sama seperti Fredi dan Mimi, Fani Nuryanto juga berbisnis rumahan baju kucing. Dalam setiap desain, Fani mengaku selalu mengedepankan konsep yang asli Indonesia.


"Saya selalu ingin tampil beda dari karya-karya saya. Unik menggelitik dan sedikit nyeleneh Konsep dan temanya yang saya kedepankan sudah pasti Indonesia punya," kata wanita yang berjualan baju untuk kucing sejak 2018 itu.


Peluang Cuan dari Bisnis Baju untuk Kucing.

Fani yang sebelum membuat baju untuk kucing bekerja berjualan helm mengaku usaha yang dijalaninya ini cukup menjanjikan. "Saya mempunyai 30 ekor kucing dan hasil penjualan baju kucing saya alhamdulillah cukup untuk biaya perawatan dan keperluan keluarga," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop.


Sedangkan Ferdi yang sudah dua tahun bisnis baju untuk kucing mengaku bisa mendapatkan omset Rp 1 juta setiap bulannya. Malah semenjak pandemi Corona ini dia merasakan kenaikan omzet.


Sedangkan Mimi yang merupakan penyuka kucing bisa mendapatkan omzet yang cukup lumayan dari bisnis fashion hewan menggemaskan tersebut. "Awal mulainya Desember 2016. Dan hingga kini omzet saya perbulan bisa Rp 10 juta," kata Mimi.


Simak selengkapnya kisah para pembuat baju untuk kucing ini dalam liputan khusus Wolipop 'Bisnis Fashion Baju Kucing.'

https://tendabiru21.net/movies/5-cowok-jagoan/

Sabtu, 12 Desember 2020

Kata MUI Soal Perlu-Tidaknya Status Halal Vaksin COVID-19

 Sejumlah kandidat vaksin Corona COVID-19 kini mulai bisa digunakan sebagai penggunaan darurat. Namun, kehalalan vaksin masih belum diketahui secara pasti.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh, mengatakan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam kondisi darurat seperti ini untuk penggunaan vaksin Corona.


Meski diharapkan nantinya vaksin Corona bisa teruji halal, namun dalam kondisi darurat, yang terpenting adalah vaksin tersebut memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan efek sampingnya.


Niam pun menjelaskan, prinsip pemberian sertifikasi halal atau tidak dalam kondisi darurat seperti ini, itu sama halnya dengan pertimbangan dalam pemberian izin penggunaan darurat yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Prinsip dasarnya kita tidak boleh mengonsumsi kecuali yang halal. Tetapi, in case nanti seandainya dalam proses produknya itu tidak memenuhi standar halal dan pada aspek keamannya sudah bisa di guarantee, maka akan masuk ke dalam fase yang kedua (boleh digunakan)," kata Niam dalam siaran MNC Trijaya FM, Sabtu (12/12/2020).


"Prinsipnya bisa jadi boleh menggunakan sesuatu zat yang tidak halal untuk digunakan dalam tujuan yang lebih besar," lanjutnya.


Meski begitu, Niam mengatakan, apabila nantinya sudah terdapat vaksin Corona yang dipastikan halal, maka vaksin yang memiliki bahan kandungan tidak halal tak diperkenankan untuk digunakan.


"Misalnya, di hadapan kita ada alternatif obat yang satu halal dan yang satu haram, maka yang nggak halal nggak boleh digunakan. Bukan serta merta kemudian boleh, nggak peduli meskipun ada yang halal, nggak boleh dalam kondisi yang seperti itu," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/mothers-lover-3/


Update Corona di Indonesia 12 Desember: Tambah 6.388 Kasus, Total 611.631


Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Sabtu (12/12/2020), bertambah 6.388 kasus. Total positif jadi 611.631, sembuh 501.376, dan meninggal 18.653.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Sabtu (12/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.388 menjadi 611.631

Pasien sembuh bertambah 4.490 menjadi 501.376

Pasien meninggal bertambah 142 menjadi 18.653

Sebelumnya pada Jumat (11/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 605.240, sembuh 496.886, dan meninggal 18.511.


Jabar Tembus Seribu! Ini Sebaran 6.388 Kasus COVID-19 RI 12 Desember


Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Sabtu (12/12/2020). Ada penambahan 6.388 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 611.631 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.283 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 992 kasus dan DKI Jakarta sebanyak 951 kasus baru per 12 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.490 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 142 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Sabtu (12/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.388 menjadi 611.631


Pasien sembuh bertambah 4.490 menjadi 501.376


Pasien meninggal bertambah 142 menjadi 18.653


Sedangkan sebaran 6.388 kasus baru Corona di Indonesia pada Sabtu (12/12/2020) adalah sebagai berikut


Aceh: 29 kasus

Sumatera Utara: 87 kasus

Sumatera Barat: 85 kasus

Riau: 178 kasus

Jambi: 63 kasus

Sumatera Selatan: 76 kasus

Bengkulu: 90 kasus

Lampung: 66 kasus

Bangka Belitung: 39 kasus

Kepulauan Riau: 59 kasus

DKI Jakarta: 951 kasus

Jawa Barat: 1.283 kasus

Jawa Tengah: 992 kasus

DI Yogya: 227 kasus

Jawa Timur: 769 kasus

Banten: 204 kasus

Bali: 69 kasus

Nusa Tenggara Barat: 37 kasus

Nusa Tenggara Timur: 22 kasus

Kalimantan Barat: 28 kasus

Kalimantan Tengah: 116 kasus

Kalimantan Selatan: 91 kasus

Kalimantan Timur: 161 kasus

Kalimantan Utara: 85 kasus

Sulawesi Utara: 78 kasus

Sulawesi Tengah: 44 kasus

Sulawesi Selatan: 226 kasus

Selawesi Tenggara: 40 kasus

Gorontalo: 11 kasus

Sulawesi Barat: 10 kasus

Maluku: 71 kasus

Maluku Utara: 12 kasus

Papua: 52 kasus

Papua Barat: 37 kasus.

https://movieon28.com/movies/mothers-lover-2/