Jumat, 11 Desember 2020

Tips Melancarkan ASI ala dr Reisa

 Banyak ibu yang baru melahirkan mengeluhkan produksi ASI yang tidak lancar. Terlebih, air susu ibu merupakan makanan utama bayi baru lahir. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak produksi ASI.

Masih banyak yang belum tahu bahwa pemenuhan sumber-sumber nutrisi wajib bagi ibu yang menyusui. Padahal, beberapa nutrisi tersebut dapat melancarkan produksi ASI.


Ada beberapa tips untuk memenuhi nutrisi ASI yang penuh gizi. Salah satunya mengonsumsi susu almond yang bermanfaat sebagai booster ASI.


"Karena proteinnya tinggi, banyak juga kandungan vitamin dan mineral yang bagus untuk ibu menyusui, "ujar dr Reisa Broto Asmoro dalam acara DR OZ Indonesia.


Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga dapat mempengaruhi kualitas ASI. Hal ini bermanfaat untuk membantu mencerdaskan otak si kecil hingga mencegah kegemukan tubuh.


Menurut dr Reisa, berikut ini nutrisi yang harus dipenuhi ibu menyusui untuk melancarkan ASI.


1. Mengonsumsi karbohidrat

Karbohidrat bermanfaat sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Namun bagi ibu menyusui, hindari karbohidrat simpleks seperti kue.


"Alasannya sebenarnya dua, untuk nutrisi si bayinya, kedua supaya ibunya tidak gemuk," ujar dr. Reisa


Karbohidrat yang lebih baik dikonsumsi ibu menyusui adalah karbohidrat kompleks. Misalnya beras merah, gandum utuh dan sereal.


Mengonsumsi protein juga sangat penting bagi ibu menyusui. Sebab, protein menjadi bahan bakar laktasi sehingga membantu melancarkan produksi ASI.


Beberapa sumber protein seperti tahu, tempe, telur, daging, susu dan kacang-kacangan merupakan deretan protein yang bisa konsumsi ibu menyusui. Kandungan protein ini juga sangat penting untung mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil.


2. Mengonsumsi lemak baik

Lemak baik perlu dikonsumsi ibu menyusui untuk pemenuhan gizi yang seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi ASI.


Lemak baik ini bisa dapatkan dari minyak zaitun, minyak ikan, minyak Kanola, dan avocado oil. Dokter Reisa mengatakan jenis lemak ini mengandung omega tiga dan omega enam.


Mengutip dari healthyeating.sfgate, kandungan asam lemak Asam alfa-linoleat dan asam docosahexaenoic, atau DHA yang terkandung dalam omega 3 berperan penting untuk perkembangan bayi. Sedangkan, kandungan asam linoleat dan asam arakidonat, atau ARA, dalam lemak omega-6 membantu bayi tumbuh, dan membantu otak untuk perkembangan yang tepat.


"Ini juga bagus untuk kecerdasan si kecil. sebab omega tiga dan 6 sangat bagus mendukung kecerdasan anak," tutur dr. Reisa. Sumber-sumber omega tiga dan enam juga dapat diperoleh dari mengonsumsi ikan lele, ikan teri basah, ikan tuna, dan salmon.


Penasaran tips-tips lain yang dibagikan dr Reisa untuk melancarkan ASI?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA.

https://nonton08.com/movies/jamon-jamon/


Selain Vaksinasi, Apa yang Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Kuat?


Menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan gaya hidup sehat menjadi hal yang penting di masa pandemi COVID-19 di akhir tahun ini. Selain dapat terhindar dari virus, hal itu juga membuat tubuh tidak akan mudah terserang penyakit.

Dilansir dari Healthline, selain vaksinasi ternyata ada banyak kebiasaan harian yang bisa kita terapkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ini. Kebiasaan ini bisa dilakukan setiap hari dengan mudah, berikut di antaranya:


1. Tidur yang Cukup


Tidur dan kekebalan tubuh sangat erat kaitannya. Dalam sebuah penelitian pada 164 orang dewasa yang sehat, mereka yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam lebih mungkin terkena flu daripada mereka yang tidur 6 jam atau lebih setiap malam.


Istirahat yang cukup dapat memperkuat kekebalan alami Anda. Selain itu, Anda mungkin tidur lebih banyak saat sakit untuk memungkinkan sistem kekebalan Anda melawan penyakit dengan lebih baik.


2. Olahraga Ringan


Studi menunjukkan satu sesi olahraga sedang dapat meningkatkan efektivitas vaksin pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Terlebih lagi, olahraga teratur dan sedang dapat mengurangi peradangan dan membantu regenerasi sel kekebalan Anda secara teratur.


Contoh olahraga ringan termasuk jalan cepat, bersepeda teratur, jogging, berenang, dan lintas alam ringan. Kebanyakan orang harus menargetkan setidaknya 150 menit olahraga sedang per minggu.

https://nonton08.com/movies/extreme-lesson/

Fakta-fakta Penyakit Misterius yang Landa India di Tengah Pandemi

 Ratusan orang di India dilaporkan terserang penyakit misterius. Mereka berakhir dirawat di rumah sakit, dan sebagian sudah cukup sehat sehingga bisa ke rumahnya.

Penyakit misterius ini terjadi saat India sedang memerangi pandemi COVID-19 dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia. Andhra Pradesh adalah salah satu negara bagian yang terkena dampak paling parah.


Berikut beberapa fakta terkait penyakit misterius ini yang telah dirangkum detikcom dari berbagai sumber.


1. Awal mula terdeteksi

Penyakit misterius ini pertama kali terdeteksi pada Sabtu malam di Eluru, Andhra Pradesh, India, yang menyebabkan pasien yang ditemukan mengalami gejala mual hingga kehilangan kesadaran. Berdasarkan laporan kantor berita Press Trust of India, satu pasien yang berusia 45 tahun dirawat di rumah sakit dengan menunjukkan gejala yang mirip epilepsi, mengeluh mual, dan meninggal dunia pada Minggu malam.


Dikutip dari CNN, pasien yang meninggal dunia disebut karena serangan jantung, para pejabat mengatakan kematian tersebut tampaknya tidak terkait dengan penyakit tak dikenal ini. Petugas kesehatan awalnya mencurigai adanya kontaminasi air karena semua pasien mengkonsumsi air yang sama. Tetapi, pejabat setempat mengesampingkan kemungkinan tersebut.


"Kami mengesampingkan pencemaran air atau polusi udara sebagai penyebabnya setelah petugas mengunjungi daerah-daerah di mana orang jatuh sakit," kata Menteri Kesehatan negara bagian Andhra Pradesh.


"Ini adalah penyakit misterius dan hanya analisis laboratorium yang akan mengungkapkan apa itu," jelasnya.


"Orang-orang yang jatuh sakit, terutama anak-anak, tiba-tiba mulai muntah setelah mengeluh matanya terbakar," kata seorang pejabat di Rumah Sakit Pemerintah Eluru mengatakan kepada surat kabar Indian Express.


"Beberapa dari mereka pingsan atau mengidap serangan jantung," tambah pejabat itu.


2. Gejala yang dialami

Adapun beberapa gejala yang dirasakan para pasien penyakit misterius tersebut. Gejalanya yakni:


Epilepsi, kejang

Kehilangan kesadaran

Mual dan muntah

Meskipun angka kasus COVID-19 di negara tersebut cukup tinggi, tetapi para pasien penyakit misterius tersebut dinyatakan negatif COVID-19. Berdasarkan tes darah yang dilakukan pun tidak menemukan adanya bukti infeksi virus lain seperti demam berdarah atau chikungunya.


"Setidaknya satu orang telah meninggal dan lebih dari 200 lainnya telah dirawat di rumah sakit karena penyakit misterius di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan," menurut laporan setempat.

https://nonton08.com/movies/in-the-cut/


3. Ditemukan adanya jejak timbal dan nikel dalam darah

Para tim dokter dari All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS) sedang menyelidiki penyebab kematian kasus wabah misterius tersebut. Hasilnya, Kepala Kantor Menteri Besar Andhra Pradesh, YS Jagan Mohan Reddy, mengatakan menemukan adanya kandungan logam timbal dan partikel nikel dalam sampel darah pasien.


"Demikian pula Institut Teknologi Kimia India (IICT) juga melakukan tes dan hasilnya masih menunggu," kata kantor Reddy dalam sebuah pernyataan.


Katamneni Bhaskar, Komisaris Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Andhra Pradesh mengatakan AIIMS di Delhi menguji 10 sampel darah. Hasilnya, mereka menemukan adanya jejak timbal dan nikel dalam sampel tersebut.


Bhaskar juga mengatakan, dari hasil sampel air yang diuji AIIMS di Delhi tidak menemukan adanya jejak timbal maupun nikel.


4. Penyebabnya diduga karena penggunaan pemutih dan klorin yang berlebih

Para pakar kesehatan menduga penyebab penyakit misterius ini berasal dari penggunaan pemutih dan klorin yang berlebihan dalam program sanitasi, sebagai bagian dari pencegahan COVID-19. Hal ini justru menjadi penyebab kontaminasi air.


"Pakar kesehatan menduga bahwa penggunaan bubuk pemutih dan klorin yang berlebihan dalam program sanitasi sebagai bagian dari tindakan pencegahan COVID-19 dapat menjadi penyebab kontaminasi air. Ini hanyalah salah satu penyebab yang kami jelajahi," kata Menteri Kesehatan Andhra Pradesh A Krishna Srinivas mengatakan kepada The Indian Express.


Tim ahli dari WHO, AIIMS (New Delhi), Institut Nutrisi Nasional, Hyderabad, Pusat Biologi Molekuler, dan Institut Teknologi Kimia India mengatakan kepada pemerintah setempat untuk fokus pada penyelidikan sumber pencemaran air.


Timbal dan nikel yang ditemukan dalam darah pasien kemungkinan disebut karena pestisida yang tercampur pada pasokan air di Eluru. Dokter dan ahli dari All-India Institute of Medical Sciences (AIIMS) mengatakan penyelidikan sejauh ini mengungkap tingginya kandungan timbal dan nikel pada pasien.


"Juga ditemukan bahwa ada penurunan yang signifikan pada tingkat timbal dalam tubuh pasien setelah 24 jam sakit," kata seorang pejabat.

https://nonton08.com/movies/delicious-room-salon-service/