Jumat, 11 Desember 2020

8 Jenis Vitamin dan Mineral untuk Memperkuat Sistem Imun Cegah COVID-19

 Sistem imun yang kuat sangat penting bagi tubuh mencegah berbagai penyakit, terutama di masa pandemi COVID-19. Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral dapat membantu kita untuk tetap sehat melawan virus dan bakteri pembawa penyakit.

Sayangnya, sebagian orang masih belum makan buah-buahan dan sayuran untuk menjaga diri tetap sehat. Makanan sehat menyediakan banyak zat termasuk vitamin dan mineral untuk membuat kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.


Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ahli diet, Maxine Smith, mengatakan sistem kekebalan tubuh yang sehat bergantung pada diet sehat yang seimbang dari waktu ke waktu.


Berikut beberapa jenis vitamin dan mineral yang dapat memperkuat sistem imun.


1. Vitamin C

Manfaat vitamin C untuk memperkuat sistem imun tubuh sudah tidak diragukan lagi. Vitamin C membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhannya.


Biasanya kandung vitamin C terkenal berada dalam jeruk. Namun vitamin C juga dapat ditemukan di beberapa makanan berikut ini:


- bayam

- kubis

- pepaya

- stroberi

- paprika


2. Vitamin E

Sama halnya dengan vitamin C, vitamin E bisa menjadi antioksidan kuat yang membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E merupakan bagian dari hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk cara kerja sistem kekebalan.


Berikut makanan yang memiliki kandungan vitamin E:


- kacang almond

- biji bunga matahari

- kacang hazel

- minyak seperti bunga matahari, safflower, dan minyak kedelai


3. Vitamin A

Vitamin A adalah penangkal infeksi yang tersedia pada makanan hewani seperti ikan, daging dan produk susu atau dari karotenoid tumbuhan. Tuna merupakan makanan hewani yang kaya dengan vitamin A.


Sementara makanan nabati yang mengandung vitamin A, antara lain:


- wortel

- ubi jalar

- labu

- blewah

- sayuran berdaun hijau tua

https://nonton08.com/movies/disclosure/


4. Vitamin D

Dikenal sebagai vitamin sinar matahari, vitamin D adalah salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung sistem kekebalan.


Selain sinar matahari, vitamin D dapat kita temukan di makanan berikut ini:


- ikan salmon

- ikan makarel

- tuna

- sarden

- susu

- sereal


5. Folat atau asam folat

Folat adalah bentuk alami dan asam folat adalah bentuk sintetis, yang sering ditambahkan ke dalam makanan karena manfaat kesehatannya. Untuk mendapatkan lebih banyak folat, tambahkan lebih banyak kacang dan sayuran ke dalam menu makanan.


Asupan folat bisa kita dapatkan dalam alpukat. Asam folat biasanya ditambahkan dalam beberapa jenis makanan seperti pasta, roti dan beras.


6. Zat besi

Zat besi membantu tubuh membawa oksigen ke sel, yang berperan dalam banyak proses sistem kekebalan tubuh.


Berikut makanan yang mengandung zat besi:


- daging merah

- ayam

- tiram

- sarden kalengan

- kerang


Namun jika Anda seorang vegetarian tidak perlu khawatir, sebab zat besi dapat ditemukan pada makanan berikut:


- kacang merah

- brokoli

- kale

- sereal


7. Selenium

Selenium memiliki efek kuat pada sistem kekebalan yang penting untuk mencegah infeksi.


Asupan selenium terdapat dalam makanan berikut ini:


- makanan laut (tuna, halibut, sarden).

- daging merah

- daging unggas.


8. Seng

Seng dibutuhkan untuk produksi sel sistem kekebalan baru. Zat ini bisa ditemukan dalam makanan hewani dan makanan nabati.


Asupan seng dapat ditemukan dalam makanan berikut ini:


- tiram kepiting

- daging merah dan unggas tanpa lemak

- kacang panggang

- yogurt

- buncis.

https://nonton08.com/movies/dangerous-liaisons/

Inikah Bayi Tertua di Dunia? Lahir dari Embrio yang Dibekukan 28 Tahun

 Seorang bayi perempuan bernama Molly baru saja lahir pada Oktober 2020 dengan berat sekitar 3 kilogram, setelah embrionya dibekukan sejak 1992 atau 28 tahun yang lalu. Pada Februari 2020, embrio Molly ditanamkan dalam rahim Tina Gibson, sang ibunda.

Tina dan suaminya telah berjuang hampir lima tahun untuk mendapatkan buah hati. Suatu hari, orang tua Tina mengetahui cerita tentang adopsi embrio di berita lokal dan memberi tahu anaknya.


"Kami merasa sangat diberkati Tuhan karena sudah memutuskan yang menjadi keluarga kami. Saya tidak bisa membayangkan memiliki anak lain, selain mereka," kata Tina.


Tina dan suaminya menghubungi National Embryo Donation Center (NEDC), sebuah organisasi nirlaba di Knoxville, Amerika Serikat (AS). Organisasi ini menyimpan embrio beku pasien yang menjalani proses bayi tabung dan sengaja disimpan untuk didonasikan.


Pasangan yang ingin mendapatkan embrio diberikan 200 sampai 300 profil pendonor, lengkap dengan riwayat keluarga masing-masing. Keluarga Gibson yang sudah lama menginginkan anak, tidak begitu peduli dengan banyaknya pilihan embrio.


"Saya dan suami mencoba mempersempit pilihan berdasarkan tinggi dan berat, lalu mencari yang mirip dengan kami," sambungnya.


Kelahiran Molly mencetak rekor baru untuk embrio terlama yang dibekukan dan berhasil dilahirkan. Rekor sebelumnya dipegang kakak Molly, Emma, yang juga lahir dari rahim Tina Gibson pada 2017, melalui proses donor embrio.


Berdasarkan donor embrio, Molly dan Emma adalah saudara kandung. Kedua embrio mereka disumbangkan dan dibekukan pada 1992, saat usia Tina Gibson masih setahun, di mana embrio Molly berusia 27 tahun sedangkan embrio Emma berusia 24 tahun saat ditransfer.


Lalu, bagaimana proses pembekuan embrio terjadi?


KLIK DI SINI UNTUK HALAMAN SELANJUTNYA

https://nonton08.com/movies/fatal-attraction/


8 Jenis Vitamin dan Mineral untuk Memperkuat Sistem Imun Cegah COVID-19


 Sistem imun yang kuat sangat penting bagi tubuh mencegah berbagai penyakit, terutama di masa pandemi COVID-19. Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral dapat membantu kita untuk tetap sehat melawan virus dan bakteri pembawa penyakit.

Sayangnya, sebagian orang masih belum makan buah-buahan dan sayuran untuk menjaga diri tetap sehat. Makanan sehat menyediakan banyak zat termasuk vitamin dan mineral untuk membuat kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.


Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ahli diet, Maxine Smith, mengatakan sistem kekebalan tubuh yang sehat bergantung pada diet sehat yang seimbang dari waktu ke waktu.


Berikut beberapa jenis vitamin dan mineral yang dapat memperkuat sistem imun.


1. Vitamin C

Manfaat vitamin C untuk memperkuat sistem imun tubuh sudah tidak diragukan lagi. Vitamin C membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhannya.


Biasanya kandung vitamin C terkenal berada dalam jeruk. Namun vitamin C juga dapat ditemukan di beberapa makanan berikut ini:


- bayam

- kubis

- pepaya

- stroberi

- paprika


2. Vitamin E

Sama halnya dengan vitamin C, vitamin E bisa menjadi antioksidan kuat yang membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E merupakan bagian dari hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk cara kerja sistem kekebalan.


Berikut makanan yang memiliki kandungan vitamin E:


- kacang almond

- biji bunga matahari

- kacang hazel

- minyak seperti bunga matahari, safflower, dan minyak kedelai

https://nonton08.com/movies/blue-velvet/