Kamis, 10 Desember 2020

Aktor George Clooney Masuk RS karena Radang Pankreas

 Aktor George Clooney dikabarkan masuk rumah sakit karena nyeri lambung. Ia mengalami radang pankreas akibat penurunan berat badan dalam rangka persiapan film terbarunya.

George Clooney mengalami pancreatitis setelah sukses menurunkan 13,6 kg berat badan demi fil terbarunya, The Midnight Sky. Dalam film tersebut, aktor 59 tahun itu menjadi seorang astronomer.


"Saya pikir saya berusaha terlalu keras menurunkan berat badan dengan cepat dan mungkin kurang menjaga diri," katanya kepada The Mirror.


Butuh beberapa pekan bagi George Clooney untuk memulihkan diri.


Dikutip dari Mayo Clinic, pancreatitis merupakan peradangan pada pankreas. Enzim-enzim untuk membantu pencernaan makanan diproduksi di organ tersebut.


Beberapa gejala yang menyertai pancreatitis akut antara lain:


Nyeri perut bagian atas

Nyeri perut yang menjalar hingga ke punggung

Nyeri perut yang terasa memburuk setelah makan

Demam

Denyut nadi meningkat

Mual-muntah

Kecenderungan memegangi perut.

Baca juga: Pemicu Jantung Bengkak yang Dialami Melisha 'Indonesian Idol' Sebelum Meninggal

Sedangkan pancreatitis kronis bisa ditandai dengan gejala sebagai berikut.


Nyeri perut bagian atas

Berat badan turun tanpa sebab

Buang air besar berlemak atau berminyak (steatorrhea).

https://cinemamovie28.com/movies/the-final-destination/


Ini Bedanya Sakit Tenggorokan karena Flu Biasa Vs Gejala COVID-19


 Sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala virus Corona COVID-19. Pada musim hujan seperti sekarang ini, sakit tenggorokan juga menjadi salah satu penyakit yang umum terjadi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala yang dirasakan pasien COVID-19 selain demam dan batuk. Namun, bukan berarti setiap merasa sakit tenggorokan itu artinya ada tanda infeksi virus Corona.


Sakit tenggorokan bisa terjadi akibat berbagai kondisi medis. Misalnya, disebabkan oleh adanya infeksi atau faktor lingkungan, yang menyebabkan rasa sakit, kering atau gatal di tenggorokan.


Dikutip dari Times of India, sakit tenggorokan pun bisa dibagi menjadi tiga bagian dan dapat dibedakan berdasarkan bagian tenggorokan yang terkena, di antaranya sebagai berikut.


Faringitis, mempengaruhi area tepat di belakang mulut.

Tonsilitis, pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

Laringitis, pembengkakan yang terjadi di kotak suara atau disebut juga laring.


Apa bedanya sakit tenggorokan akibat COVID-19 dan flu biasa?

Sakit tenggorokan pada pasien COVID-19 terjadi ketika virus memasuki selaput yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan pembengkakan di area tenggorokan.


Rasa sakit dan pegal yang dirasakan oleh orang yang terinfeksi virus disebut faringitis. Hal ini juga terjadi pada kasus flu biasa.


Meski keduanya memiliki kemiripan, namun pada pasien COVID-19 biasanya akan mengalami sakit tenggorokan dengan gejala yang lebih mendominasi, seperti demam, batuk, dan kelelahan.


Maka dari itu, apabila kamu hanya mengalami nyeri di area tenggorokan dan tanpa disertai gejala lain, kemungkinan itu adalah radang tenggorokan atau kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit selain COVID-19.


Untuk memastikan apakah kamu benar-benar terinfeksi COVID-19 atau tidak, maka ada baiknya untuk melakukan tes Corona ketika mengalami gejala COVID-19.

https://cinemamovie28.com/movies/final-destination-3/

Dua Tenaga Medis Dirawat Usai Menerima Suntikan Vaksin COVID-19 Pfizer

  Inggris jadi salah satu negara pertama yang mulai menjalankan program penyuntikkan massal vaksin COVID-19. Ini dilakukan dengan vaksin buatan perusahaan farmasi Pfizer-BioNTech.

Terkait hal tersebut, badan pengawas obat di Inggris baru-baru ini mengeluarkan peringatan agar orang-orang yang memiliki riwayat alergi parah tidak menerima suntikan vaksin. Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) mengumumkannya setelah ada dua tenaga medis yang dirawat.


Tenaga medis yang dirawat diketahui memiliki riwayat alergi. Keduanya mengalami gejala reaksi anafilaksis, yang biasanya melibatkan ruam kulit, sulit bernapas, dan terkadang turunnnya tensi darah, sesaat setelah menerima suntikan.


Kepala National Health Service (NHS), Professor Stephen Powis, menjelaskan dua tenaga medis terkait kondisinya kini sudah membaik.


"Biasa terjadi pada vaksin baru," kata Professor Stephen menjelaskan alergi merupakan salah satu reaksi yang bisa muncul dari vaksin secara umum, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (10/12/2020).

https://cinemamovie28.com/movies/destination-wedding/


Aktor George Clooney Masuk RS karena Radang Pankreas


Aktor George Clooney dikabarkan masuk rumah sakit karena nyeri lambung. Ia mengalami radang pankreas akibat penurunan berat badan dalam rangka persiapan film terbarunya.

George Clooney mengalami pancreatitis setelah sukses menurunkan 13,6 kg berat badan demi fil terbarunya, The Midnight Sky. Dalam film tersebut, aktor 59 tahun itu menjadi seorang astronomer.


"Saya pikir saya berusaha terlalu keras menurunkan berat badan dengan cepat dan mungkin kurang menjaga diri," katanya kepada The Mirror.


Butuh beberapa pekan bagi George Clooney untuk memulihkan diri.


Dikutip dari Mayo Clinic, pancreatitis merupakan peradangan pada pankreas. Enzim-enzim untuk membantu pencernaan makanan diproduksi di organ tersebut.


Beberapa gejala yang menyertai pancreatitis akut antara lain:


Nyeri perut bagian atas

Nyeri perut yang menjalar hingga ke punggung

Nyeri perut yang terasa memburuk setelah makan

Demam

Denyut nadi meningkat

Mual-muntah

Kecenderungan memegangi perut.

Baca juga: Pemicu Jantung Bengkak yang Dialami Melisha 'Indonesian Idol' Sebelum Meninggal

Sedangkan pancreatitis kronis bisa ditandai dengan gejala sebagai berikut.


Nyeri perut bagian atas

Berat badan turun tanpa sebab

Buang air besar berlemak atau berminyak (steatorrhea).


Ini Bedanya Sakit Tenggorokan karena Flu Biasa Vs Gejala COVID-19


 Sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala virus Corona COVID-19. Pada musim hujan seperti sekarang ini, sakit tenggorokan juga menjadi salah satu penyakit yang umum terjadi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala yang dirasakan pasien COVID-19 selain demam dan batuk. Namun, bukan berarti setiap merasa sakit tenggorokan itu artinya ada tanda infeksi virus Corona.


Sakit tenggorokan bisa terjadi akibat berbagai kondisi medis. Misalnya, disebabkan oleh adanya infeksi atau faktor lingkungan, yang menyebabkan rasa sakit, kering atau gatal di tenggorokan.


Dikutip dari Times of India, sakit tenggorokan pun bisa dibagi menjadi tiga bagian dan dapat dibedakan berdasarkan bagian tenggorokan yang terkena, di antaranya sebagai berikut.


Faringitis, mempengaruhi area tepat di belakang mulut.

Tonsilitis, pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

Laringitis, pembengkakan yang terjadi di kotak suara atau disebut juga laring.


Apa bedanya sakit tenggorokan akibat COVID-19 dan flu biasa?

Sakit tenggorokan pada pasien COVID-19 terjadi ketika virus memasuki selaput yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan pembengkakan di area tenggorokan.


Rasa sakit dan pegal yang dirasakan oleh orang yang terinfeksi virus disebut faringitis. Hal ini juga terjadi pada kasus flu biasa.


Meski keduanya memiliki kemiripan, namun pada pasien COVID-19 biasanya akan mengalami sakit tenggorokan dengan gejala yang lebih mendominasi, seperti demam, batuk, dan kelelahan.


Maka dari itu, apabila kamu hanya mengalami nyeri di area tenggorokan dan tanpa disertai gejala lain, kemungkinan itu adalah radang tenggorokan atau kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit selain COVID-19.


Untuk memastikan apakah kamu benar-benar terinfeksi COVID-19 atau tidak, maka ada baiknya untuk melakukan tes Corona ketika mengalami gejala COVID-19.

https://cinemamovie28.com/movies/final-destination-2/