Selasa, 13 Oktober 2020

Temui Sultan, Rektor UGM Bahas Pengembangan Alat Deteksi COVID-19 Genose

 Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X terkait perkembangan alat pendeteksi COVID-19 bernama GeNose. Peneliti GeNose menyebut alatnya mulai dapat diproduksi akhir tahun ini.

"Kami bersilaturahmi dengan Sri Sultan (HB X) terkait perkembangan inovasi GeNose, alat pendeteksi positif negatif dari pasien atau untuk melihat seseorang mengidap virus Corona, COVID-19 apa tidak," kata Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (12/10/2020).


Selain itu, pihaknya meminta dukungan Ngarso Dalem agar alat tersebut bisa secepatnya beredar di masyarakat. Terlebih saat ini GeNose sudah masuk dalam tahap uji klinis dan uji diagnosis.


"Yang itu sekarang dalam tahap uji klinis dan uji diagnosis dan menunggu izin edar dari Kemenkes. Tadi kita menyampaikan progres itu ke Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan dukungan agar alat ini bisa cepat beredar di masyarakat," ucapnya.


Sementara itu, salah satu peneliti GeNose, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra menambahkan, saat ini pihaknya sedang dalam persiapan uji diagnosis di sembilan rumah sakit. Bahkan bimbingan teknis untuk uji diagnosis pun sudah berjalan.

https://nonton08.com/cock-and-bull/


Nantinya, jika semuanya berjalan lancar, tim peneliti berharap pada pertengahan November 2020 atau paling tidak di akhir November 2020, proses produksi massal GeNose bisa dimulai.


"Kalau surat kelayakan uji fungsi dari alat ini sudah keluar dan komite etik sudah oke, pertengahan November sudah bisa mulai produksi massal," katanya.


"Tapi itu juga masih menunggu, karena setelah uji diagnosis, kita juga harus presentasi ke Kemenkes RI dulu, apa hasil yang dikeluarkan alat betul-betul akurat, baru Kemenkes RI mengeluarkan izin edar," imbuh Dian.


Terkait status kegunaan alat ini, Dian menyebut untuk saat ini terlalu dini jika GeNose disebut alat diagnosis COVID-19. Karena untuk bisa mencapai standar diagnosis, dari ilmu kedokteran mensyaratkan sebuah alat harus punya akurasi medis, meliputi sensitivitas, spesifisitas, dan Positive Predictive Value yang nilainya harus di atas standar.


"Karena belum ada hasil uji diagnosisnya, kita baru bisa mengatakan posisi alat ini sekarang masih bersifat alat screening mendampingi rapid test dan PCR," ucap Dian.


Sebelumnya peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama napas melalui embusan napas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).


GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.

https://nonton08.com/mr-vampire-saga-4/

6 Rekomendasi Posisi Bercinta Agar Cepat Punya Keturunan

 Kehadiran momongan adalah hal yang ditunggu oleh pasangan suami istri. Tak jarang, untuk mencapainya banyak yang melakukan program kehamilan agar cepat dikaruniai anak.

Cara lain sebenarnya dapat ditempuh dengan mengubah posisi saat melakukan seks. Dikutip dari The Bump, sejumlah posisi bercinta dapat mempermudah sperma bertemu sel telur dan peluang kehamilan lebih besar.


Anda dapat melakukan beberapa posisi seks di bawah ini yang dapat memperbesar peluang kehamilan.


1. Misionaris

Pada posisi ini, pria memiliki kendali untuk berada di atas wanita. Misionaris menjadi posisi klasik yang banyak dilakukan oleh pasutri.


Saat pria di atas, sperma dapat dengan mudah mengalir ke menuju ke rahim wanita. Tips tambahan bagi pasutri yang melakukan posisi ini dapat mengganjal bagian pantat wanita untuk membuat sperma lebih mudah menjangkau rahim.


2. Doggie

Menurut ahli, Posisi doggie dapat membuat proses penetrasi lebih dalam ketimbang beberapa posisi lainnya. Penetrasi lebih dalam dapat mendekatkan sperma dengan leher rahim yang mendorong proses pembuahan menjadi lebih cepat.


3. Posisi kaki di bahu

Pada dasarnya posisi ini merupakan variasi dari posisi misionaris. Dalam posisi ini, kaki wanita ditaruh di bahu pasangan sehingga penetrasi dapat sampai ke leher rahim.


Posisi kaki wanita menumpang di bahu pasangan juga dapat mendekatkan sperma pada leher rahim sehingga dapat mempercepat proses pembuahan.


4. Cowgirl

Menurut peneliti, sejumlah wanita memiliki rahim atau kandungan dalam posisi terbalik. Sehingga cara cowgirl lebih efektif untuk mempercepat pembuahan dibandingkan posisi lainnya.


Posisi menempatkan wanita di atas pria namun dengan membalik arah hadap wanita membelakangi pasangannya.


5. Posisi membelakangi pasangan

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sex and Marital Therapy menemukan bahwa posisi ini memperbesar peluang kehamilan karena penetrasi lebih dalam dibandingkan gaya klasik seperti misionaris. Penelitian ini melakukan pemeriksaan pengaruh dari posisi membelakangi pasangan dengan peluang kehamilan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).


6. Posisi wheelbarrow

Gaya wheelbarrow selain dapat membuat penetrasi lebih dalam juga dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan gaya lainnya.


Gaya ini merupakan variasi dari gaya doggie. Posisi ini dapat dilakukan dengan menahan posisi kedua tangan stabil dengan bertumpu pada lantai atau ranjang oleh wanita.


Sedangkan, pria mengangkat kaki wanita satu per satu. Setelah kedua kaki wanita ada di tangannya, baru posisikan tubuh dengan lutut bertopang di paha pria.


Selain posisi seks, mempercepat kehamilan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti waktu subur, kesehatan pasangan dan lain sebagainya.

https://nonton08.com/a-sunday-horse/


Temui Sultan, Rektor UGM Bahas Pengembangan Alat Deteksi COVID-19 Genose


Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X terkait perkembangan alat pendeteksi COVID-19 bernama GeNose. Peneliti GeNose menyebut alatnya mulai dapat diproduksi akhir tahun ini.

"Kami bersilaturahmi dengan Sri Sultan (HB X) terkait perkembangan inovasi GeNose, alat pendeteksi positif negatif dari pasien atau untuk melihat seseorang mengidap virus Corona, COVID-19 apa tidak," kata Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (12/10/2020).


Selain itu, pihaknya meminta dukungan Ngarso Dalem agar alat tersebut bisa secepatnya beredar di masyarakat. Terlebih saat ini GeNose sudah masuk dalam tahap uji klinis dan uji diagnosis.


"Yang itu sekarang dalam tahap uji klinis dan uji diagnosis dan menunggu izin edar dari Kemenkes. Tadi kita menyampaikan progres itu ke Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan dukungan agar alat ini bisa cepat beredar di masyarakat," ucapnya.


Sementara itu, salah satu peneliti GeNose, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra menambahkan, saat ini pihaknya sedang dalam persiapan uji diagnosis di sembilan rumah sakit. Bahkan bimbingan teknis untuk uji diagnosis pun sudah berjalan.


Nantinya, jika semuanya berjalan lancar, tim peneliti berharap pada pertengahan November 2020 atau paling tidak di akhir November 2020, proses produksi massal GeNose bisa dimulai.


"Kalau surat kelayakan uji fungsi dari alat ini sudah keluar dan komite etik sudah oke, pertengahan November sudah bisa mulai produksi massal," katanya.

https://nonton08.com/the-wind/