Minggu, 26 Juli 2020

2 Kemungkinan yang Dianalisis Polisi di Kasus Tewasnya Editor Metro TV

Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tewasnya editor Metro TV Yodi Prabowo yang ditemukan di pinggir Jalan Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel. Polisi mengungkap analisis-analisisnya terkait kematian Yodi Prabowo.
"Intinya kami ada dua (analisis) apakah itu ada pelakunya sehingga korban meninggal dunia, atau dengan dirinya sendiri sehingga menyebabkan meninggal dunia. Itu sementara yang kami bisa sampaikan analisis awal," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Irwan Santoso di Polres Jakarta Selatan, di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Irwan mengatakan hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Pesanggarahan masih terus melakukan pendalaman informasi.

"Sampai hari ini kami dari gabungan Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Polres Metro Jakarta Selatan, dengan Polsek Pesanggrahan tetap melakukan proses identifikasi, kemudian pengumpulan keterangan-keterangan data di lapangan," ujar Irwan.

Irwan juga mengatakan polisi masih mendalami tempat kejadian perkara (TKP). Pendalaman ini dilakukan guna menguatkan proses pembuktian terhadap kasus yang dialami Yodi.

"Jadi terakhir tadi malam sampai tadi pagi kami tetap masih mempelajari TKP. Tempat kejadian ditemukannya rekan kita sudah meninggal dunia, artinya kami masih dalam proses pendalaman-pendalaman yang menurut kami perlu, penting dalam rangka proses pembuktian," ucap Irwan.

Diketahui, Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol JORR, Jl Ulujami Raya, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7) siang. Kini, total ada 23 saksi yang telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisan.

"Tim khusus yang langsung dipimpin Dirkrimum Polda Metro, kita sudah lakukan olah TKP. Lalu hasil sementara oleh tim penyidik sudah 23 saksi yang telah dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7).

Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo meminta polisi segera menangkap pelakunya.

"Saya meminta, atas nama Metro TV, kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menuntaskan terungkapnya kasus ini agar kita semua bisa lebih tenang untuk pada akhirnya bisa mendapatkan keadilan dari apa yang dialami oleh almarhum Yodi," terang Arief.

Polisi Ungkap Hasil Autopsi Jenazah Editor Metro TV yang Tewas di Ulujami

Polda Metro Jaya mengungkap hasil autopsi jenazah editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol JORR, Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan. Polisi menyebutkan, dari hasil autopsi itu, korban mengalami luka di bagian dada dan leher.
"Hasil autopsi adalah yang terjadi pada mayat sudah lebih dua hingga tiga hari di TKP sebelum ditemukan. Kemudian, ada tusukan benda tajam terhadap tubuh korban. Pertama, di leher; dan kedua, di dada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di kantornya, Senin (13/7/2020).

Yusri mengatakan kedua luka tusuk dari benda senjata tajam tersebut berakibat fatal. Luka tusukan di bagian leherlah yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Yang leher ini mengakibatkan robek pada tenggorokan dan ini penyebab matinya korban ya. Hasil autopsi RS Polri penyebab utama meninggal itu tusukan di leher," kata Yusri.

Sementara itu, luka tusuk di bagian dada menembus hingga bagian tulang iga dan paru-paru korban.

"Termasuk yang di dada ini menembus tulang iga dan paru-paru," katanya.

Lebih lanjut Yusri mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 23 saksi dan CCTV yang berada di pinggir Tol JORR, tempat lokasi penemuan mayat korban. Dia menyebut hingga saat ini CCTV tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

"Kemarin kita sudah mengambil CCTV yang ada di pinggir tol. CCTV saat ini tengah diselidiki melalui tim khusus yang dibentuk oleh Pak Kapolda ini," terang Yusri.

Seperti diketahui, Editor Metro TV, Yodi Prabowo, ditemukan tewas penuh luka di pinggir Jalan Tol JORR, Ulujami, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7) sore. Sebelum ditemukan tewas, Yodi sempat hilang tanpa kabar selama tiga hari.

Polisi menduga korban dibunuh. Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo meminta polisi segera menangkap pelakunya.

"Saya meminta, atas nama Metro TV, kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menuntaskan terungkapnya kasus ini agar kita semua bisa lebih tenang untuk pada akhirnya bisa mendapatkan keadilan dari apa yang dialami oleh almarhum Yodi," terang Arief.
https://kamumovie28.com/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-25/

Menyusun Kepingan Puzzle di Kematian Editor Metro TV

Kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo masih menjadi misteri. Seperti menyusun kepingan puzzle, polisi kini masih merangkai sejumlah bukti dan juga keterangan para saksi.
Upaya-upaya kepolisian terus dilakukan untuk mencari untuk memecahkan kasus tersebut. Salah satunya dengan mencari merunut kegiatan terakhir korban sebelum tewas pada Selasa (7/7) malam lalu.

Polisi mencari tahu siapa orang terakhir yang bertemu dengan korban. Selain itu, polisi juga menganalisis sejumlah alat bukti untuk mencari tahu kegiatan apa yang dilakukan Yodi pada malam sebelum tewas.

"Jadi tadi malam pun sampai tadi pagi kita perlu merunut kembali ya dengan siapa keluar, dengan menggunakan apa, itu penting, bagus. Kita sedang telusuri. mudah-mudahan kami cukup untuk mendapatkan dan kemudian membuat kesimpulan nantinya," jelas AKBP Irwan kepada wartawan di Polres Jaksel, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Polisi juga menyusuri kamera CCTV di sepanjang jalan yang mungkin dilalui oleh Yodi Prabowo. Ini juga dilakukan untuk mengetahui siapa orang yang terakhir bersama korban.

"Jadi kita masih merunut beberapa CCTV sepanjang jalan di mana kira-kira korban melewati dan itu pun kami belum ada informasi," ucapnya.

Selain itu, polisi melakukan pemeriksaan forensik digital terhadap ponsel korban. Diharapkan dari pemeriksaan ini polisi mendapatkan titik terang kasus tersebut.

"Jadi HP korban sedang kita analisis secara forensik tentunya. Mudah-mudahan ada jejak yang penting, sehingga kemudian kita bisa mengarah kepada--misalkan pihak-pihak tertentu yang terlibat," tuturnya.

Untuk diketahui, Yodi dinyatakan menghilang sejak Selasa (7/7) malam. Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo sendiri mengatakan bahwa pihaknya hilang kontak dengan Yodi sekitar 3 hari sebelum ditemukan tewas pada Jumat (10/7) siang.

Polisi juga menelaah sidik jari yang menempel pada pisau hingga helm. Yodi tewas akibat luka tusuk di bagian leher dan dada. Sidik jari tersebut kini tengah diperiksa di laboratorium forensik untuk mencari siapa pelaku terkait tewasnya Yodi ini.

"Jadi masih proses. Jadi sekarang untuk sidik jari, jika memang ada dalam pisau, mungkin motor ataupun helm dan lain-lainnya, masih dalam proses laboratorium forensik," kata Kasat Reksrim Polres Jaksel AKBP Irwan Santoso kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Irwan mengatakan pihaknya perlu melakukan penyelidikan dengan cermat dan teliti. Sebab, korban sendiri diduga tewas 3 hari sebelum jasadnya ditemukan pada Jumat, 9 Juli 2020.

"Kami menemukan barang bukti itu informasi, itu setelah 3 hari. Jadi yang kami temukan di TKP itu lah yang kami temukan, kemudian kami uji dengan lab forensik," katanya.

Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian akan diteliti oleh Labfor. Diharapkan dari pemeriksaan forensik ini polisi mendapatkan petunjuk yang akan menjadi titik terang dalam mengungkap kematian Yodi Prabowo.

"Saat ini semua barang bukti itu kami upayakan secara penyidikan proses administrasi secara ilmiah kami meminta bantuan laboratorium forensik. Jadi untuk menentukan apa saja yang sekiranya menjadi petunjuk buat kami dalam rangka proses," tambahnya.

Selain itu, polisi juga kini tengah menganalisis kemungkinan-kemungkinan terkait kematian Yodi Prabowo.

"Intinya kami ada dua (analisis) apakah itu ada pelakunya sehingga korban meninggal dunia, atau dengan dirinya sendiri sehingga menyebabkan meninggal dunia. Itu sementara yang kami bisa sampaikan analisis awal," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Irwan Santoso di Polres Jakarta Selatan, di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Irwan mengatakan hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Pesanggarahan masih terus melakukan pendalaman informasi.

"Sampai hari ini kami dari gabungan Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Polres Metro Jakarta Selatan, dengan Polsek Pesanggrahan tetap melakukan proses identifikasi, kemudian pengumpulan keterangan-keterangan data di lapangan," ujar Irwan.

Polisi telah memeriksa 23 orang saksi untuk mendalami kasus ini. Para saksi terdiri dari keluarga, teman hingga kekasih korban.

"Tim khusus yang langsung dipimpin Dirkrimum Polda Metro, kita sudah lakukan olah TKP. Lalu hasil sementara oleh tim penyidik sudah 23 saksi yang telah dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Sebelumnya, polisi juga melakukan olah TKP dengan mengerahkan anjing pelacak. Dari dua kali hasil penelusuran anjing pelacak, selalu berakhir di sebuah warung.
https://kamumovie28.com/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-26/