Jumat, 10 Juli 2020

Papa T Bob Meninggal, Masyarakat Berduka Cita di Twitter

 Papa T Bob, sang maestro pencipta lagu anak meninggal dunia. Masyarakat menyampaikan duka citanya di media sosial.
Erwanda Lukas atau yang dikenal dengan nama Papa T Bob meninggal dunia di umur 59 tahun pada Jumat, 10 Juli 2020 pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob akan dikebumikan di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

Semasa hidup, Papa T Bob dikenal sebagai pencipta lagu anak. Ratusan lagu anak sukses ia ciptakan dan sebagiannya sukses menjadi hits, bahkan dikenal hingga kini.

Papa T Bob merupakan sosok di balik lagu Diobok-Obok dari Joshua, Bolo-Bolo dari Tina Toon, Jangan Marah dan Tanteku dari Trio Kwek Kwek dan lain-lain. Itu sebabnya, banyak masyarakat yang punya kenangan dengannya.

Dilihat detikINET, Papa T Bob pun menjadi trending topic Twitter, Jumat (10/7/2020). Ada 4.330 tweet dari netizen menyampaikan duka cita untuknya.

Para penyanyi cilik yang dulu dibina Papa T Bob seperti Joshua Suherman sampai para penggemar musik-musiknya semasa anak-anak sedih dan berterima kasih untuk jasa-jasanya. Bahkan sampai akun resmi Twitter Indonesia pun berbela sungkawa.

Sumbang Rp 402 M ke Ekonomi Manado, Grab Ajak UMKM Go Digital

Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menyebut empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 402 miliar ke perekonomian Manado di tahun 2019. Pada saat yang bersamaan, Grab juga meluncurkan program #TerusUsaha untuk membantu UMKM di Manado go digital.
Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya mengutip data Badan Pusat Statistik tahun 2018 yang menunjukkan lebih dari 60 ribu UMKM di Kota Manado atau merupakan 20,87% jumlah UMKM Sulawesi Utara, menyerap hampir 40% dari jumlah tenaga kerja di Sulawesi Utara. Namun, faktanya ada lebih dari 92% UMKM Sulawesi Utara yang belum terdigitalisasi.

Melihat hal ini, kata Halim, kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi kota Manado dapat terjaga di era new normal ini.

"Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Dijelaskan Halim, program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

"Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.

Kata Riyadi, saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, pihaknya percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi.

"Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab. Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal," ujar Riyadi.

"Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru," sambungnya.
https://cinemamovie28.com/fate-grand-order-zettai-majuu-sensen-babylonia-episode-2/

Teknologi VAR di Premier League, Canggih Tapi Bisa Salah

Premier League akui ada kekeliruan dari keputusan VAR untuk penalti Manchester United ke gawang Aston. Premier League bahkan mengakui kekeliruan terjadi di seluruh tiga laga Liga Inggris, Jumat (10/7) dini hari WIB.
Sebenarnya apa itu VAR dan mengapa bisa terjadi kekeliruan? VAR atau Video Assistant Referee sejak awal munculnya sudah membawa kontroversi. Teknologi hasil dari inovasi yang dilakukan oleh International Football Association Board (IFAB) yang sudah melakukan uji coba selama 7 tahun lamanya ini dirasa mengurangi drama dari sepak bola.

VAR adalah alat pembantu kinerja wasit, VAR digunakan untuk memutuskan beberapa peristiwa di sebuah laga sepak bola. Dikutip dari CNN, teknologi ini menentukan dalam terjadi gol, keputusan penalti, pemberian kartu kepada pemain, dan hingga menjatuhkan sanksi ke pemain.

Teknologi VAR dipasangkan di beberapa area lapangan. Namun tetap dibutuhkan wasit-wasit yang ahli di bidang VAR ini. Tanggung jawab tersebut terbagi atas tim yang ada di lapangan dan tim yang ada di ruangan. Tim VAR akan berkomunikasi dengan wasit untuk memutuskan suatu keputusan yang paling akurat. Ada juga ruangan khusus untuk mengamati hasil VAR yakni VOR atau Video Operation Room.

Hmm, harusnya tidak ada kesalahan dong kalau sudah pakai teknologi tinggi? VAR pada dasarnya adalah rekaman ulang video. Cuma, karena sistem VAR ini terlalu fokus dalam banyak hal sehingga tidak bisa fokus pada satu insiden saja.

Wasit juga masih bisa memberikan keputusan yang kurang tepat. Namanya manusia, selalu ada khilaf yang terjadi. Pun dengan teknologi, tetap ada persentase error meski sedikit -- tetapi bisa mempengaruhi tim di lapangan.

Seperti kekeliruan pada keputusan menghadiahi Manchester United penalti setelah Bruno Fernandes jatuh di kotak terlarang. Penalti itu berujung pada gol pertama di laga Aston Villa vs MU.

Papa T Bob Meninggal, Masyarakat Berduka Cita di Twitter

 Papa T Bob, sang maestro pencipta lagu anak meninggal dunia. Masyarakat menyampaikan duka citanya di media sosial.
Erwanda Lukas atau yang dikenal dengan nama Papa T Bob meninggal dunia di umur 59 tahun pada Jumat, 10 Juli 2020 pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob akan dikebumikan di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

Semasa hidup, Papa T Bob dikenal sebagai pencipta lagu anak. Ratusan lagu anak sukses ia ciptakan dan sebagiannya sukses menjadi hits, bahkan dikenal hingga kini.

Papa T Bob merupakan sosok di balik lagu Diobok-Obok dari Joshua, Bolo-Bolo dari Tina Toon, Jangan Marah dan Tanteku dari Trio Kwek Kwek dan lain-lain. Itu sebabnya, banyak masyarakat yang punya kenangan dengannya.

Dilihat detikINET, Papa T Bob pun menjadi trending topic Twitter, Jumat (10/7/2020). Ada 4.330 tweet dari netizen menyampaikan duka cita untuknya.

Para penyanyi cilik yang dulu dibina Papa T Bob seperti Joshua Suherman sampai para penggemar musik-musiknya semasa anak-anak sedih dan berterima kasih untuk jasa-jasanya. Bahkan sampai akun resmi Twitter Indonesia pun berbela sungkawa.