Selasa, 30 Juni 2020

Peneliti Inggris Sebut Obat HIV Tak Efektif untuk Pengobatan Pasien Corona

Kombinasi obat antivirus yang digunakan untuk pengobatan HIV disebut tidak memiliki efek menjanjikan pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
Para ilmuwan di Inggris yang menjalankan uji coba RECOVERY Trial di mengatakan lopinavir-ritonavir tidak bermakna bagi pasien virus Corona yang diteliti pada studi tersebut.

Setelah membandingkan 1.596 pasien yang diberi lopinavir-ritonavir dengan 3.376 pasien dalam kelompok kontrol, para ilmuwan tidak menemukan perbedaan dalam mortalitas, lama tinggal di rumah sakit atau risiko memakai ventilator.

"Hasil awal ini menunjukkan bahwa untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dan tidak menggunakan ventilator, lopinavir-ritonavir bukan pengobatan yang efektif," kata Peter Horby, Kepala Peneliti RECOVERY Trial dikutip dari Reuters.

Para ilmuwan tidak dapat menarik kesimpulan tentang efektivitas kombinasi obat tersebut pada pasien dengan ventilator karena kesulitan pemberiannya.

Sebelumnya obat HIV kombinasi lopinavir-ritonavir menjadi salah satu kandidat obat yang efektif untuk menyembuhkan pasien Corona. Obat HIV kombinasi Lopinavir-ritonavir juga sedang dipelajari dalam percobaan untuk pasien Corona oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Percobaan RECOVERY Trial yang berbasis di University of Oxford, Inggris, telah memeriksa efektivitas dari enam kemungkinan pengobatan untuk pasien COVID-19 dan telah menguji 11.800 pasien secara keseluruhan.

RECOVERY Trial beberapa waktu lalu juga menguji dexamethasone yang ternyata mampu mengurangi tingkat kematian pasien dengan bantuan oksigen dan ventilator.

Benarkah Konsumsi Vitamin D Bisa Cegah Virus Corona?

Meskipun vitamin D memiliki banyak manfaat bagi tubuh, para ahli ragu jika mengonsumsi vitamin D bisa mencegah atau mengobati virus Corona. Setidaknya ada lima studi yang diteliti lebih lanjut untuk mengetahui apakah vitamin D benar-benar bisa mencegah virus Corona.
Kelima studi tersebut menunjukkan keterkaitan manfaat vitamin D melawan virus Corona. Benarkah vitamin D bisa mencegah virus Corona?

Dikutip dari The Guardian, para ahli kesehatan masyarakat Inggris menyimpulkan tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa vitamin D bisa mencegah seseorang terkena virus Corona. Hal ini juga dikaitkan dengan keyakinan berjemur dapat mencegah virus Corona, para ahli meyakini kadar melanin yang lebih tinggi di kulit bahkan menyebabkan lebih sedikit penyerapan vitamin D dari sinar matahari.

"Meskipun ada manfaat kesehatan yang terkait dengan vitamin D, ringkasan bukti cepat kami tidak mengidentifikasi bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan suplemen vitamin D untuk pengobatan atau pencegahan COVID-19," kata Paul Chrisp, direktur National Institute for Health and Care Excellence (NICE).

"Kami tahu bahwa penelitian tentang hal ini sedang berlangsung dan NICE terus memantau bukti yang baru diterbitkan," lanjut Paul.

Komite Penasihat Ilmiah Gizi (SACN) mencapai kesimpulan yang sama. Dikatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung atau merekomendasikan suplemen vitamin D untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akut. Namun, baik NICE dan SACN menyarankan untuk tetap mengonsumsi vitamin D yang cukup per hari-nya demi menjaga kesehatan tulang dan otot.
https://kamumovie28.com/star/jonathan-billions/

4 Kebiasaan Sehat yang Bisa Bikin Awet Muda Seperti Vera Wang

Desainer asal Amerika Serikat, Vera Wang, membuat heboh jagat maya. Di usianya yang telah mencapai 71 tahun, Vera Wang justru masih terlihat seperti wanita berusia 30-an.

Selain tubuhnya yang masih ramping dan bugar, tak nampak sedikit pun ada kerutan atau keriput di wajahnya. Vera Wang mengaku, ia rutin menjalani gaya hidup sehat, seperti mengatur asupan gizi, berolahraga, dan menjaga kesehatan mental.

Menurut ahli gizi holistik, Meghan Telpner, penuaan kerap kali disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Karena itu, berikut adalah 4 kebiasaan-kebiasaan yang bisa kamu coba agar bisa awet muda seperti Vera Wang, dikutip dari Best Health.

1. Tidur cukup
"Tidur adalah waktu tubuh untuk beristirahat dan melakukan perbaikan," kata Telpner.

Telpner menyarankan tidurlah setidaknya delapan jam dalam sehari. Sebab, kurang tidur akan membuatmu mudah terserang penyakit dan mengalami stres.

"Tanpa tidur yang cukup, daya tahan tubuh kita akan menjadi lemah," ujarnya.

2. Aktif bergerak
Rutin melakukan olahraga ringan akan jauh lebih baik, daripada olahraga berat, tapi jarang dilakukan.

"Olahraga intensitas sedang jauh lebih baik untuk jangka panjang," ucap Telpner.

3. Terhidrasi
Telpner menegaskan, penting bagi kita untuk menjaga asupan cairan ke dalam tubuh. Sebab, dehidrasi bisa membuat seseorang mengalami penuaan. Karena itu, minumlah delapan gelas air putih dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh.

"Ketika dehidrasi, kita sebenarnya terlihat jadi lebih keriput," katanya.

4. Konsumsi makanan kaya antioksidan
"Jika penuaan disebabkan karena adanya sirkulasi radikal bebas di tubuh kita, maka mereka dapat dilawan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan tinggi," jelas Telpner.

Menurut Telpner, ada beberapa makanan yang mengandung tinggi antioksidan, seperti buah-buahan (buah beri), kacang-kacangan (kacang kenari dan biji labu), rempah-rempah (kunyit, kayu manis, dan daun oregano), dan sayuran.

Peneliti Inggris Sebut Obat HIV Tak Efektif untuk Pengobatan Pasien Corona

Kombinasi obat antivirus yang digunakan untuk pengobatan HIV disebut tidak memiliki efek menjanjikan pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
Para ilmuwan di Inggris yang menjalankan uji coba RECOVERY Trial di mengatakan lopinavir-ritonavir tidak bermakna bagi pasien virus Corona yang diteliti pada studi tersebut.

Setelah membandingkan 1.596 pasien yang diberi lopinavir-ritonavir dengan 3.376 pasien dalam kelompok kontrol, para ilmuwan tidak menemukan perbedaan dalam mortalitas, lama tinggal di rumah sakit atau risiko memakai ventilator.

"Hasil awal ini menunjukkan bahwa untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dan tidak menggunakan ventilator, lopinavir-ritonavir bukan pengobatan yang efektif," kata Peter Horby, Kepala Peneliti RECOVERY Trial dikutip dari Reuters.

Para ilmuwan tidak dapat menarik kesimpulan tentang efektivitas kombinasi obat tersebut pada pasien dengan ventilator karena kesulitan pemberiannya.

Sebelumnya obat HIV kombinasi lopinavir-ritonavir menjadi salah satu kandidat obat yang efektif untuk menyembuhkan pasien Corona. Obat HIV kombinasi Lopinavir-ritonavir juga sedang dipelajari dalam percobaan untuk pasien Corona oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Percobaan RECOVERY Trial yang berbasis di University of Oxford, Inggris, telah memeriksa efektivitas dari enam kemungkinan pengobatan untuk pasien COVID-19 dan telah menguji 11.800 pasien secara keseluruhan.

RECOVERY Trial beberapa waktu lalu juga menguji dexamethasone yang ternyata mampu mengurangi tingkat kematian pasien dengan bantuan oksigen dan ventilator.
https://kamumovie28.com/star/shigezou-sasaoka/