Jumat, 19 Juni 2020

Menjemur Pakaian di Dalam Ruangan, Bahaya Nggak Ya?

Sebagian orang mungkin pernah menjemur pakaian basah di dalam ruangan. Entah karena tidak ada tempat untuk menjemur, atau karena darurat karena aktivitas yang terburu-buru sehingga tidak sempat menjemur di luar ruangan.
Tentu beragam faktor bisa menjadi alasan, tetapi bahaya tidak sih menjemur pakaian di dalam ruangan untuk pernapasan?

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, menjelaskan bahwa menjemur pakaian dalam ruangan dapat mengakibatkan udara ruangan menjadi lembap.

"Jemur pakaian dalam ruangan memang ruangan jadi lembap, karena ada air maka ruangan jadi lembap," ujar dr Erlang saat dihubungi detikcom, Kamis (18/6/2020).

"Kalau berdampak ke pernapasan sih tidak, karena lembabnya itu tidak terus-menerus. Lain cerita kalau lembabnya terus-menerus maka yang tumbuh jamur. Bila itu terhirup jadi penyakit jamur di paru-paru," tambah dr Erlang.

Jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan. Professor David Denning dari National Aspergillosis Centre, Manchester, memberi saran untuk mencari tempat dengan ventilasi udara yang bagus.

"Saran saya adalah, jika kamu ragu untuk menjemur pakaian di luar ruangan, gunakan pengering baju atau jemur pakaian di tempat dengan ventilasi udara yang bagus jauh dari area keluarga dan tempat tidur. Lebih baik berhati-hati daripada nanti menyesal," kata Denning.

China Temukan Bukti Kontaminasi Parah Virus Corona di Pasar Kota Beijing

 China kembali mengalami ledakan kasus baru virus Corona COVID-19. Dilaporkan sudah ada lebih dari 100 kasus yang terkonfirmasi di Beijing, menimbulkan kekhawatiran penyebaran yang lebih luas.
Laporan terbaru dari investigasi yang dilakukan otoritas setempat menemukan bukti "kontaminasi parah" di pasar Xinfadi. Jejak virus disebut banyak ditemukan di pusat area perdagangan daging dan makanan laut yang memiliki luas sekitar 160 lapangan sepak bola.

Dikutip dari Reuters pada Kamis (18/6/2020), kepala epidemiolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Wu Zunyou, mengatakan kemungkinan suhu yang dingin dan udara lembab membuat area tersebut berpotensial sebagai sumber penyebaran virus.

Kluster di pasar China ini terkuak ketika beberapa pekerja di pasar jatuh sakit dan terkonfirmasi positif Corona.

Tim medis lalu menemukan jejak-jejak virus Corona pada talenan atau paparan iris yang biasa dipakai untuk mengolah ikan salmon. Karena takut jadi sumber virus, pemerintah China memutuskan menghentikan sementara impor salmon dari Eropa.

Perempuan Diduga Dokter Telanjang di Surabaya, Kok Malah Difoto Sih?

Di media sosial, viral video yang menunjukkan sosok seorang perempuan sedang telanjang di jalanan kota Surabaya. Satu akun Twitter yang mengunggah video berdurasi 44 detik tersebut menyebut perempuan itu adalah seorang dokter di Surabaya yang mengalami masalah mental.
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan mengaku belum mengetahui perihal video tersebut. Alasannya karena selama ini belum ada aduan dari atau laporan terkait peristiwa.

"Belum monitor. Laporan dari masyarakat juga belum ada yang masuk. Kejadiannya juga sudah lama ya sudah sekitar dua mingguan," kata Didik kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Menanggapi kejadian viralnya wanita telanjang ini, ahli kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari RS dr. H. Marzoeki Mahdi di Bogor mengatakan seharusnya orang-orang segera hubungi petugas dari dinas sosial atau aparat keamanan. Jangan melakukan tindakan yang malah bisa melecehkan harkat dan martabat.

"Mari kita juga menghindari memberikan stigma dan diskriminasi bagi orang dengan gangguan jiwa karena mereka dan keluarganya sudah cukup menderita dengan gangguan jiwa yang dialaminya," kata dr Lahargo saat dihubungi terpisah.

"Bila melihat dan menemukan orang dengan gangguan jiwa, segeralah menghubungi dinas sosial, aparat keamanan, atau pemerintahan setempat agar bantuan dapat segera diberikan. Hindari melakukan hal-hal yang melecehkan dan merendahkan harkat serta martabat mereka sebagai manusia," lanjutnya.

Menurut pengakuan Ketua RT setempat, Darojat, perempuan tersebut memang diketahui pernah mengalami masalah depresi. Ia membantah isu viral sang perempuan mengalami gangguan mental karena suami dan anaknya meninggal terinfeksi virus Corona COVID-19.

"Tidak benar kalau meninggal karena Corona. Anak dan suaminya masih hidup dan dalam keadaan baik," kata Darojat.
https://kamumovie28.com/the-host-2/

Kamis, 18 Juni 2020

Sering Ngorok Saat Tidur? Waspadai Risiko Kematian Mendadak

 Ngorok atau mendengkur saat tidur sering dianggap sebagai kebiasaan yang sepele bagi sebagian orang. Ada juga yang menganggap ngorok sebagai tanda tidur yang nyenyak karena terlalu lelah beraktivitas.
dr Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kesehatan tidur di Snoring and Sleep Disorder Clinic, mengatakan bahwa mendengkur dapat mengakibatkan hipertensi, stroke, jantung, depresi hingga kematian.

Menurut dr Andreas, ini disebabkan karena napas yang berhenti berkali-kali dengan mendengkur saat tidur. Napas yang berhenti berkali-kali saat tidur ini juga akan membuat orang terbangun berkali-kali tapi tidak sampai terjaga.

"Mendengkur saat tidur membuat napas terhenti berkali-kali dan ini sangat berbahaya, bisa menyebabkan hipertensi, stroke, jantung dan kematian," ujar dr Andreas saat ditemui di The Maj, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

dr Andreas juga mengatakan, mendengkur membuat kualitas hidup menjadi buruk. Karena dengan kita terbangun berkali-kali saat tidur berarti sudah memotong proses tidur kita dan membuat kita sering mengantuk serta mudah emosi keesokan harinya.

"Terbangun berkali-kali karena mendengkur saat tidur berarti sudah memotong proses tidur sehingga hipersomnia atau mudah mengantuk yang artinya buruk untuk kualitas hidup," jelas dr Andreas.

Bandingkan Corona dengan Flu, WHO Sebut COVID-19 Lebih Mematikan

 Virus corona (COVID-19) yang mulai mewabah di dunia sejak awal tahun 2020 lalu sering dibandingkan dengan virus influenza (flu). Keduanya menyebabkan masalah pernapasan dan memiliki gejala serupa namun virus flu sudah lebih lama menyebar di dunia.
Terkait hal tersebut Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan bahwa COVID-19 lebih mematikan daripada flu. Hingga saat ini tingkat kematian karena COVID-19 ada di angka 3,4 persen sementara flu berada di bawah 1 persen.

Namun demikian Tedros menyebut dunia masih memiliki kesempatan untuk menghentikan COVID-19. Berbeda dengan flu yang saat ini sudah menyebar luas menjadi penyakit musiman.

"Kesimpulannya COVID-19 menyebar tidak lebih efisien dibanding flu, transmisinya tidak didorong oleh orang-orang yang tidak sakit, menyebabkan gejala yang lebih parah dari flu, belum ada vaksin atau obatnya, dan masih bisa dikendalikan," kata Tedros seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/3/2020).

Data WHO mencatat flu musiman bisa menyebabkan lebih dari 3-5 juta kasus penyakit parah yang berujung pada 290 ribu sampai 650 ribu kematian tiap wabah. Sementara COVID-19 tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi hingga Rabu (4/3) ada 93 ribu kasus, sekitar 3.000 kematian, dan lebih dari 50 ribu orang sembuh.

Bersifat Antiseptik, Tisu Magic Tak Terpengaruh Kelangkaan Hand Sanitizer

 Hand sanitizer tengah menjadi buruan di tengah ketakutan warga terhadap virus corona COVID-19. Stok kosong di mana-mana, kalaupun ada harganya melonjak setinggi langit.
Fungsi hand sanitizer tak lain adalah untuk membersihkan tangan dari kuman. Kandungan alkohol atau bahan antiseptik lainnya diharapkan bisa mengurangi risiko infeksi bakteri maupun virus.

Selain hand sanitizer, produk lain yang juga punya efek antiseptik adalah tisu magic. Meski lebih populer sebagai alat bantu seks untuk memperlama durasi bercinta lewat efek kebas, produk ini juga memiliki kandungan alkohol seperti halnya hand sanitizer.

Pantuan detikcom di beberapa toko swalayan menunjukkan pilihan pertama untuk menangkal kuman tetap jatuh pada hand sanitizer. Penjualan isu antiseptik tersebut tetap normal, sementara rak hand sanitizer tampak kosong alias terjual habis.

"Orang tahunya buat yang lain," kata Maharani, seorang kasir swalayan di Jakarta Timur, mengomentari penjualan tisu antiseptik, Rabu (4/2/2020).
https://cinemamovie28.com/cast/rita-moreno/