Selasa, 16 Juni 2020

Heboh Bintang Emon Dituduh Pemakai, Apa Sih Ciri-ciri Kecanduan Narkoba?

Komika Bintang Emon baru-baru ini dituduh sebagai pemakai narkoba oleh dua akun anonim di media sosial. Tidak terima dinyatakan seperti itu, Bintang membuktikan dirinya negatif narkoba dengan menunjukkan hasil tes dari rumah sakit.
"Pasien diperiksa di RS Pondok Indah Puri Indah dan dilakukan pemeriksaan urin tes Amphetamine, Opiates Coccaine, zmarijuana (THC), dan Benzodiapine hasilnya dinyatakan negatif," begitu jelas surat keterangan dari rumah sakit untuk Bintang.

Ada beberapa ciri seseorang adalah pemakai atau pemadat narkoba. Berikut ciri-cirinya dikutip dari Mayo Clinic:

Masalah di sekolah atau di tempat kerja
Para pemakai sering absen di sekolah atau di tempat kerja. Kegiatan sosial di lingkungan sekolah atau kinerja di pekerjaan pun menurun.

Masalah kesehatan fisik
Para pemakai kurang memiliki energi dan motivasi. Mereka juga mengalami penurunan atau kenaikan berat badan disertai mata memerah.

Penampilan yang terabaikan
Para pemakai tidak memiliki penampilan yang rapih. Terkesan tidak terawat dan tidak terlalu memperdulikan penampilan seperti sebelumnya.

Perubahan perilaku
Adanya perilaku yang berbeda misalnya anggota keluarga dilarang masuk ke kamar. Ada rahasia yang disembunyikan dari teman-teman terdekat termasuk keluarga sehingga hubungan menjadi terganggu.

Masalah uang
Para pemakai sering tiba-tiba meminjam uang tanpa alasan yang masuk akal. Barang-barang keluarga dan teman terdekat bisa jadi telah dicuri untuk membeli narkoba.

Tentunya, seseorang tidak bisa dinyatakan memakai narkoba hanya dengan melihat ciri fisik dan perubahan perilaku. Diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan ada tidaknya jejak bahan terlarang di tubuhnya.

Disebut Menular Saat Berbicara, Berapa lama Virus Corona Bertahan di Udara?

Sebuah penelitian dari National Institute of Health menemukan partikel virus Corona COVID-19 yang dilepaskan saat berbicara, bisa bertahan di udara selama 8-14 menit. Hal ini menjadi peringatan bahwa penularan virus ini bisa terjadi melalui udara.

Sebelumnya, virus Corona diketahui hanya bisa menular dari droplet yang keluar dari sistem pernapasan saat batuk dan bersin saja. Tetapi, kini para ilmuwan dalam penelitian ini membuktikan dengan bicara saja bisa mengeluarkan ribuan droplet.

"Ada kemungkinan besar dengan berbicara normal saja bisa menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan yang terbatas," kata penelitian tersebut yang dikutip dari CNBC, Selasa (16/6/2020).

Droplet yang keluar saat berbicara dan bisa menularkan virus juga bisa berasal dari orang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik virus Corona. Ini membuat droplet yang mereka keluarkan juga berpotensi menularkan virus tanpa disadari.

"Hasil pengamatan menggunakan laser juga melihat, berbicara dengan suara keras bisa mengeluarkan lebih banyak droplet dari pernapasan tubuh, sekitar ribuan droplet per detik," jelasnya.

Hingga kini, para ilmuwan masih berusaha untuk memahami sejauh mana droplet ini bisa menyebar dan berapa lama bisa bertahan di udara. Di ruang tertutup dan stagnan, para peneliti juga meneliti percobaan yang sama. Hasilnya, pada ruangan tertutup droplet yang keluar saat berbicara bisa bertahan hidup di udara selama 8-14 menit.

Namun, lamanya droplet bertahan di udara tergantung pada berbagai faktor. Ini termasuk volumenya saat berbicara, usia, dan seberapa kering kondisi mulutnya.
https://nonton08.com/juuni-taisen-juuni-taisen-zodiac-war-episode-8/

5 Fakta Lonjakan 100 Kasus Baru Virus Corona di Beijing yang Diwaspadai WHO

 Baru-baru ini China kembali melaporkan lonjakan kasus Corona usai 2 bulan dinyatakan aman dari Corona. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta seluruh negara waspada terhadap munculnya kembali lonjakan kasus Corona di China.
Mulanya terdapat lebih dari 50 kasus Corona ditemukan di pasar Xinfadi, Beijing. Kini pemerintah setempat tengah melakukan tes massal untuk menghadapi gelombang kedua Corona, berikut 3 hal di balik desakan WHO untuk waspada terkait dengan gelombang kedua di China.

WHO konfirmasi lebih dari 100 kasus
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lebih dari 100 kasus virus Corona (COVID-19) resmi tercatat dalam cluster penularan baru di Beijing, China. WHO pun memperingatkan negara-negara untuk tetap waspada.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/6/2020), WHO menyatakan sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan dalam cluster penularan Corona terbaru di ibu kota China itu. Namun, sebut WHO, melihat pada luas dan konektivitas wilayah Beijing, kemunculan cluster baru ini patut memicu kekhawatiran serius.

"Bahkan di negara-negara yang telah menunjukkan kemampuan untuk menekan penularan, negara-negara itu harus tetap waspada pada kemungkinan kemunculan kembali," ujar Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual.

Strain disebut berasal dari Eropa
Yang Peng, ahli dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing, membahas lonjakan kasus baru dalam wawancara televisi pada hari Minggu, mengklaim bahwa urutan genom dari strain virus di China berasal dari Eropa. Namun pihak berwenang juga mengatakan mereka masih berusaha memahami bagaimana virus ditransmisikan ke pasar grosir Xinfadi.

"Sekuensing genom menunjukkan strain sebenarnya dari Eropa, peneliti bekerja untuk menentukan dengan tepat bagaimana mereka telah mencapai pasar," ujar Yang.

Dugaan dua kemungkinan awal wabah kedua
Yang, mengatakan ada dua kemungkinan yang diteliti tentang bagaimana virus itu masuk ke pasar. "Seseorang mungkin melalui makanan laut atau daging yang terkontaminasi (diimpor dari luar negeri)" jelasnya.

"Epidemi di negara lain masih sangat parah," sebut Yang.

Teori lainnya adalah bahwa virus Corona dibawa ke pasar oleh orang-orang yang menyebarkan virus melalui bersin dan batuk.

Beijing lockdown 21 wilayah
Lockdown juga telah diperluas ke 21 kompleks perumahan dekat dengan pasar. Tempat-tempat olahraga dalam ruangan dan hiburan di seluruh Beijing telah diperintahkan untuk ditutup, seperti halnya banyak sekolah.

"Sesuai dengan prinsip untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, kami telah mengambil langkah-langkah penguncian (lockdown) di pasar Xinfadi dan sekitarnya," kata seorang pejabat setempat, Chu Junwei.

Tes massal
Pasar tutup pada Sabtu pagi dan pembatasan diberlakukan pada lingkungan terdekat. Pada hari Senin, Beijing telah mendirikan hampir 200 tempat pengujian dan menghubungi sekitar 200.000 orang yang telah mengunjungi pasar sejak akhir Mei, demikian laporan kantor berita Xinhua.
https://nonton08.com/juuni-taisen-juuni-taisen-zodiac-war-episode-3/