Sabtu, 13 Juni 2020

Pesan dr Tirta Soal New Normal: Sebarkan Narasi Positif, Jauhi Provokasi!

 Era new normal akan menjadi fase kehidupan baru di tengan pandemi Corona. Seorang dokter sekaligus influencer gaya hidup, dr Tirta Mandira Hudhi, menyebut salah satu bentuk adaptasi kehidupan baru atau new normal adalah dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Adaptasi dengan kehidupan baru atau disebut dengan new normal, fase kehidupan baru new normal akan kita hadapi dalam segera mungkin," sebut dr Tirta saat mengimbau gerakan #NewNormalNewSpirit dengan detikcom.

Bukan hal yang sulit untuk menjalankannya, karena menurut dr Tirta hal-hal dalam protokol kesehatan sudah dipelajari sejak COVID-19 masuk ke Indonesia. Di antaranya selalu pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, tidak menyentuh wajah, dan selalu menjaga nutrisi.

Menumbuhkan sikap optimistis juga penting di era new normal. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pikiran positif.

"Sebarkan narasi positif, jauhi provokasi, dan terus optimis bersama rakyat, pemerintah dan nakes," pungkasnya.

Remdesivir Disebut Mampu Cegah Kerusakan Paru pada Pasien Corona

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Nature memperlihatkan remdesivir, obat antivirus yang belakangan digunakan untuk pasien virus Corona, mampu mencegah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh COVID-19.
Remdesivir dari Gilead Sciences adalah obat pertama yang menunjukkan peningkatan tingkat kesembuhan pada pasien COVID-19 dan pengembangannya dalam uji klinis diawasi dengan ketat.

Dikutip dari Daily Mail, pada studi tersebut, 12 monyet rhesus macaque diinjeksi dengan virus Corona. Enam di antaranya diberikan remdesivir 12 jam setelah terinfeksi dan kelompok lain diberikan beberapa waktu setelahnya.

"Hasilnya, kelompok yang menerima remdesivir sedini mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan paru. Penulis penelitian menyarankan bahwa remdesivir harus dipertimbangkan sebagai obat yang diberikan secepat mungkin untuk mencegah penyakit dan kerusakan paru pada pasien COVID-19," demikian dikutip dari situs tersebut.

Remdesivir telah digunakan secara darurat pada pasien COVID-19 yang mengalami kondisi parah di Amerika Serikat, India, Jepang, dan Korea Selatan. Beberapa negara lain di Eropa juga mulai menggunakannya di bawah pengawasan yang ketat.

Percobaan obat untuk penanganan virus Corona pada manusia tengah berlangsung. Di data awal yang dihimpun oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan pasien Corona yang diobati dengan remdesivir memiliki risiko 30 persen lebih rendah meninggal karena penyakit tersebut.

Pemberian remdesivir sedini mungkin dapat menghentikan perkembangan penyakit pasien mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, itu akan menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg Setelah Lockdown 5 Bulan

Seorang pria berusia 26 tahun di Wuhan mengalami penambahan berat badan sebanyak 101 kg setelah lima bulan tinggal di rumah untuk menghindari COVID-19. Pria dengan marga Zhou ini harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kondisi yang kritis karena kenaikan berat badannya yang drastis.
Mengutip Daily Mail, Zhou kini memiliki berat badan 279 kg dan dilaporkan menjadi pria paling berat di Wuhan. Pria yang bekerja di sebuah Internet Cafe atau warnet ini berhenti meninggalkan rumah sejak Januari.

Setelah pejabat mengakhiri masa karantina wilayah ada April, ia tetap tinggal di rumah. Anggota keluarganya mengatakan ia kesulitan bergerak karena berat badannya.

Dalam beberapa gambar yang dirilis oleh Rumah Sakit Zhongnan dari Universitas Wuhan menunjukkan para pekerja medis memeriksa Zhou pada 1 Juni. Menurut keterangan rumah sakit, Zhou telah berjuang dengan berat badannya seumur hidupnya meskipun dia mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan.

Li Zhen, seorang dokter dari Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, menerima panggilan telepon pada tanggal 31 Mei dari Zhou yang putus asa meminta bantuan. Pria itu mengatakan bahwa dia sudah tidak tidur 2 hari.

Dr Li mengatakan bahwa Zhou berada dalam kondisi yang sangat lemah sehingga dia hampir tidak dapat berbicara ketika petugas medis tiba di rumahnya pada hari berikutnya.

Dia segera dilarikan ke unit perawatan intensif rumah sakit. Zhou juga didiagnosis mengidap gagal jantung dan disfungsi pernapasan akibat kelebihan berat badan.

Zhou berencana menjalani operasi penurunan berat badan dengan menghilangkan sebagian perutnya, tetapi dia harus kehilangan 25 kg dalam tiga bulan ke depan untuk mengurangi risiko operasi.

Mengenal 5 Obat Kombinasi untuk Lawan Corona di Indonesia

Pada Jumat (12/6/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengumumkan lima kombinasi obat yang efektif untuk melawan virus Corona. Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr dr Purwati, SpPD, K-PTI FINASIM, menyebut lima kombinasi obat ini didapatkan setelah ilmuwan meneliti 14 regimen kombinasi obat.
Hasilnya menunjukkan obat ini bisa menurunkan jumlah virus Corona, dari jumlahnya ratusan ribu sampai tidak terdeteksi dalam waktu 24 jam. 5 kombinasi obat tersebut yaitu:

Lopinavir-ritonavir-azitromisin
Lopinavir-ritonavir-doksisiklin
Lopinavir-ritonavir-klaritromisin
Hidroksiklorokuin-azitromisin
Hidroksiklorokuin-doksisiklin

Dari 5 kombinasi tersebut, berikut detikcom rangkum kegunaan dari masing-masing obat yang disebut efektif untuk menurunkan jumlah virus Corona.

1. Lopinavir-ritonavir
Dikutip dari Drugs.com, lopinavir dan ritonavir adalah kombinasi obat antivirus yang digunakan untuk mengobati Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus itu bisa menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Pada bulan Februari lalu, dokter di Thailand mengatakan mereka melihat adanya perbaikan pada kondisi pasien COVID-19 saat diberi kombinasi obat tersebut.

2. Azitromisin
Azitromisin atau azithromycin adalah obat untuk mengobati infeksi bakteri di berbagai organ dan bagian tubuh, seperti mata, kulit, saluran pernapasan, hingga alat kelamin. Obat yang termasuk dalam golongan antibiotik makrolida ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

3. Doksisiklin
Doksisiklin atau doxycycline merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit karena infeksi bakteri. Obat ini juga bisa mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi bakteri di paru-paru, saluran pencernaan, saluran kemih, mata, kulit, sampai infeksi menular seksual.

Selain itu, doksisiklin juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi dan mencegah anthrax.

4. Klaritromisin
Hampir sama dengan doksisiklin, klaritromisin atau clarithromycin juga termasuk antibiotik makrolida yang bisa melawan bakteri dalam tubuh. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri yang mempengaruhi kulit dan sistem pernapasan.

5. Hidroksiklorokuin
Hidroksiklorokuin adalah obat quinoline yang digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit malaria, yaitu penyakit yang disebabkan parasit yang masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk. Mengutip Medlineplus, obat ini juga ditujukan untuk anti-rematik. Bisa digunakan untuk mengobati gejala rheumatoid arthritis, untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada radang sendi.

Selain itu, obat ini juga bisa mencegah dan mengobati discoid lupus erythematosus (DLE) yaitu suatu kondisi peradangan kronis pada kulit. Dan, systemic lupus erythematosus (SLE) kondisi peradangan kronis pada tubuh.

Pesan dr Tirta Soal New Normal: Sebarkan Narasi Positif, Jauhi Provokasi!

 Era new normal akan menjadi fase kehidupan baru di tengan pandemi Corona. Seorang dokter sekaligus influencer gaya hidup, dr Tirta Mandira Hudhi, menyebut salah satu bentuk adaptasi kehidupan baru atau new normal adalah dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Adaptasi dengan kehidupan baru atau disebut dengan new normal, fase kehidupan baru new normal akan kita hadapi dalam segera mungkin," sebut dr Tirta saat mengimbau gerakan #NewNormalNewSpirit dengan detikcom.

Bukan hal yang sulit untuk menjalankannya, karena menurut dr Tirta hal-hal dalam protokol kesehatan sudah dipelajari sejak COVID-19 masuk ke Indonesia. Di antaranya selalu pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, tidak menyentuh wajah, dan selalu menjaga nutrisi.

Menumbuhkan sikap optimistis juga penting di era new normal. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pikiran positif.

"Sebarkan narasi positif, jauhi provokasi, dan terus optimis bersama rakyat, pemerintah dan nakes," pungkasnya.