Jumat, 12 Juni 2020

Bill Gates Soal Kematian George Floyd: Mengerikan

 Sudah cukup banyak tokoh teknologi yang bersuara membahas kematian George Floyd sekaligus dukungan pada aksi demo kaum kulit hitam di Amerika Serikat. Akan tetapi Bill Gates cukup lama masih berdiam diri.
Pendiri Microsoft itu akhirnya angkat bicara melalui Twitter. Ia menyebut bahwa kaum kulit hitam di Negeri Paman Sam memang menghadapi ketidakadilan.

"Pembunuhan mengerikan George Floyd, Ahmaud Arbery, Breonna Taylor dan banyak lainnya orang kulit hitam, dan protes yang mereka lakukan, memancarkan cahaya pada ketidakadilan brutal yang dialami orang kulit hitam tiap hari," tulisnya.

"..dalam kebijakan, pengadilan kriminal, pendidikan, kesehatan, perumahan, tempat kerja, dan semua area lain dalam kehidupan mereka," sambungnya.

Ia pun ingin beraksi. "Saya berkomitmen mendengar dan belajar lagi tentang rasisme sistemik dan apa yang bisa saya lakukan dengan aksi saya ataupun kata-kata untuk membantu menciptakan masa depan lebih setara. Black lives matter," pungkas dia.

Sebelumnya, sang istri Melinda Gates sudah mengeluarkan pernyataannya, demikian pula anak sulungnya, Jennifer Gates. Mereka kompak mendukung gerakan Black Lives Matter.

"Video kematian brutal George Floyd menghancurkan hati. Saya melihat protes yang terjadi dan merasakan banjir solidaritas. Dan saya mendengarkan pejuang dan aktivis kulit hitam yang meminta setiap orang Amerika menjaga keadilan rasial sebagai tanggung jawab bersama," tulis Melinda.

"Kejadian saat ini memperlihatkan pola diskriminasi berusia seabad, kekerasan, kurangnya peluang dan agresi kepada orang-orang kulit hitam," sebut Jennifer.

Kisah Sedih 'Hachiko' dari Wuhan

Kisah anjing yang setia menunggu majikannya terjadi lagi. Kisah ini ada di Wuhan, si anjing setia menunggu majikannya yang ternyata telah bunuh diri.

Kamu tahu kan kisah Hachiko si anjing setia yang begitu populer di Jepang? Anjing ini begitu setia menunggu majikannya pulang dari bekerja dan menungunya di pintu stasiun kereta. Namun pemiliknya tak kunjung datang karena dia telah meninggal.

Setiap hari dia selalu datang ke stasiun menunggu kedatangan majikannya. Hingga ajalnya datang, Hachiko tetap menunggu majikannya yang dia tidak ketahui telah meninggal. Sedih memang.

Kejadian serupa kembali terulang di Wuhan. Berdasarkan kisah dari World of Buzz, pada tanggal 30 Mei lalu seseorang yang tidak disebutkan namanya berjalan dengan seekor anjing ke Jembatan Yangtze.

Tertangkap oleh CCTV jika si pemilik anjing melompat (bunuh diri) ke sungai tanpa ragu-ragu. Sedangkan anjingnya hanya diam saja di jembatan. Tidak jelas apakah yang melompat itu laki-laki atau perempuan, karena suasana malam yang gelap dan tidak jelas di kamera.

Meratap kehilangan majikannya, si anjing berdiam diri selama berhari-hari di jembatan tersebut. Dia terus memandang ke arah sungai dari arah pagar. Seorang pejalan kaki bernama Xu pun mengatakan bahwa dia beberapa kali melewati jembatan dan selalu melihat anjing ini. Tidak peduli apakah siang atau malam.

Pada tanggal 5 juni lalu, Xu pun mencoba memberi makan dan minum kepada si anjing. Namun si anjing tak sedikitpun menyentuh makanan tersebut dan terus menatap sungai.

Xu pun juga sempat mengobrol dengan tukang reparasi yang tak jauh dari jembatan. Tukang ini juga mengatakan bahwa anjing itu telah ada di jembatan semenjak peristiwa bunuh diri itu.

Karena merasa hiba, Xu pun mencoba membawa anjing ini. Dia pun menggendong anjing ini ke mobilnya, namun saat meletakkan di bangku si anjing melompat dan kabur ke semak-semak.

Selanjutnya Xu pun melaporkan anjing ini ke The Wuhan Small Animal Protection Association (SAPA) atau Asosiasi Perlindungan Hewan Kecil Wuhan. Mereka pun langsung mengerahkan sukarelawan untuk menemukan anjing ini dan meminta masyarakat melapor jika melihat anjing kecil ini.
https://indomovie28.net/captain-tsubasa-2018-episode-27-subtitle-indonesia/

Jamur Ajaib yang Dipakai LIPI Untuk Lawan COVID-19

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menguji sebuah jamur untuk immunomodulator melawan COVID-19. Bukan jamur sembarangan, ini jamur ajaib.

LIPI dalam 2 minggu ke depan sedang menguji 2 herbal sebagai immunomodulator melawan virus Corona. 90 Pasien dicoba diberikan rimpang jahe merah dan jamur Cordyceps militaris untuk menguatkan daya tahan tubuh mereka.

Nah, jamur Cordyceps militaris bukan herbal sembarangan lho. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Jumat (12/6/2020) jamur Cordyceps disebut memiliki kekuatan untuk memperbaiki sejumlah masalah kesehatan.

Dilansir dari Scientific American, Cordyceps telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China dan Tibet. Jamur ini dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Ada sekitar 400 spesies Cordyceps dan banyak senyawa aktif biologis yang berbeda. Tetapi yang paling umum digunakan dalam pengobatan adalah Cordyceps sinensis dan Cordyceps militaris.

Kedua jamur tersebut berbeda tempat serta cara pengembangbiakannya dan mempengaruhi kandungan komponen keduanya. Cordyceps militaris telah terbukti memiliki beberapa jumlah senyawa bioaktif yang lebih tinggi daripada Cordyceps sinensis.

Cordyceps militaris, dapat digunakan untuk stamina tubuh baik secara keseluruhan organ tubuh maupun organ vital. Beberapa penelitian menunjukkan jamur ini dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan. Kemampuannya memang cocok untuk dicobakan melawan COVID-19.

Dalam salah satu jurnal internasional, terdapat penelitian pada manusia yang menunjukkan meningkatnya performa setelah mengonsumsi jamur tersebut, bahkan pada usia lanjut yang asupan oksigennya biasanya sudah terbatas. Dengan menguatnya sistem jantung dan pernapasan, maka oksigen ke darah, oksigen ke otot dan ekstraksi oksigen dari darah untuk menjadi Adenosine Tri-Phosphate (ATP) akan lebih mudah dan lancar.

Jamur ini mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine. Zat cordycepin merupakan komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan imunitas.

Caranya adalah dengan merangsang sel-sel dan bahan kimia tertentu dalam sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan konsumsi oksigen ke paru-paru. Sedangkan zat aktif adenosine berfungsi sebagai sumber energi.

Selain itu, sebuah penelitian juga membuktikan bagaimana jamur ini efektif untuk mengatasi fibrosis yang terbentuk pada hati dan ginjal. Karena itu, mengonsumsi jamur unik ini juga dapat memelihara kesehatan hati dan ginjal.

Habitatnya adalah di pegunungan bersuhu subtropis. Dengan kemajuan teknologi, kini Cordyceps militaris sudah bisa dikembangbiakkan di Indonesia yaitu dengan metoda kultur jaringan.

Riset LIPI terhadap Cordyceps militaris sudah dilakukan sejak Maret dengan melibatkan UGM dan PT Kalbe Farma. Prototipe dan datanya sudah ada serta memiliki izin edar BPOM.

Kini herbal ini sedang diuji klinis terhadap 90 pasien COVID-19 di RS Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Diharapkan bulan Juli sudah bisa keluar hasil uji klinisnya.