Kamis, 09 April 2020

Imbas Corona, 575 Hotel di Jabar Tutup dan 25 Ribu Karyawan Dirumahkan

Sektor pariwisata di Jawa Barat terkena imbas penyebaran virus Corona atau COVID-19. Berdasarkan laporan, 575 hotel tutup dan ribuan pegawai dirumahkan.
"Banyak sekarang hampir perhotelan saja 575 hotel tutup di Jabar. Itu tutup dengan sendirinya, bukan bangkrut. Karena pasarnya nggak ada," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar, Dedi Taufik, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Dedi menuturkan dari ratusan hotel yang tutup tersebut, turut berimbas kepada nasib karyawannya. Menurut Dedi, berdasarkan data yang ada, total ada 25 ribu karyawan yang dirumahkan.

"Kemudian juga karyawannya hampir 25 ribu itu dirumahkan. Dirumahkan untuk sementara, belum ada PHK," ujar Dedi.

Dedi mengatakan tutupnya ratusan hotel ini dikarenakan minimnya jumlah pengunjung karena lebih memilih di rumah. Berdasarkan catatan Disparbud, okupansi atau tingkat hunian hotel turun drastis.

"Memang untuk okupansi hotel sudah turun. Sudah hampir 5 persen, sudah turun banyak. Yang biasanya 50 persen, ini sekarang sudah di bawah okupansinya 5-15 persen," kata dia.

Dia berharap kondisi pandemi virus Corona bisa segera selesai. Sehingga, masa kritis sektor pariwisata khususnya perhotelan bisa kembali dipulihkan.

"Kemudian kita pikirkan nanti, ini sampai kapan titik kritis itu, titik tinggi kritis di mana. Kita harapkan di sektor pariwisata itu Agustus, September, Oktober, November, Desember bisa dipulihkan," katanya.

Mengenal Pohon Menari yang Menghiasi Sampul Album Glenn Fredly

Pohon menari di Sumba Timur sempat diabadikan dalam sampul album Glenn Fredly. Seperti apa pohon menari itu?
Kepergian musisi top Indonesia untuk selamanya, Glenn Fredly, menyisakan sejumlah kenangan bagi penikmat musik tanah air. Salah satunya adalah album terakhirnya bertajuk Romansa ke Masa Depan yang rilis pada 14 November 2019.

Ada yang unik dari album ini. Tak hanya soal lagu-lagunya yang indah tetapi juga sampul album yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia.

Foto yang digunakan dalam sampul album tersebut adalah pohon mangrove yang terletak di Pantai Walakiri, Desa Watukamba, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Jangan salah, ini bukanlah pohon mangrove biasa. Masyarakat kerap menyebutnya sebagai pohon menari.

Disebut pohon menari karena pepohonan mangrove ini memiliki ukuran yang beragam dan bentuknya yang meliuk-liuk mirip seperti orang yang sedang menari. Tak ayal, memotret pohon inipun seolah menjadi ritual wajib jika wisatawan datang ke Pantai Walakiri.

Selain mangrove, wisatawan yang datang ke pantai ini juga dapat melihat panorama laut yang teduh dan asri. Di sana juga terdapat nyiur-nyiur dan pohon cemara yang semakin menyejukkan suasana pantai.

Pantai Walakiri letaknya tak jauh dari Kota Waingapu. Jaraknya sekitar 24 kilometer yang dapat ditempuh kendaraan selama 30 menit. Pantai ini juga mudah ditemukan karena letaknya dekat dengan jalan utama yang menghubungkan Kota Waingapu dengan Kabupaten Melolo.

Waktu terbaik untuk datang ke Walakiri adalah saat matahari tenggelam dan ketika air laut sedang surut. Saat itu, wisatawan dapat melihat pemandangan mangrove yang eksotis berlatar cahaya langit yang mulai temaram.

Bandara pun Berubah Jadi Kota Hantu

Wabah virus Corona yang masih merebak memberi dampak yang besar pada industri penerbangan. Bandara-bandara terlihat kosong dan menjadi seperti kota hantu.
Pemandangan bandara yang jadi kota hantu bisa kita lihat di San Francisco, AS. Bandara International San Francisco yang biasanya sangat sibuk menurut TV lokal, KRON, jadi persis seperti kota hantu.

Pergerakan pesawat terlihat minim. Hanya ada bus dan trem yang masih beroperasi namun penumpangnya bisa dihitung dengan jari. Di dalam terminal pemandangannya pun sama, tidak banyak orang lalu lalang, Hanya sedikit penumpang. Sesekali hanya terlihat petugas airport, satpam, atau petugas kebersihan serta petugas administrasi dari berbagai maskapai.

Meski demikian melihat papan pengumuman keberangkatan dan kedatangan, masih ada beberapa nomor pesawat penerbangan. Sisanya kosong.

Seperti halnya bandara lain, bandara San Francisco juga sudah mengurangi frekuensi penerbangan. Maskapai seperti Alaska Airlines sudah mengurangi penerbangan sampai 70%, Frontier Airlines malah hampir seluruhnya setop beroperasi yakni 90%. Sedangkan maskapai yang punya hub di San Francisco seperti American Airlines memotong operasi mereka 70 sampai 80 persen, sedangkan United Airlines kabarnya sudah mengurangi penerbangan sampai 60%.

Pengurangan penerbangan ini akan berlanjut selama beberapa pekan atau beberapa bulan ke depan. Pengurangan penerbangan juga praktis mengurangi kegiatan di terminal. Bandara San Francisco sudah menutup gate A begitu juga dengan pos pemeriksaannya. Bagi penumpang penerbangan internasional yang ingin terbang di kala wabah Corona ini hanya diperkenankan masuk lewat gate G.

Imbas Corona, 575 Hotel di Jabar Tutup dan 25 Ribu Karyawan Dirumahkan

Sektor pariwisata di Jawa Barat terkena imbas penyebaran virus Corona atau COVID-19. Berdasarkan laporan, 575 hotel tutup dan ribuan pegawai dirumahkan.
"Banyak sekarang hampir perhotelan saja 575 hotel tutup di Jabar. Itu tutup dengan sendirinya, bukan bangkrut. Karena pasarnya nggak ada," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar, Dedi Taufik, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Dedi menuturkan dari ratusan hotel yang tutup tersebut, turut berimbas kepada nasib karyawannya. Menurut Dedi, berdasarkan data yang ada, total ada 25 ribu karyawan yang dirumahkan.

"Kemudian juga karyawannya hampir 25 ribu itu dirumahkan. Dirumahkan untuk sementara, belum ada PHK," ujar Dedi.

Dedi mengatakan tutupnya ratusan hotel ini dikarenakan minimnya jumlah pengunjung karena lebih memilih di rumah. Berdasarkan catatan Disparbud, okupansi atau tingkat hunian hotel turun drastis.

"Memang untuk okupansi hotel sudah turun. Sudah hampir 5 persen, sudah turun banyak. Yang biasanya 50 persen, ini sekarang sudah di bawah okupansinya 5-15 persen," kata dia.

Dia berharap kondisi pandemi virus Corona bisa segera selesai. Sehingga, masa kritis sektor pariwisata khususnya perhotelan bisa kembali dipulihkan.

"Kemudian kita pikirkan nanti, ini sampai kapan titik kritis itu, titik tinggi kritis di mana. Kita harapkan di sektor pariwisata itu Agustus, September, Oktober, November, Desember bisa dipulihkan," katanya.