Senin, 23 Maret 2020

AirAsia Pindah ke Bandara Kulon Progo 29 Maret, Ada Kompensasi

Maskapai AirAsia akan pindah ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo mulai 29 Maret 2020. Jika terkendala terkait kebijakan ini, ada kompensasi yang bisa Anda terima.
Dalam rilis resmi AirAsia, Kamis (19/3/2020), penumpang dengan penerbangan dari dan ke Yogyakarta di tanggal keberangkatan 29 Maret 2020 dan seterusnya akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS mengenai perpindahan ini. Tiket dengan rincian lainnya pun telah diperbarui.

Jika ada penumpang yang telah check in sebelumnya diminta untuk diminta untuk check in ulang dengan menggunakan rincian penerbangan yang terbaru.

Untuk kenyamanan, AirAsia sangat menganjurkan untuk melakukan check-in online dan mencetak tiket sebelum berangkat ke bandara. Fasilitas check-in online tersedia 14 hari hingga 1 jam sebelum jadwal keberangkatan, dan dapat diakses melalui airasia.com atau aplikasi AirAsia.

Selain itu, bagi penumpang yang ingin membatalkan penerbangan karena perpindahan ini akan mendapat pilihan layanan kompensasi. Anda dapat memilihnya melalui support.airasia.com, yakni:

1.Ubah jadwal penerbangan Anda ke tanggal lain dalam rentang waktu 30 hari kalender dari jadwal keberangkatan awal tanpa biaya tambahan dan tergantung ketersediaan kursi dari Bandara Internasional Yogyakarta, atau terbang dari/ ke Bandara Internasional Adisutjipto sebelum tanggal 29 Maret 2020. Fasilitas ini tersedia satu kali kesempatan untuk mengubah jadwal

2. Dapatkan akun kredit senilai pemesanan Anda untuk pembelian tiket AirAsia berikutnya ke mana saja dengan masa berlaku 90 hari sejak diterbitkan. Jadwal keberangkatan tidak terbatas selama pemesanan dilakukan sebelum habis masa berlaku

3. Ajukan pengembalian dana (refund) senilai pemesanan Anda.

Pilihan kompensasi di atas hanya berlaku untuk tiket yang dipesan langsung melalui airasia.com dan aplikasi AirAsia. Untuk tiket yang dipesan melalui pihak ketiga seperti agen perjalanan dan online travel agent, silakan menghubungi agen masing-masing untuk bantuan lebih lanjut.

Maskapai HK Express Setop Penerbangan Sampai Akhir April

Maskapai berbiaya rendah (low-cost) asal Hong Kong, HK Express memutuskan untuk menghentikan seluruh penerbangan sampai akhir April.
Dilansir dari Associated Press (AP), Jumat (20/3/2020) keputusan ini diambil menyusul menurunnya permintaan penerbangan dari pelanggan di tengah pandemi Corona. Keputusan yang diambil HK Express ini semakin menambah gelombang pembatalan penerbangan oleh maskapai Asia karena anjloknya permintaan seiring dengan pembatasan akses masuk yang telah dilakukan sejumlah negara.

Maskapai yang merupakan bagian dari Cathay Pasific Group itu rencananya akan kembali beroperasi pada 1 Mei. Namun hal itu masih tentatif, menyesuaikan dengan keadaan. Maskapai ini sendiri biasanya melayani 25 rute penerbangan di Asia.

"Penangguhan ini penting (dilakukan) untuk memastikan kami menghadapi masa yang sangat sulit ini," kata CEO HK Express, Mandy Ng dalam sebuah pernyataan.

Maskapai ini telah mengalami masa sulit sejak demonstrasi di Hong Kong pada tahun lalu.

Sementara itu, maskapai Cathay Pasific sendiri telah menangguhkan 90 persen penerbangannya. Maskapai itu juga telah meminta karyawan untuk mengambil cuti tak berbayar.

Selamat Datang di Kota Manis, Tahu Tempatnya?

Destinasi ini disebut sebagai Kota Manis. Pangkalan Bun yang memillikinya. Kenapa demikian?
Kata MANIS merupakan singkatan dari Minat, Aman, Nikmat, Indah dan Segar. Nah dari semboyan tersebutlah yang menjadi semangat Masyarakat Pangkalan Bun untuk menjadi MANIS.

Sehingga tak heran jika Pangkalan Bun menjadi langganan peraih penghargaan piala Adipura. Taman kota yang tertata apik dan bersih ini adalah ruang terbuka hijau kota Pangkalan Bun. Sekitar Taman Kota MANIS atau Bunderan Pancasila merupakan pusat jajanan Kota Pangkalan Bun. Semua jenis makanan ada di tempat ini, mulai dari kelas angkringan hingga kelas cafe yang dapat dikunjungi dari pagi hingga malam hari.

Pangkalan Bun, sebuah sebuah kota yang terletak di Kalimantan Tengah. Pangkalan Bun sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Walaupun berstatus sebagai ibu kota kabupaten, Pangkalan Bun memiliki bandara yang langsung terhubung ke Jakarta.

Saat ini terdapat dua maskapai yang melayani rute Jakarta-Pangkalan Bun. Setelah menempuh penerbangan sekitar 1 jam 30 menit, akhirnya saya mendarat di Bandara Iskandar. Salah satu pintu masuk menuju Pangkalan Bun selain pelabuhan Kumai dan Terminal Natai Suka.

Keluar dari bandara, travelers akan disambut oleh tugu Pancasila yang lebih populer dengan sebutan bundaran Pancasila. Ini adalah salah satu spot wajib untuk berfoto saat berkunjung ke Pangkalan Bun. Tepat di belakang bundaran Pancasila terdapat sebuah monumen pesawat yang populer dengan sebutan Palagan Sambi.

Pesawat yang bertengger di puncak tugu adalah pesawat RI 002 yang digunakan dalam operasi penerjunan pertama di bumi Kalimantan dalam rangka mengusir Belanda pada tanggal 17 Oktober 1947. Operasi ini dipimpin oleh Letda Iskandar di bawah komando Mayor Udara Tjilik Riwut yang merupakan putra asli Kalimantan.

Kini nama keduanya diabadikan menjadi nama bandara di Pangkalan Bun dan Palangkaraya. Di bagian belakang monumen Palagan Sambi terdapat relief dengan dominasi warna hitam dan emas yang menceritakan pertempuran tanggal 17 Oktober 1947 yang menewaskan 13 penerjun terbaik Bangsa ini.

Oleh karena itu, setiap tanggal 17 Oktober diperingati sebagai hari jadi Paskhas TNI AU. Itu semua bermula di sebuah kota kecil yang bernama Pangkalan Bun.

Sebagai hidangan selamat datang, tak salah jika mencicipi makanan khas Pangkalan Bun yaitu coto manggala. Walaupun berlabel makanan khas, tak banyak yang menjajakan makanan yang satu ini. Karena coto manggala biasanya dihidangkan pada acara tertentu saja seperti resepsi pernikahan atau pertemuan adat.

Namun traveler dapat mecicipi hidangan ini di kedai coto manggala Mama Fany & Arni yang beralamat di jalan PRA Kesumayudha. Berbeda, soto atau coto biasa disantap dengan nasi atau ketupat sebagai sumber karbohidrat. Coto manggala disantap dengan singkong.

Kaldu putih yang gurih dicampur singkong dan suwiran daging ayam membuat rasa coto khas dari Pangkalan Bun ini terasa nikmat. Kuliner ini sangat pas dijadikan hidangan pembuka di Kota MANIS.