Senin, 23 Maret 2020

Floating Market Lembang juga Punya Berang-berang

Floating Market biasa dijadikan sebagai destinasi utama ketika ke Lembang, Bandung. Tidak heran, sebab banyak terdapat aneka wahana seru, dan permainan menarik hingga pusat jajanan terapung yang unik.
Namun tahukah traveler, bahwa di Floating Market juga ada aneka hewan yang lucu dan imut, mulai kucing-kucing yang lucu, burung hantu, sampai berang-berang. Hewan-hewan imut ini bisa ditemui di kawasan Kota Mini, yang terletak di bagian atas dari Floating Market, atau tidak jauh dari Rainbow Garden.

Namun untuk masuk ke kawasan Kota Mini, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang. Sementara untuk bermain di wahana yang ada di Kota Mini kita harus membayar sebesar Rp 25.000 untuk tiap wahana dan role play. Akan lebih hemat jika membeli tiket terusan per 5 wahana sebesar Rp 98.000.

Kembali ke hewan lucu, aneka macam kucing, burung hantu dan berang-berang bisa kita jumpai di wahana Animal House. Jika bersama si kecil, salah satu orang tua boleh mendampingi saat berada dan bermain di dalam ruangan, dan sudah mendapat pakan untuk hewan.

Di sini si kecil bisa berinteraksi langsung, bermain, dan memberi makan aneka hewan yang lucu. Pastikan tidak lupa untuk mengambil foto atau video baik saat si kecil bermain bersama hewan-hewan di tempat ini.

Tiket masuk di wahana ini sudah termasuk dengan satu wadah kecil berisi pakan hewan yang bisa diberikan kepada kucing atau berang-berang di tempat ini. Untuk menjaga kesehatan dan kebersihan si kecil dan pendamping, selepas bermain dengan hewan lucu di tempat ini, jangan lupa untuk mencuci tangan di tempat yang sudah di sediakan ya traveler.

Corona Merebak, Tempat Wisata di Kabupaten Bandung Merugi Hingga 80 Persen

Beberapa perusahaan dan pengusaha pariwisata di Kabupaten Bandung merugi 50 persen hingga 80 persen dengan wabah virus Corona. Tapi, tak ada toleransi untuk tetap menutup seluruh kegiatan wisata.
Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Bandung belum membuat kebijakan untuk meminta tempat wisata ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease of 2019 (Covid-19).

"Penurunan paling rendah itu 30 persen, paling tinggi 70 - 80 persen," ujar Yoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Jumat (20/3/2020).

Menurut Yoharman, awal mula pariwisata di Kabupaten Bandung merugi dimulai sejak Jumat (13/2/2020). Pemerintah daerah pun hingga kini belum menginstruksikan penutupan tempat wisata. Meski begitu sudah beberapa wisata tutup untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19.

Yoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten BandungYoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
"Kita tidak menutup sepenuhnya, tetap ada pelayanan. Tetapi, mereka harus memberikan pelayanan seperti hand sanitizer atau pun sabun disiapkan di masing masing destinasi dan restoran," kata Yorharman.

Menurut data yang dimiliki Yoharman, ada beberapa tempat wisata dan penyedia restoran serta penginapan yang sudah tutup.

"Rumah Makan Nenek di Ciwidey tutup, Pesona Nirwana tutup. Yang belum mengambil keputusan untuk menutup tetap memberikan pelayanan," kata Yoharma.

Itu dibenarkan oleh Marcelinus, markom Glamping Lakeside. Marcel mengungkapkan kerugian akibat wabah Covid-19 kepada jumlah pendapatan Glamping Likeside mencapai 80 persen.

"Pendapatan berkurang hampir 80 persen," ujar Marcel saat dihubungi oleh detikcom, Jumat (20/3/2020).

Penurunan pendapatan pun beriringan dengan penurunan jumlah wisatawan asing ke lokasi wisata. Penurunan jumlah wisatawan, menurut Marcel, terjadi sejak awal Februari lalu.

Tips Asyik Bekerja dari Rumah ala Influencer Gemala Hanafiah

Sebagian besar pekerja telah dianjurkan untuk bekerja dari rumah. Hal dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19.
Pada detikcom, influencer Gemala Hanafiah membagikan tips untuk traveler yang bekerja dari rumah. Mungkin akan lebih banyak kendala yang traveler rasakan saat bekerja di rumah dari pada di kantor. Berikut 7 tips bekerja di rumah dari Gemala Hanafiah.

1. Siapkan Tempat Khusus

Biasanya kerja dari rumah itu akan sulit fokus. Kalau traveler punya ruangan sendiri untuk kerja itu sangat bagus.

Tapi, jika tak memungkinkan untuk kerja di ruangan tersendiri pun tak masalah. Kamu bisa bentuk ruang kerja sendiri dengan meja kecil untuk meletakkan laptop.

Jangan lupa lengkapi dengan colokan untuk charge. Jadi, nantinya kamu tak perlu jauh-jauh kalau baterai laptop atau handphone kamu habis.

Selain itu, beri tahu anggota keluarga kamu akan pentingnya kerja tanpa diganggu. Pasti mereka akan mengerti.

2. Tetap Punya Rutinitas

Tetap bangun pagi ya traveler, jangan lupa olahraga dan sarapan sehat. Setelah itu mandi dan ganti baju agar mood kerja lebih baik.

Jangan bangun terlalu siang, karena kalau membuka laptop saat kondisi baru bangun tidur, hawa malas akan menempel. Betul nggak traveler?

"Ini berdasarkan pengalaman pribadi yaa, tapi kalau ada ritme kerjanya lebih enak dari malam sampai subuh dan tidur sampai siang yaaa.. Silahkan saja. BIasanya anak-anak editan dan grafis neeh," tulis Gemala.

3. Bikin 'what to do' list

Memang, kalau sudah di rumah, akan banyak godaan. Sedikit jenuh, kita bisa bermalas-malasan di sofa menonton Netflix atau Youtube. Niat hanya scroll media sosial berujung satu jam, kapan kerjanya?

"Nah, inilah pentingnya punya list yang harus dikerjakan per harinya, supaya kamu nggak keluar dari track," kata Gemala.

Jangan lupa cek what to do list ya ya traveler. Kalau sudah beres, tinggal dicentang. Saat sore, begitu kamu melihat semua sudah selesai, rasanya akan sangat puas.

4. Lunch Time

Samakan jadwal di kantor dan di rumah. Hanya beda tempat saja, namun aktivitas tetap sama.

"Penting untuk tetap punya jadwal yang sama supaya ritme kerja juga tetap terjaga," tulis Gemala.

5. Siapkan aplikasi video call dan koneksi

Sekarang, telah banyak aplikasi video call yang bisa dipakai bersama dengan teman-teman kantor. Mungkin akan sedikit repot, karena tidak bisa meeting bertemu muka.

Nah, yang perlu diingat, saat video call bersama, ada moderator yang memandu jalannya rapat. Kalau semua anggota berbicara bersamaan nanti akan semakin tidak kondusif.

6. Bergerak setiap jam

Ini sangat penting traveler, kalau di kantor kita bisa berineraksi dengan kolega, masih bisa jalan-jalan sebelum bekerja lagi, di rumah usahakan untuk tidak lupa bergerak.

Untuk refreshing sejenak, traveler bisa mengobrol dengan anggota keluarga. Selain itu, bisa juga main dengan binatang peliharaan.

"Mungkin main/ngobrol sama anggota keluarga yang lain sebentar, termasuk dengan anabul alias anak bulu yang bisa bikin stres menurun," tulis Gemala.

7. Tetapkan batasan jam kerja

Kerja tanpa jam kantor akan banyak godaannya traveler, jangan sampai kebablasan ya. Biasanya, kerja dari rumah akan lupa waktu.

Sebaiknya, berikan batasan waktu yang jelas. Kalau sudah menjelang malam, akhiri pekerjaan traveler. Nikmati saat-saat kamu memang harus berada di rumah.

Nah, itu adalah 7 tips bekerja di rumah dari Gemala. Jadi buat traveler, jangan lupa waktu, selalu jaga kesehatan dan tetap semagat ya.

"Selamat bekerja dari rumah semua, stay safe ya,"tutup Gemala