Senin, 16 Maret 2020

Setelah Musik Akustik, Garuda Indonesia Ingin Buat Stand Up Comedy di Udara

Garuda Indonesia baru saja meluncurkan hiburan musik akustik di udara. Rencananya, stand up comedy pun juga akan dicanangkan.

Rabu, (9/1/2019) maskapai Garuda Indonesia memberikan hiburan interaktif kepada penumpang penerbangan GA 408 rute Jakarta menuju Denpasar. Hiburan tersebut merupakan pertunjukan live acoustic oleh Runner Up Indonesian Idol 2018, Ahmad Abdul.

Selain itu, Garuda Indonesia juga ingin membuat acara lain seperti Stand Up Comedy untuk menghibur penumpang dan memberikan pengalaman segar saat penerbangan.

"Kita kan ingin bikin konsep mal masuk ke pesawat. Mulai dari makanan juga kita bawa HokBen di menu, kemudian akustikan ini, nanti rencananya juga akan ada Stand Up Comedy untuk new experience (pengalaman baru) penumpang," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau biasa disapa Ari.

Ternyata, hal tersebut juga dibuat untuk menarik pasar milenial. Dalam hal ini, pihak Garuda Indonesia juga ingin memberikan pengalaman baru yang berbeda kepada penumpang lainnya dengan mengajak berbagai anak muda yang berkarir di bidang seni.

"Kita juga ingin memberikan kesempatan kepada seniman-seniman muda Indonesia yang berbakat agar mereka lebih bisa berkembang dan terkenal. Ketiga ini adalah untuk menarik kaum milenial karena idenya Frans (salah satu tim Garuda Indonesia -red) yang juga dari milenial, dari pegawai kami dan itu memang kita ingin memberikan sesuatu yang berbeda," tambah Ari.

Ari mengatakan, bahwa Garuda Indonesia sangat terbuka dengan ide-ide yang diberikan penumpang khususnya generasi milenial untuk membuat hiburan baru dalam dunia penerbangan.

"Kita terbuka masukan dari penumpang, dari kaum milenial juga kita akan masukan. Jadi saat ini memang beberapa masukan pengennya Gigi (band), tapi saran lain kami terbuka. Karena kita ingin jadikan customer itu puas dengan experience-experience (pengalaman) baru," papar Ari.

Ari juga menjelaskan bahwa ingin membuat Garuda Indonesia sebagai sebuah top of mind dari dunia penerbangan yang terkini. Maka dari itu, salah satunya adalah mengikuti perkembangan saat ini.

"Sebenernya di top of mind-nya penumpang kita ingin mereka melihat Garuda sebagai brand, jadi bukan hanya sebagai pesawat terbang yang memindahkan mereka dari satu titik ke titik lain. Jadi seperti produk lain misalnya seperti membeli Starbucks, begitu standarnya. Nah kami ingin penumpang melihat Garuda selalu berikan new experience, new idea, dan fun," pungkasnya.

Awal Tahun 2019, Paspor Jepang Paling Kuat

Jepang masih jadi negara dengan paspor terkuat di awal tahun 2019. Jepang mengungguli Singapura dan Jerman.

Hal itu seperti dalam data Henley Passport Index. Dirangkum detikTravel, Rabu (9/1/2019) paspor Jepang memiliki akses Bebas Visa Kunjungan (BVK) dan Visa on Arrival (VoA) ke 190 negara di dunia.

Sebenarnya di akhir tahun 2018 kemarin, Jepang juga menempati peringkat pertama dalam paspor terkuat. Penilaian dari Henley Passport Index didasari data oleh International Air Transport Association (IATA), yang mana juga diakui oleh dunia.

"Data historis dari Henley Passport Index selama 14 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan global yang besar terhadap keterbukaan visa," kata Christian H. Kalin, Group Chairman of Henley & Partners.

Henley Passport Index selalu mengeluarkan data terkini, yang mana terdapat 10 besar negara dengan paspor terkuat. Di awal tahun 2019, menariknya posisi 1 dan 2 diduduki oleh negara-negara Asia. Jepang di peringkat pertama, disusul Singapura dan Korea Selatan.

Berikut, 10 besar paspor terkuat sedunia di awal tahun 2019. Di belakang namana negaranya, adalah jumlah akses Bebas Visa Kunjungan (BVK) dan Visa on Arrival (VoA).

1. Jepang - 190
2. Singapura dan Korea Selatan - 189
3. Prancis dan Jerman - 188
4. Denmark, Finlandia, Italia dan Swedia - 187
5. Luksemburg dan Spanyol - 186
6. Australia, Belanda, Norwegia, Portugal, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat - 186
7. Belgia, Kanada, Yunani dan Irlandia - 184
8. Republik Ceko 183
9. Malta - 182
10. Australia, Islandia dan Selandia Baru - 181

Menikmati Keindahan Agrowisata Alam Murbey di Kaki Gunung Sawal

Wisata di Ciamis, Jawa Barat, tak hanya menawarkan pemandangan alam. Ada juga wisata edukasi seperti agrowisata yang asyik di Alam Murbey di kaki Gunung Sawal.

Wisata alam Murbey berada di kawasan pegunungan Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di lokasi ini pengunjung bisa menikmati panorama alam di atas ketinggian. Lokasinya sekitar setengah jam dari jalan provinsi Ciamis-Cirebon.

Alam Murbey ini berdiri di atas lahan milik desa setempat. Di tempat ini, pengelola menyediakan beberapa spot foto bagi pengunjung yang senang swafoto, dengan latar belakang Gunung Sawal yang hijau dan luasnya daerah Ciamis.

Selain itu, pengelola juga menyediakan beberapa saung yang bisa dipakai pengunjung untuk bersantai sambil menikmati hawa sejuk pegunungan. Biasanya pengunjung menggunakan saung tersebut untuk makan nasi liwet bersama. Nasi liwetnya bisa dipesan dari pengelola dengan harga terjangkau, tidak perlu repot bawa bekal dari rumah.

Kembali ke konsep awal, Alam Murbey ini diperuntukan sebagai agrowisata, wisata edukasi terutama bagi anak-anak Paud dan pelajar. Selain bisa menikmati keindahan alam untuk swafoto juga bisa belajar cara bercocok tanam berbagai tumbuhan.

Wisata Alam Murbey ini umumnya ditanami holtikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Namun, juga ada tanaman obat-obatan.

Nama murbey sendiri diambil karena dulunya di kawasan tersebut banyak pohon murbey untuk pakan ulat sutra. Namun, sudah lama hilang karena tidak ada lagi pembudidaya ulat sutra.

Selain di lokasi wisata, di daerah itu juga terdapat area perkebunan cabai, jambu dan jenis cocok tanam lainnya milik warga setempat. Area perkebunan itu sudah menjadi ladang pencaharian warga yang cukup menjanjikan.

"Konsepnya agrowisata, memberikan pengetahuan kepada anak-anak, mengenalkan tanaman holtikultura, tanaman obat juga bisa belajar bercocok tanam di sini, umumnya yang ke sini anak-anak diniyah dan Paud," jelas pengelola wisata Alam Murbey, Asep Hidayat pada detikTravel, Rabu (9/1/2019).

Asep mengatakan, wisata ini mulai dibangun sekitar 6 bulan lalu. Padahal awalnya ia hanya mengelola lahan desa yang tertidur untuk dimanfaatkan. Namun, karena memiliki potensi ia memutuskan untuk dikembangkan jadi lokasi agrowisata.

"Sekarang sudah mulai ramai dan dikenal, hampir setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu selalu ramai pengunjung. Kalau hari-hari biasanya kebanyakan masih dari daerah sini, anak-anak sekolah. Saat liburan tahun baru kemarin banyak ke sini, tempatnya masih terbatas jadi cukup kewalahan," katanya.

Asep mengaku masih akan terus mengembangkan lokasi wisata ini. Ia berharap ada dukungan penuh baik dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah.

"Setelah ini berkembang dan banyak pengunjung, tentunya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar," pungkasnya.

Salah seorang pengunjung, Endang mengatakan lokasi ini bila dikembangkan serius akan menjadi tempat wisata yang sangat bagus. Terlebih lokasinya berada di pegunungan. Ia sengaja datang ke sini bersama temannya hanya untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan mata.

"Bagus, harus terus dikembangkan menjadi tempat wisata alternatif di Ciamis, karena cukup terjangkau dan murah," katanya.