Sabtu, 14 Maret 2020

Tiket Pesawat Mahal, Warga Aceh ke Jakarta Pilih Lewat Malaysia

Harga tiket pesawat mahal, dirasakan traveler dari berbagai daerah. Sampai-sampai traveler dari Aceh ke Jakarta memilih lewat Malaysia karena lebih murah.

Harga tiket pesawar dari Aceh ke Jakarta melonjak drastis sejak beberapa waktu lalu. Untuk mengakalinya, warga Tanah Rencong memilih transit dulu di Malaysia agar bisa menikmati tiket lebih murah.

Dilihat detikTravel, Sabtu (12/1/2019) dari situs pemesanan, harga tiket langsung Banda Aceh ke Jakarta lebih mahal dibanding via Kuala Lumpur. Untuk penerbangan pada Senin (14/1) misalnya, harga tiket pesawat Lion Air dari Aceh ke Jakarta dengan sekali transit di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara berkisar Rp 2.185.000 hingga Rp 2.586.000.

Sementara tiket pesawat Batir Air penerbangan langsung dari Aceh ke Cengkareng Rp 2.383.000. Pesawat Garuda dengan penerbangan yang sama harga tiketnya Rp 2.962.700. Sedangkan jika transit ke luar negeri, harga tiketnya malah lebih murah. AirAsia, misalnya, rute Aceh ke Bandara Cengkareng dengan sekali transit di Kuala Lumpur harga tiketnya Rp 1.525.000.

Namun penerbangan dengan Air Asia waktu transitnya lebih lama yaitu berkisar 10 hingga 12 jam. Warga Aceh saat ini kebanyakan lebih memilih terbang dulu ke luar negeri kemudian baru ke tempat tujuan di Pulau Jawa.

"Saya pernah berangkat dari Aceh ke Bandung tapi saya pilih ke Malaysia dulu biar harganya lebih murah. Itu harga tiketnya pada 2018 bisa lebih murah sampai 70 persen," kata seorang warga Meulaboh, Aceh Dedi Iskandar saat berbincang dengan detikTravel.

Waktu itu memang dia tidak langsung terbang via Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Tapi Dedi terbang dari Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya Aceh menuju ke Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara. Nah, dari Bandara Kuala Namu baru dia terbang ke Bandung dan memilih transit di Kuala Lumpur.

"Kalau terbang langsung dari Aceh ke Bandung itu mahal. Tiketnya bisa sampai Rp 3 juta lebih, kalau transit dapat sekitar Rp 900 ribu. Tapi saya harus nginap satu malam di Bandara Kuala Lumpur," jelas Dedi.

Ia mengaku baru sekali merasakan bepergian dengan harga tiket selangit dan memilih transit di luar negeri. Menurutnya, keuntungan memilih tiket murah yaitu sisa uang beli tiket dapat dimanfaatkan untuk beli oleh-oleh di Malaysia.

"Transit jauh lebih hemat, malah (uangnya) bisa buat makan, dan beli oleh-oleh. Tidak enaknya, ketika sampai di Bandung saya dicurigai sama imigrasi. Saya diperiksalah sama imigrasi," ungkapnya.

Sementara seorang warga Aceh lainnya, Hotli Simanjuntak, mengaku juga pernah punya pengalaman yang sama. Dia menghemat uang saku saat ke Jakarta dengan memesan tiket pesawat transit di Malaysia. Meski demikian, dia harus rela menikmati transit hingga delapan jam.

"Waktu saya ke Jakarta dan transit di Kuala Lumpur, itu bisa menghemat Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu. Bedanya, kita harus transit selama delapan jam di Kuala Lumpur," ungkap Hotli.

Sore Hari di Aceh Paling Asyik Wisata Kuliner Mie Caluek

Kalau bicara Aceh, pasti tak lepas dari wisata kulinernya yang lezat. Di Lhokseumawe ada satu hidangan yang cocok untuk menemani sore harimu, Mie Caleuk.

Aceh memiliki beragam khas makanan yang enak dan lezat. Salah satunya adalah Mie Caluek.

Mie dengan aroma rempah-rempah sangat memanjakan lidah jika di makan. Apalagi ditemani dengan bumbu kacang, suguhan air kelapa muda dan panorama indah yang disuguhkan membuat pengunjung belama-lama memanjakan diri.

Jika para traveler ingin merasakannya, silahkan berkunjung ke Waduk Pusong Lhokseumawe. Beraneka ragam makanan dan minuman dijajakan untuk memanjakan para pengunjung menghabiskan waktu sore melepas penat usai bekerja seharian.

Di provinsi paling barat Indonesia, mie caluek masih menjadi cemilan yang sangat disukai oleh masyarakat. Walau, berbagai makanan modern dengan tekstur yang lebih menarik, tapi mie caluek dengan bahan dasar mie lidi itu tetap populer.

Mie caluek hampir sama dengan mie yang ada pada umumnya. Jika di Jakarta namanya Spagheti. Cara membuatnya sederhana, awalnya direbus kemudian ditumis dengan tambahan rempah-rempah khas Aceh. Saat dihidangkan ke pelanggan, barulah diberi tambahan sambal pedas, kerupuk merah putih dan taburan bumbu kacang.

Di Waduk Pusong Lhokseumawe, setiap sorenya pasti ramai. Banyak masyarakat yang berolahraga, banyak juga yang menghabiskan sore hari dengan sanak keluarganya. Disepanjang jalannya pun banyak warga setempat yang berjualan. Mereka menjual mie caluek, bakso bakar, jagung bakar, air kelapa muda dan beraneka ragam makanan-minuman lainnya.

"Mie caluek enak di makan sambil santai-santai sore di Waduk Pusong Lhokseumawe. Dengan kondisi alam yang masih adem, bisa membuat kepala sedikit enak pasca sibuk bekerja seharian. Apalagi dengan tambahan minuman air kelapa muda," kata salah seorang pengunjung, Fajar kepada detiktravel, Sabtu (12/1/2019).

Fajar menyebutkan dirinya mengambil waduk sebagai tempat beristirahat sore karena ingin menjauh dari suasana hiruk pikuk keramaian. Jika ke warung kopi, pastinya sudah terbiasa dan juga ramai dengan berbagai kalangan. Namun, berbeda jika ke waduk. Bisa menikmati alam sambil makan cemilan ditambah adanya angin sepoi-sepoi.

"Tempatnya ada angin sepoi-sepoi. Tidak bising seperti ditempat lainnya. Pastinya, makanan yang dijajakan pun tergolong murah meriah. Untuk satu piring dibanderol Rp 5 ribu. Sementara air kelapa muda seharga Rp 10 ribu. Dengan harga demikian sesuai dengan kantong lah," tambah Fajar.

Bagi para wisatawan yang sedang berada di Kota Lhokseumawe, jangan sempat lupa mengunjngi Waduk Pusong. Selesai salat asar, warga setempat sudah siap menjajakan jajanan khas Aceh untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Tiket Pesawat Mahal, Warga Aceh ke Jakarta Pilih Lewat Malaysia

Harga tiket pesawat mahal, dirasakan traveler dari berbagai daerah. Sampai-sampai traveler dari Aceh ke Jakarta memilih lewat Malaysia karena lebih murah.

Harga tiket pesawar dari Aceh ke Jakarta melonjak drastis sejak beberapa waktu lalu. Untuk mengakalinya, warga Tanah Rencong memilih transit dulu di Malaysia agar bisa menikmati tiket lebih murah.

Dilihat detikTravel, Sabtu (12/1/2019) dari situs pemesanan, harga tiket langsung Banda Aceh ke Jakarta lebih mahal dibanding via Kuala Lumpur. Untuk penerbangan pada Senin (14/1) misalnya, harga tiket pesawat Lion Air dari Aceh ke Jakarta dengan sekali transit di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara berkisar Rp 2.185.000 hingga Rp 2.586.000.

Sementara tiket pesawat Batir Air penerbangan langsung dari Aceh ke Cengkareng Rp 2.383.000. Pesawat Garuda dengan penerbangan yang sama harga tiketnya Rp 2.962.700. Sedangkan jika transit ke luar negeri, harga tiketnya malah lebih murah. AirAsia, misalnya, rute Aceh ke Bandara Cengkareng dengan sekali transit di Kuala Lumpur harga tiketnya Rp 1.525.000.

Namun penerbangan dengan Air Asia waktu transitnya lebih lama yaitu berkisar 10 hingga 12 jam. Warga Aceh saat ini kebanyakan lebih memilih terbang dulu ke luar negeri kemudian baru ke tempat tujuan di Pulau Jawa.