Kamis, 12 Maret 2020

Tol Trans Jawa Dianggap Rebut Penumpang Pesawat

Bisnis penerbangan di Indonesia punya saingan tak terduga namanya Tol Trans Jawa. Penumpang pesawat jadi beralih naik kendaraan darat.

Diutarakan oleh Alvin Lie, Anggota Ombudsman RI, bahwa salah satu yang membuat masyarakat beralih dari pesawat adalah Tol Trans Jawa. Menurutnya, ini mengalihkan penumpang pesawat yang jadi lebih memilih jalur darat.

"Pembangunan tol Trans Jawa ini juga berpengaruh. Otomatis mengubah peta industri penerbangan. Lintas kota di Jawa, Jakarta kemudian Jogja, Solo, Surabaya mendapat persaingan luar biasa," ujarnya saat ditemui di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019)

Menurutnya, masyarakat lebih memilih karena jalur darat karena kini sudah jauh lebih cepat dari sebelumnya.

"Karena Jakarta tinggal Cikampek, Cikampek-Surabaya, praktis di bawah 6 jam. Cirebon-Semarang 2 jam, Semarang-Kartosuro 45 menit. Yang tadinya penerbangan Semarang-Surabaya tiketnya Rp 1 juta, sekarang sepi, karena naik mobil 3 jam setengah," paparnya.

Alvin juga menambahkan, bahwa hal ini yang memaksa maskapai harus mencari cara agar orang masih tetap naik pesawat.

"Hal ini memaksa airline putar otak, karena sekarang hanya penerbangan keluar Jawa, nanti jalau yang bagian selatan Trans Jawa jadi, makin berat.Tantangan juga buat bandara seperti Kertajati, jadi tantangan buat airline," tambahnya.

SJ Travel Pass Dikeluhkan, Sriwijaya Air Sebut Ada Perbaikan Sistem

Banyak member Sriwijaya Travel Pass (SJTP) mengeluhkan fasilitas tiket gratis selama 1 tahun yang sulit digunakan. Ini tanggapan pihak Sriwijaya Air.

Dalam rilis yang diterima detikTravel dari Sriwijaya Air, Selasa (15/1/2019) bahwa tidak benar ada kebijakan pembatasan kursi untuk pengguna SJTP. Hal ini terjadi karena perbaikan sistem yang dilakukan secara berkala.

"Menanggapi beberapa pertanyaan pelanggan kami mengenai kebijakan pembatasan kursi untuk member SJTP (Sriwijaya Travel Pass), dengan ini diinformasikan bahwa hal tersebut tidak benar. Adapun beberapa kendala yang dialami para anggota pemegang SJTP dalam beberapa waktu terakhir ini semata-mata terjadi karena adanya perbaikan sistem yang dilakukan secara continue guna meningkatkan pelayanan Sriwijaya Air kepada seluruh pelanggannya," ujar Retri Maya, VP Corporate Secretary & Legal Sriwijaya Air.

Retri juga mengatakan bahwa atas nama Sriwijaya Air, ia meminta maaf kepada seluruh pemegang Sriwijaya Travel Pass.

"Sebagai maskapai penerbangan yang berintegritas, melalui pemberitaan ini Sriwijaya Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan khususnya para anggota pemegang SJTP," tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa kartu keanggotaan SJTP masih bisa digunakan. Termasuk saat peak season.

"Patut disampaikan juga bahwa ketentuan yang menyebutkan bahwa produk ini dapat digunakan pada saat peak season, hal tersebut juga masih berlaku hingga masa keanggotaan SJTP para pelanggan berakhir pada 30 April 2019," tambahnya.

Ia juga mengatakan pemegang SJTP bisa mendapatkan tiket pesawat maksimal 60 menit sebelum keberangkatan.

"Namun demikian, fasilitas ini hanya dapat dinikmati apabila kursi pada penerbangan yang dituju masih tersedia dan hanya bisa diperoleh 60 menit sebelum jadwal keberangkatan," tambah Retri.

Agen Wisata & Media Malaysia Kian Gencar Promosikan Banyuwangi

Banyuwangi terus mempromosikan destinasi wisatanya kepada wisatawan Malaysia. Hasilnya, diundanglah para agen wisata dan media negeri jiran ke Banyuwangi.

Difasilitasi Kementerian Pariwisata RI, di Banyuwangi digelar Product Briefing & Business Matching Banyuwangi Destination yang mengundang agen travel dan media travel Malaysia dengan tujuan menggaet wisatawan dari negara jiran tersebut.

Acara Product Briefing & Business Matching Banyuwangi Destination yang dimulai pada Senin kemarin, (14/1/2019) ini diikuti 36 pelaku usaha wisata, terdiri atas 16 seller dari Banyuwangi dan 20 agen travel besar dari Malaysia. Seller dari Banyuwangi antara lain dari hotel, tour operator, pusat oleh-oleh dan restoran.

"Ajang ini cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia. Kita pertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi dan juga kita ajak mereka merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi, sehingga nantinya mereka bisa mengajak wisatawan untuk ke Banyuwangi," ujar Anas.

Selain itu, kata Anas, program ini adalah tindak lanjut dari promosi paket wisata program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang didukung penuh oleh Kemenpar. Paket ini diluncurkan sebagai bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season seperti bulan Januari ini.

"Awal-awal tahun biasanya memang low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi. Table Mart yang digelar kemarin itu, adalah salah satu strategi untuk mempromosikan paket ini," kata Anas, Selasa (15/1).

Dalam Wonderful Hot Deals ini, wisatawan cukup membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk paket wisata ke Banyuwangi, termasuk tiket pp Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Citilink, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

Para agen travel ini tampak antusias dengan promosi yang ditawarkan Banyuwangi bagi wisatawan asing. Salah satunya Ramsey Lewis, manajer operasional OTDIX Travel & Tours SDN BHD, Malaysia yang mengaku sangat tertarik dengan paket promo ini. Menurut Ramsey, destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual.

"Ijen sangat bagus dengan blue firenya yang cantik. Di sana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ijen akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis," ujarnya.

Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplore destinasi wisata selama enam hari mulai 13 - 18 Januari. Antara lain mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water.

Menurut Ramsey, Banyuwangi kaya akan kearifan lokal. "Di Banyuwangi bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional. Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," kata Ramsey.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda, mengatakan untuk menggaet wisatawan Malaysia pihaknya juga mengagendakan kegiatan promosi lainnya, seperti famtrip untuk pelaku wisata.

"Mumpung ada promo Banyuwangi Wonderful Hotdeals yang berlangsung hingga 31 Maret 2019, kami akan gencar membuat acara yang intinya menarik wisatawan Malaysia," kata Bramuda. Sebelumnya, pada Desember 2018 puluhan blogger dan media travel Malaysia telah diundang ke Banyuwangi yang difasilitasi Kemenpar.