Selasa, 10 Maret 2020

Macau, Portugal Kecil di Asia

Sejarawan mengatakan, Macau adalah perpaduan yang unik dan abadi antara Portugis dengan Asia Timur. Traveler mesti coba liburan ke sana.

Macau, negara yang kecil namun unik. Jika Hong Kong kental dengan peninggalan Inggris yang notabene mudah dipahami secara bahasa, maka Makau adalah peninggalan sejarah Portugis yang sangat menarik di Asia Timur.

Beberapa tempat ini menjadi saksi bagaimana Portugis kala itu membangun Macau dengan gaya seni tinggi dan bernilai hingga kini. Perlu diingat bahwa Makau adalah negara kepulauan kecil yang dikelilingi lautan.

Dimulai dari lapangan unik satu ini, Senado Square. Dari namanya saja, jelas sekali kalau Senado Square itu adalah lapangan berciri khas Portugis. Kalau dilihat, ulir pada lapangan ini cantik banget. Asli, bikin betah berlama-lama karena selain cantik dan fotogenik alias Instagramable, di sepanjang Senado Square juga banyak pertokoan alat kosmetik surganya wanita yang dijual dengan harga miring.

Tempat yang wajib disambangi di Macau adalah reruntuhan St Paul Church. Gereja ini bukan runtuh di makan zaman namun habis karena kebakaran hebat. Hingga kini, yang berdiri tegak dan tetap dirawat adalah halaman muka gereja dan di belakang reruntuhan gereja ini ada Museum St Paul. Untuk masuk renruntuhan gereja dan museumnya kamu tidak dikenakan biaya alias gratis.

Tempat selanjutnya yang tak kalah cantik adalah Gereja St Antonio. Di halaman gereja ini terdapat air mancur dan salib besar. Di atas gereja ini juga terdapat lonceng yang usianya sudah ratusan tahun lho. Arsitektur gereja yang sangat keeropaan ini membuat kita seperti berkunjung ke Eropa.

Makau juga dikenal sebagai Little Lisboa in Asia, kepingan Lisboa (Portugal) di Asia. Pada masa itu, pemerintahan Portugal yang menetap di Macau beragama Katolik maka dibangunlah banyak gereja sebagai tempat peribadahan di sana. Maka jangan heran, Macau sering juga menjadi tempat tujuan wisata religi bagi umat Katolik.

Salah satu gereja yang unik di sana adalah St. Lazarus yang didirikan bagi penderita kusta yang kala itu sangat terisolasi dan dibuang oleh masyarakat maka tidak heran, dulunya gereja ini dibangun di luar tembok kota.

Sebenarnya masih banyak lagi wisata gedung-gedung bersejarah yang dapat dinikmati di Macau antara lain Museum Macau yang memuat sejarah Macau dan di depan museum ada banyak meriam yang moncongnya menghadap ke lautan yang bertujuan untuk menghalau musuh Portugis yang hendak mendekati Macau.

Selain wisata sejarah, jangan lupa menyambangi Venetian untuk menaiki gondola khas Venesia Italia serta melihat meniatur Menara Eiffel. Wuih, wisata ke Macau membuat kita merasa sungguh seperti di Eropa.

10 Maskapai Paling Top Sedunia untuk 2019

Maskapai-maskapai seluruh dunia bersaing untuk jadi yang terbaik untuk penumpang. Ini 10 maskapai terbaik di tahun 2019.

Melansir CNN Travel, Rabu (16/1/2019), semua usaha maskapai-maskapai ini terbayarkan. Singapore Airlines, yang pada Oktober meluncurkan kembali layanan penerbangan nonstop terpanjang di dunia dari Singapura ke New York sukses dengan penghargaan barunya.

Maskapai yang selanjutnya adalah Air New Zealand mendapat gelar Airline of the Year oleh agen keselamatan penerbangan dan produk yang berbasis di Australia, AirlineRatings, dalam ajang tahunan Airline Excellence Awards. Maskapai ini harus kecewa menanggalkan gelarnya dalam lima tahun berturut-turut di posisi teratas.

Penghargaan memperlihatkan fasilitas dari operator yang melonjak tertinggi, mulai dari suite dan first class yang megah hingga kursi ekonomi paling nyaman. Juga fasilitas lounge yang luas hingga penawaran kuliner terlezatnya.

"Selama bertahun-tahun Singapore Airlines telah menjadi standar emas dan sekarang kembali ke yang terbaik dalam inovasi penumpang https://www.detik.com/tag/wisatawan dan model pesawat termutakhir," kata pemimpin redaksi AirlineRatings, Geoffrey Thomas.

Editor dalam penghargaan AirlineRatings menyoroti layanan nonstop Singapura ke New York yang baru dari Singapore Airlines. Para editor mengatakan bahwa persaingan untuk posisi teratas berlangsung ketat antara Air New Zealand, Qantas Airways dan Qatar Airways.

Penghargaan ini disusun berdasar industri besar dan dalam skala internasional. Lalu ada juga audit dari keselamatan pemerintah ditambah 12 kriteria utama termasuk usia armada, ulasan penumpang, profitabilitas, peringkat investasi, hubungan staf dan penawaran produknya.

"Dalam analisis obyektif kami, Singapore Airlines keluar nomor satu dalam banyak kriteria audit. Itu merupakan kinerja yang hebat," jelas Thomas.

Singapore Airlines pada 2018 juga menerima penghargaan dari Skytrax di ajang Airline of the Year. SQ juga memenangkan kategori first class terbaik versi AirlineRatings.

GWK VS Merlion dan Dewa Murugan, Siapa Paling Keren? (3)

Tidak perlu waktu lama untuk mencapai GWK dari bandara, hanya sekitar 30 menit dengan berkendara mobil. Sewaktu hampir memasuki area GWK Cultural Park, lanskap dataran batu kapur langsung menyeruak. Lahan yang dulunya bekas tambang kapur ini, sekarang sudah dipugar cantik dengan taman-taman hijau. Area lobby pintu masuk yang disebut Plaza Kencana, sudah dibangun beberapa bangunan berhiaskan lukisan besar hanoman dan lukisan dinding tokoh-tokoh dari kisah-kisah agama Hindu. Di paling depan berdiri pula replika GWK dengan ukuran mini, seakan ingin menemani sang kakak GWK di belakang sana.

Setelah masuk dari pintu gerbang, kita akan berjalan di semacam jalur terbuka di mana di kanan kirinya berdiri banyak tenan restoran dan kafe, serta toko cinderamata. Ada juga Amphitheatre yang dipakai untuk melakukan pertunjukan tarian kesenian. Jadwal pertunjukannya nyaris ada di setiap jam dan menampilkan beragam tarian tradisional dari Bali.

Puas berkeliling di area tersebut, saya pun memasuki Plaza Wisnu dan Garuda. Saya naik ke bagian atas plaza yang merupakan bagian yang saat ini masih dipertahankan oleh pengelola GWK Cultural Park, yaitu kedua patung kepala dari Dewa Wisnu dan Garuda. Dari ketinggian plaza ini, kita bisa melihat di kejauhan patung GWK yang baru, view lanskap yang memesona!

Turun dari Plaza Wisnu, kita akan berada di area Lotus Pond di mana kita bisa melihat GWK dibingkai oleh tebing-tebing batu kapur. Ini sungguh indah dan spot ini begitu Instagramable, banyak sekali pengunjung berfoto di area ini dan mengunggahnya di medsos mereka. Jika ingin lebih dekat lagi ke patung GWK dan menikmatinya suasana tepat di bawah patung besar itu, kita perlu berjalan sekitar 5-10 menit lagi.

Cuaca di sini bisa sangat terik apalagi di siang hari sehingga kita perlu membawa payung atau topi untuk menjaga dari sorot panas Sang Surya. Sebetulnya bagi pengunjung juga disediakan bus dominan berwarna merah yang disebut GWK Loop, yang bisa ditumpangi dengan membayar tiket sebesar Rp 20.000 saja. Bus ini akan membawa kita dari area lobby menuju patung GWK besar ini dan juga ke area-area di seputaran GWK Cultural Park. Cukup menghemat energi sih kalau kita datangnya di tengah siang hari bolong.

Akhirnya saya sampai tepat di bawah patung GWK. Arena di bawah patung ini pernah dipakai untuk acara pembukaan IMF meeting dan gala dinnernya. Dapat saya bayangkan betapa acara itu menjadi begitu berkesan bagi para tamu delegasi IMF karena mereka menyaksikan pembukaan acara meeting di bawah naungan sayap GWK. Sungguh membanggakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia dengan dukungan dari pemerintahan Presiden Jokowi akhirnya berhasil membangun dan memiliki patung ketiga tertinggi di dunia ini. Yang lebih membanggakan lagi, patung GWK ini bisa menjadi saksi sejarah dari berlangsungnya event internasional IMF yang sangat berpengaruh di dunia.

Akhir kata, perjalanan pesona patung di tiga negara Asia ini harus terhenti. Saya pun kembali ke kampung halaman untuk me-review dan mengkilas balik perjalanan saya. Kalau saya bandingkan secara objektif, bukan karena saya warga negara Indonesia, tetap buat saya patung GWK adalah yang termegah di antara ketiga pesona patung Asia. Bukan pula karena masih baru dan dirancang up to date dengan kondisi zaman ini, tapi memang patung GWK merupakan maha karya yang dirancang oleh anak bangsa dan dibentuk dari satu per satu keping pahatan tembaga dan baja. Semuanya membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan kerja keras. Sungguh saya salut dengan patung GWK, ini patut kita banggakan lho! Yuk, kita berkunjung lagi ke GWK, belum puas rasanya kemarin!