Minggu, 01 Maret 2020

Gua Unik di Pangandaran, Bisa Berbunyi Seperti Gamelan

Pangandaran punya gua yang batuannya menghasilkan bunyi merdu. Bunyinya mirip seperti alunan gamelan.

Wilayah Kabupaten Pangandaran dikenal dengan bentang karst yang memiliki gua-gua alami dan sungai bawah tanah yang menakjubkan. Ada salah satu gua unik yang mulai populer, Gua Sodong Goong namanya.

Kawasan Gua Sodong Goong bisa dicapai sekitar 90 menit perjalanan dari Pantai Pangandaran. Setelah berkelok dari jalan raya, wisatawan akan melalui suasana jalan desa di tengah kebun dan sawah yang memanjakan mata.

Keunikan gua di Dusun Kutakanyere, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak ini adalah karater dinding batunya yang bisa mengeluarkan bunyi khas ketika dipukul. Jika dimainkan bersama-sama, bunyi yang dihasilkan begitu indah bak suara gamelan.

Seperti dalam video yang beredar di grup-grup WhatsApp warga, tampak sekelompok orang tengah memainkan instrumen gamelan alam ini sehingga menghasilkan musik yang unik.

Ditemani sang juru kunci, Radihin (60), detikTravel baru-baru ini menelusuri keunikan gua tersebut. Radihin menunjukkan sejumlah stalaktit yang mengeluarkan bunyi unik ketika dipukul, nyaris seperti dentum logam dari instrumen gamelan. Radihin sendiri menggunakan tulang sapi sebagai pemukul untuk menghasilkan bunyi yang jernih.

"Kalau yang mengerti nada gamelan, ini bisa dimaikan. Sayangnya saya tidak bisa," ujarnya.

Karena bunyi yang dihasilan mirip gamelan, batu-batu stalaktit tersebut diberi nama. Mulai dari Saron, Bonang hingga Goong. Batu Goong misalnya, berada di dalam gua dan terbilang stalaktit yang paling besar.

Nah, Gua Sodong Goong berada di kompleks bebukitan dan lembah cadas yang dikelilingi tanah ladang dan sawah warga. Selain Gua Sodong Goong, beberapa objek di sekitarnya memiliki nama khusus, seperti Gajah Mangala, Panggung Karaton, Situ Mendung dan Pangapungan.

Masing-masing tempat tersebut utamanya dikenal karena cerita legenda dan mitos. Seperti mitos kuda sembrani, Nyi Layang Sari Kembang, Nyi layang Sari Omas dan lain-lain.

"Memang yang datang biasanya untuk ziarah. Banyak dari luar kota, seperti Tasikmalaya, Banyumas, Yogyakarta, dan lain-lain," kata Radihin.

Butuh setidaknya 30 menit hingga satu jam untuk menelusuri satu demi satu situs tersebut. Di luar cerita-cerita mitosnya, kompleks situs yang masih belum dikembangkan tersebut tampak menyimpan keindahan sekaligus potensi objek penelitian ilmu kebumian.

Kepala Desa Sindangsari, Herman, menyampaikan saat ini pihaknya tengah mengajukan pemenuhan sarana-prasarana untuk menjadikan Gua Sodong Goong sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Cimerak.

"Semoga saja bisa membangkitkan taraf perekonomian warga," kata Herman.

Menpar Targetkan Kota Palembang Jadi Sport Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Palembang sebagai pusat sport torusim. Apa alasannya?

Kementerian Pariwisata kini merencanakan Kota Palembang, Sumsel sebagai model Pariwisata Olahraga atau sport tourism di Indonesia. Perencanaan ini seiring telah lengkapnya fasilitas yang tersedia di Kota Pempek.

"Kami ingin jadikan Palembang sebagai sport tourisem. Sebagaimana diketahui tak ada daerah lain di Indonesia seperti Palembang ini," kata Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam acara diskusi publik di Palembang, Rabu (6/2/2019).

Dikatakan Arif, fasilitas pariwisata dan olahraga di Palembang saat ini sudah lengkap dan berada di satu kawasan di Jakabaring Spirt City. Bahkan Menpar menyenut fasilitas di JSC lengkap dan unik.

Selain itu, Palembang juga harus fokus dengan kosep pariwisata dan olahraga. Sehingga kedepan Palembang dapat sukses dan membawa lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kota Pempek.

Sementara untuk kuliner khas pempek yang selama ini telah dikenal. Ke depan dapat dikolaborasikan meskipun tidak sepopuler rendang asal Sumatera Barat.

"Pempek bukan nggak bagus, tapi maaf Sumbar sudah ada punya rendang. Nah, kalau sport tourism tidak ada yang bisa ngalahin. Jadi bisa sebagai pendukung," katanya.

Soal Harga Tiket TN Komodo, KLHK Akan Ajak Bicara Pihak Lain

Selain wacana penutupan TN Komodo selama setahun, wacana kenaikan tiket masuk juga jadi buah bibir. Bahas tarif ini, KLHK akan libatkan stakeholder lain.

Beberapa waktu lalu warganet ramai membahas wacana kenaikan tiket masuk TN Komodo oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Dari yang tadinya Rp 5.000 untuk wisnus dan Rp 150 ribu untuk wisman, diwacanakan naik jadi USD 100 untuk wisnus dan USD 500 untuk wisman.

Wacana kenaikan tiket yang begitu tinggi itu pun langsung diprotes para pelaku wisata dan operator tur yang mencari nafkah dari wisata di TN Komodo.

Dalam rapat di lantai 8 ruang rapat Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) KLHK, Jakarta (6/2/2019), Dirjen KSDAE KLHK Wiratno beserta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan NTT Alexander Sena serta sejumlah stakeholder terkait pun sempat bicara akan hal tersebut.

Tidak ingin terburu-buru, Dirjen KSDAE KLHK, Wiratno mengaku kalau pihaknya ingin bicara lebih dulu dengan para pemangku kepentingan. Sehingga akan ada titik temu yang dirasa adil bagi semua pihak.

"Pengkajian tentang tarif masuk ke TN Komodo segera dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan pelaku wisata. Kalau mau menaikkan entrance fee ada kaitan dengan Kemenkeu," ujar Wiratno.

Apabila wacana kenaikan tiket masuk tersebut jadi disahkan, tentu akan berdampak bagi jumlah wisatawan dalam dan luar negeri yang ingin berkunjung ke TN Komodo. Namun, dijelaskan oleh Wiratno kalau itu tak terlalu jadi masalah besar.

"Problemnya mass tourism atau limited tourism, tapi pemasukan masih besar karena tiket dibuat mahal," ujar Wiratno.

Lebih lanjut, Wiratno mengaku kalau pihaknya akan lebih dulu mengedepankan komunikasi. Tentunya ia tak ingin agar wacana tersebut jadi polemik yang berlarut-larut dan meresahkan banyak orang.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan NTT, Alexander Sena berujar kalau nantinya pendapatan dari kenaikan tiket masuk itu akan dikembalikan lagi untuk konservasi Komodo di taman nasional.

"Kalau misalnya ada pungutan itu akan kita pakai lagi untuk peningkatan konservasi agar lebih baik lagi hingga sampai hari ini kita belum punya target seperti apa yang akan kita capai. Harus melalui kajian-kajian ke depan," tutup Alexander.

Gua Unik di Pangandaran, Bisa Berbunyi Seperti Gamelan

Pangandaran punya gua yang batuannya menghasilkan bunyi merdu. Bunyinya mirip seperti alunan gamelan.

Wilayah Kabupaten Pangandaran dikenal dengan bentang karst yang memiliki gua-gua alami dan sungai bawah tanah yang menakjubkan. Ada salah satu gua unik yang mulai populer, Gua Sodong Goong namanya.

Kawasan Gua Sodong Goong bisa dicapai sekitar 90 menit perjalanan dari Pantai Pangandaran. Setelah berkelok dari jalan raya, wisatawan akan melalui suasana jalan desa di tengah kebun dan sawah yang memanjakan mata.

Keunikan gua di Dusun Kutakanyere, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak ini adalah karater dinding batunya yang bisa mengeluarkan bunyi khas ketika dipukul. Jika dimainkan bersama-sama, bunyi yang dihasilkan begitu indah bak suara gamelan.

Seperti dalam video yang beredar di grup-grup WhatsApp warga, tampak sekelompok orang tengah memainkan instrumen gamelan alam ini sehingga menghasilkan musik yang unik.