Sabtu, 29 Februari 2020

Mencoba Makanan Buffet Halal di Thailand, Ada Lho!

Thailand mayoritas adalah umat Buddha, tapi mereka perhatian dengan kebutuhan traveler muslim. Di Bangkok ada restoran dengan buffet makanan halal. Alhamdulillah.

Inilah Al Meroz Hotel, sebuah penginapan yang berada di ibukota Thailand, Bangkok. Tepatnya berada di daerah Krung Thep Maha Nakhon. detikTravel sempat berkunjung ke sana beberapa pekan lalu.

Hotel tersebut memiliki rekomendasi kuliner Bangkok berupa restoran bernama Diwan, dengan menu internasional yang menyediakan buffet berbagai macam hidangan. Tentunya, seluruh makanan dijamin halal untuk para traveler Muslim.

Buffet halal ini mulai dari makanan internasional seperti pizza, salad, atau sushi pun tersedia. Bahan-bahannya terbuat dari ikan, ayam dan daging sapi.

Begitupun dengan bagian kuliner Thailand. Traveler bisa mencoba Pad Thai, atau Tom Yum yang terkenal, semuanya disediakan bagi para pengunjung yang ingin mencoba hidangan khas Negeri Gajah Putih berupa kuliner Thailand halal.

Bisa dibilang, makanan di sini cukup lengkap untuk wisata kuliner Thailand. Mulai dari hidangan pembuka, makanan utama sampai penutup pun ada lho. Buffet halal ini cocok untuk mengisi perut jika ingin mengeksplor Bangkok seharian.

Diwan Restaurant juga memiliki musala bagi para traveler yang ingin melakukan ibadah salat. Mengingat, tidak banyak tempat salat yang bisa ditemui di Thailand. Panggilan adzan juga berkumandang kala waktu ibadah akan datang.

Di bagian dessert, traveler bisa memilih aneka kue, es krim, atau buah-buahan. Bahkan, ada juga bagian kopi dan teh yang menyajikan aneka minuman dengan merk internasional.

Waktu terbaik datang ke sini adalah siang hari. Karena buffet halal ini makanannya masih lengkap dan bervariasi, cocok untuk mengisi perut sebelum traveling.

Nah, jika traveler ingin mencicipi aneka hidangan buffet halal di Diwan Restaurant, siapkan uang mulai THB 350 (Rp 156 ribu) untuk anak-anak, sedangkan untuk dewasa dipatok dengan harga THB 765 (Rp 342 ribu).

Ultah ke-50, Pramugari Ini Jalan di Atas Sayap Pesawat Terbang

Seorang pramugari merayakan ulang tahunnya dengan cara yang unik sekaligus menegangkan. Dia berjalan di atas sayap pesawat terbang yang tengah mengudara.

Sabrina Swenson adalah pramugari maskapai United Airlines yang berasal dari Frankfurt, Jerman. Usianya kini memang tak lagi muda, tapi jiwa petualangannya masih terus melekat. Belum lama ini, untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-50, Swenson pun memilih buat melakukan hal yang memacu adrenalin.

Wanita ini merasakan wing walking alias berjalan di atas sayap pesawat yang mengudara. Kisahnya pun diunggah di situs United Airlines, seperti dilihat detikTravel, Selasa (12/2/2019).

Swenson bercerita bahwa wing walking sebenarnya bukan hal baru baginya. Sekitar 8 tahun lalu ia pernah mencoba wing walking di Inggris. Nah kali ini dia mencoba untuk wing walking di tempat lain, yaitu Sequim, Washington, AS.

Karena sudah lama tidak wing walking, Swenson tentunya harus kembali berlatih terlebih dahulu sebelum benar-benar naik ke atas pesawat terbang. Dia datang dan berlatih di Mason Wing Walking Academy, Sequim.

Wanita ini diajari serba-serbi wing walking, mulai dari prosesnya seperti apa, hingga hal yang harus dan tidak boleh dilakukan. Setelah belajar dan berlatih sepanjang pagi sampai menjelang sore, tibalah saatnya sungguhan wing walking.

Swenson naik ke biplane Boeing Stearman, pesawat dengan sayap ganda. Ia akan terbang berdua dengan seorang pilot, Swenson duduk di kursi depan, pilotnya di kursi belakang. Setelah semua perlengkapan siap, pesawat terbang pun mengudara. Setelah tiba di ketinggian yang pas, pilot memberi petunjuk buat Swenson, sudah saatnya berjalan ke atas sayap pesawat terbang.

Pramugari asal Jerman itu perlahan ke luar dari tempat duduk dan naik ke atas sayap. Setelah berjuang melawan kencangnya angin, Swenson berjalan di atas sayap dan bersandar ke sebuah tiang yang ada, lengkap dengan pengaman yang selalu terpasang. Berjalannya harus berhati-hati karena kalau salah injak bisa-bisa sayapnya bolong. Hiii...

Lenggak-lenggok Tarian Thailand

Saat berkunjung ke Suanthai Pattaya, traveler akan disuguhi Thai Cultural Show. Suatu pentas keragaman tarian dari enam wilayah yang ada di Thailand.

Di Suanthai Pattaya, kita akan bisa menemukan aneka kearifan lokal dan keragaman budaya Thailand dalam satu tempat.

Salah satu yang menarik di tempat ini, pengunjung akan disajikan Thai Cultural Show yang berupa tarian tradisional dari enam wilayah yang ada di Thailand.

Thailand sendiri terbagi menjadi enam wilayah yang meliputi Thailand Utara, Thailand Timur Laut, Thailand Barat, Thailand Pusat, Thailand Timur dan Thailand Selatan.

Sistem pembagian enam wilayah Thailand dikembangkan pada tahun 1978 oleh Komite Nasional Geografi Kerajaan Thailand.

Setiap wilayah Thailand memiliki adat istiadat dan seni beragam, selayaknya ragam budaya yang dimiliki suku di Indonesia. Oleh karena itu, baik gerakan, pakaian dan musiknya memiliki ciri khas tersendiri.

Satu persatu penari menampilkan keterampilan dan gemulainya gerakan mereka, baik pria maupun wanita.

Sebetulnya dalam narasi maupun nyanyian yg ditampillkan, saya yakin menyampaikan suatu cerita atau legenda lokal, namun sayang karena dalam bahasa Thailand tidak dapat saya pahami.

Pertunjukan Thai Cultural Show ini hanya diadakan pada jam tertentu, yaitu jam 11.30, 13.00, 15.00 dan 16.30. Pastikan tidak terlewat waktu pertunjukannya saat berkunjung ke Suanthai Pattaya ya traveller.

Selepas pertunjukan, terdapat sesi foto, dimana pengunjung bisa berfoto dengan para penari di panggung. Penarinya pun cukup ramah dan sebagian diantara mereka yg bisa berbahasa Inggris menyapa kami.

Lucunya jelang sesi foto mereka menyap kami dengan Mabuhay, karena wajah saya dan para pemenang D'traveller of The Year 2018 mirip dengan orang Filipina.

Miris, Pantai di Lhokseumawe Penuh Sampah Hingga Limbah Kelapa Muda

Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh dipenuhi limbah kelapa muda dan sampah plastik. Wisatawan yang berkunjung merasa risih & kurang nyaman dengan kondisi demikian.

Pantauan detikTravel, sampah-sampah seperti limbah kelapa muda, botol plastik, plastik dan sejumlah barang bekas makanan lainnya baik yang ditinggalkan oleh para pengunjung maupun para pedagang di kawasan tersebut.

"Banyak sekali sampahnya. Kurang nyaman aja. Pinginnya kan tempat wisata itu asri, bersih dan nyaman," kata salah seorang pengunjung, Aziz kepada detikTravel, Jumat (15/2/2019).

Dia menyebutkan seharusnya pemerintah setempat terus mengawasi aktivitas di sepanjang pantai yang kerap dikunjungi warga sebagai tempat wisata. Jangan sampai, sampah-sampah menumpuk tanpa dibersihkan.

Jika sampah banyak dibibir pantai, tentu kenyamanan warga yang berkunjung agak risih dan berdampak tidak kepinginnya lagi mereka berkunjung ke Pantai Ujong Blang yang sudah dikenal oleh masyarakat Lhokseumawe dan beberapa daerah disekitarnya.

"Agak risih kita lihatkan. Harusnya ada upaya yang dilakukan pemerintah menjaga kebersihan bibir pantai. Dan bagi para pengunjung maupun pedagang juga harus ikut menjaga bersihnya tempat wisata. Jangan buang sampah sembarangan," sebut Aziz.

Pantai Ujong Blang terletak di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Pantai tersebut mendiami beberapa desa di kecamatan tersebut dan jaraknya tidak jauh dari pusat kota bekas petro dollar tersebut.