Selasa, 25 Februari 2020

Mengejutkan! Pengunjung Grand Canyon Ternyata Kena Radiasi

Objek wisata Grand Canyon di Arizona telah jadi favorit wisatawan di Amerika Serikat. Namun, fakta baru terungkap terkait paparan radiasi di sana.

Menurut laporan dari Arizona Republic, paparan radiasi berbahaya ternyata telah menghantui wisatawan yang datang berkunjung ke Grand Canyon. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (20/2/2019), paparan radiasi itu dicurigai berasal dari museum yang ada di sana seperti diberitakan media CBS News.

"Jika Anda berkunjung ke Museum Collections Building (2C) antara tahun 2000 hingga 18 Juni 2018, berarti Anda telah terpapar uranium menurut definisi OSHA (Lembaga Kesehatan di bawah Departemen Tenaga Kerja AS - red)," ujar Manajer Keselamatan dan Kesehatan, Elston Stephenson.

Menurut Elston, batu uranium yang disimpan di museum tersebut memaparkan radiasi yang disebutnya berbahaya bagi orang dewasa hingga anak-anak. Namun, pihak pengelola Grand Canyon memberikan sanggahan perihal tersebut.

"Tak ada bahaya bagi petugas Grand Canyon atau publik. Informasi yang saya dapat, batu tersebut telah dipindahkan dan tak ada bahaya," ujar juru bicara Grand Canyon, Emily Davis.

Emily mengungkapkan, baru-baru ini telah dilakukan riset soal radiasi dari batu uranium tersebut. Hasilnya pun disebut normal dan tak berbahaya bagi publik.

Saat ini, batu uranium itu pun telah dipindahkan dari museum. Penyelidikan lebih lanjut juga telah dilakukan.

Aneka Kuliner Lezat di Singkawang, Wajib Coba

Singkawang punya banyak keunikan yang tidak ada habisnya. Apalagi berbagai macam kuliner lezat yang sayang untuk dilewatkan.
Singkawang, salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. 145 km tepat berada disebelah utara kota Pontianak. Singkawang menjadi kota destinasi liburan di saat musim liburan seperti Natal dan Tahun Baru dan kota ini sangat ramai pada Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh, Karena mayoritas penduduknya beragama Budha dan Kong Hu Cu.

Desember 2018, saya dan teman teman berkesampatan untuk datang ke kota ini. Walaupun musim liburan, kami tak takut kalau harga tiket mahal, soalnya belinya di aplikasi tiket.com, kapan pun kalian mau berangkat, promo nya pasti ada terus. Selain tiket pesawat, kami juga membeli tiket hotel di aplikasi tiket.com, apapun tiketnya, aplikasi nya Cuma satu, Tiket.com #semuaadatiketnya.

Menempuh perjalanan selama satu setengah jam dari Jakarta ke Pontianak. Perjalanan dari CGK ke PNK memakan waktu selama satu setengah jam melayang di udara. Setibanya di Bandara Internasional Supadio Pontianak, kami langsung bergegas mencari transportasi menuju Singkawang. Ada dua alternatif transportasi yaitu menggunakan bus Damri atau travel. Bedanya kalau bus Damri ada jam jam tertentu, setiap dua jam sekali. Kalau naik travel, kapan pun siap berangkat, ngak perlu nunggu lagi. Harga untuk Bus damri sekitar Rp 110.000 per orang, dan untuk Travel Rp 140.000 per orang. Kami memutuskan menggunakan jasa travel, karena ingin buru buru sampai di Singkawang.

Walaupun kami pergi ber 4, 2 teman kami lainnya memutuskan untuk tidak ikut ke singkawang, sehingga hanya aku dan salah satu teman ku yang pergi ke singkawang. Ada tiga alternatif yang dapat kalian tempuh dari bandara Supadio menuju ke kota Singkawang, menggunakan mobil travel, bus damri ataupun sewa mobil. Perjalanan dari Bandara Supadio menuju Singkawang selama 3 รข€“ 4 jam tergantung dari macet atau ngak. Kurang lebih sama seperti Jakarta ke Bandung.

Kami menghabiskan waktu satu hari dan satu malam di kota yang dijuluki sebagai Kota Seribu Kelenteng ini. Ternyata bukan hanya kelenteng ataupun kuliner di kota Singkawang. Kami juga dapat menikmati pantai yang berada tak jauh dari kota Singkawang. Perjalanan kami dari satu tempat ke tempat lainnya menggunakan transportasi online, karena jaraknya yang dekat, sehingga tak perlu menyewa mobil seharian. Berikut list kuliner dan tempat wisata yang wajib kamu tuju selama di kota Singkawang.

Senin, 24 Februari 2020

Patung Pertama Wallace di Luar Inggris Berdiri di Tangkoko

 Nama ilmuwan legendaris Alfred Russell Wallace terkenal seantero dunia. Akhirnya, patung pertama Wallace di luar Inggris berdiri di Cagar Alam Tangkoko Bitung.

Lebih dari 150 tahun yang lalu, Alfred Russell Wallace pergi dari tanah kelahirannya di Inggris menuju Indonesia. Kedatangan Wallace ke Indonesia untuk melakukan penelitian tentang keanekaragaman hayati, terutama soal flora dan fauna.

Perjalanan Wallace di Pulau Celebes sampai ke Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara. Dari penelitian inilah, Wallace mempublikasikan teorinya soal Wallace Line, garis imajiner yang membagi keanekaragaman hayati di Indonesia Barat dengan Indonesia Timur. Penelitian Wallace inilah yang menginspirasi Charles Darwin untuk menerbitkan Teori Evolusi.

Untuk mengenang jasa Wallace bagi ilmu pengetahuan, sebuah patung diri Wallace pun berdiri tegak di Cagar Alam Tangkoko. Inilah patung pertama Wallace yang berdiri di luar Inggris.

"Atas nama orang-orang Inggris, dan juga mewakili Kedutaan Inggris, kami ingin mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Ini adalah Patung Wallace pertama di luar Inggris," ungkap Paul Smith, Direktur British Council Indonesia pada detikTravel di Cagar Alam Tangkoko Batoeangoes, Kamis (21/2/2019).

Dalam perjalanannya, nama Charles Darwin memang lebih terkenal daripada Alfred Wallace. Namun, itu tidak menutup fakta soal keilmuwan Wallace yang jauh lebih unggul daripada Darwin. Darwin sendiri pun mengakui hal itu.

"Alfred Wallace adalah a good friend of Darwin. Darwin sendiri mengakui Wallace lebih pintar dari dia. Semua orang kenal Darwin, tapi kita ingin agar orang ini (Wallace -red) juga dikenal sebagai seorang saintis yang hebat di bidang keanekaragaman hayati," imbuh Paul.

Patung Wallace ini dibuat oleh seniman bernama Hendra Susanto. Patung ini memiliki tinggi 2 meter, ditambah dengan pondasi sekitar 2,5 meter, total ketinggian patung Wallace ini sekitar 4,5 meter.

Traveler bisa mengenang jasa Wallace untuk ilmu pengetahuan dengan mengunjungi patung ini di Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara.

Kini Kamu Bisa Bawa Sepeda ke Dalam Kereta Api

PT KAI kini membolehkan penumpang untuk membawa sepeda ke dalam kereta. Satu penumpang membawa satu sepeda yang telah dilipat atau dalam kondisi tak dirakit.

Kereta api menjadi alternatif transportasi darat yang banyak dipilih untuk berlibur. Selain karena lebih cepat dibandingkan bus, ada kelebihan lain yang dimiliki kereta api. Salah satunya soal bagasi.

Sebelum naik ke kereta, penumpang akan diminta menghubungi kondektur untuk membantu penempatan penyimpanan sepeda karena saat ini belum ada tempat khusus.

"KAI memahami kebutuhan sekaligus menjamin kenyamanan perjalanan para pengguna jasanya sehingga ditetapkan aturan tentang bagasi tersebut," ujar VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2/2019).

Ia menjelaskan KAI menetapkan bahwa setiap penumpang diberikan bagasi gratis sampai berat maksimum 20 kg dengan volume maksimum 100 dm3 (dimensi maksimal 70x48x30 cm) dan sebanyak-banyaknya terdiri dari empat koli (item bagasi).

Jika saat boarding di stasiun penumpang diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan tersebut, maka dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kg untuk kelas ekonomi. Sementara untuk barang yang lebih besar dari 200 dm3 (dengan dimensi maksimal 70x48x60 cm) tidak diperbolehkan dibawa ke kabin penumpang.

Menurut Agus kebijakan bagasi ini diberlakukan tidak hanya menyangkut kenyamanan penumpang, namun juga keselamatan dan kelancaran operasional moda transportasi yang digunakan.

Selain sepeda, masyarakat juga dapat membawa serta kursi roda, bahkan kereta dorong bayi ke dalam kabin penumpang dengan gratis selama masih sesuai dengan standar yang diberlakukan.