Minggu, 23 Februari 2020

Kenali Jakarta Lebih Dekat di Museum Fatahillah

Wajib mengunjungi Museum Fatahillah jika berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta. Di sini kita bisa mengetahui sejarah Kota Jakarta. Yuk!

Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta terletak di Kawasan Kota atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No.1 Jakarta Barat. Jujur ini merupakan pertama kalinya saya berkunjung ke dalam Museum Fatahillah walaupun beberapa kali berkunjung ke Kawasan Kota Tua. Museum yang memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi ini cukup membuat kita mendapatkan banyak pengetahuan khususnya tentang Jakarta pada zaman dahulu.

Dahulu ketika Jakarta masih di bawah pemerintahan Belanda, Museum Fatahillah dimanfaatkan sebagai balai Kota Batavia atas perintah Gubernur-jendral Joan Van Hoorn. Maka tidak heran jika bangunan museum ini menyerupai Istana Dam di Amstredam.

Namun setelah Indonesia merdeka, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 dan sejak tahun 1999 bertekad menjadikan museum ini bukan hanya memamerkan benda-benda yang berasal dari periode Batavia tetapi juga harus bisa menjadi tempat untuk menambah pengetahuan bagi semua kalangan usia. Terutama untuk anak-anak yang sebaiknya diajarkan untuk mencintai museum sejak dini. Museum ini memiliki nama lain Museum Fatahillah disebabkan karena lokasinya yang berada di Jalan Taman Fatahillah.

Orang-orang yang datang ke Kawasan Kota Tua ini biasanya hanya memanfaatkan halaman depan Museum Fatahillah untuk berfoto-foto karena memang menjadi salah satu daerah di Jakarta yang instagramable. Namun hal itu sebenarnya sangat disayangkan karena untuk memasuki museum ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak.

Hanya dikenakan biaya Rp 2.000 untuk anak-anak serta pelajar dan Rp 5.000 untuk dewasa. Harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan begitu banyaknya pengetahuan yang akan didapat dari museum ini. Museum Fatahillah ini juga dibuka sejak hari Selasa hingga hari Ahad (Minggu) mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Saat saya berkunjung ke sini, saya bersyukur karena pengunjungnya banyak hingga harus antri untuk masuk ke dalam Museum Fatahillah. Tidak hanya wisatawan dalam negeri tapi juga ada beberapa wisatawan luar negeri yang terlihat sangat antusias ketika memasuki museum.

Bagian dalam Museum Fatahillah memiliki desain neoklasik dengan dominasi cat berwarna kuning tanah. Kusen pintu dan jendelanya terbuat dari kayu jati berwarna hijau tua. Perpaduan keduanya membuat kita terasa seperti di Jakarta tempo dulu.

Namun semakin ke dalam, ruangan terlihat berbeda dengan sentuhan desain yang lebih moderen seperti terdapat lukisan dinding yang sangat besar, kotak penyimpanan koleksi Museum Fatahillah yang dilengkapi lampu LED juga suasana setiap ruangan yang memiliki khas masing-masing.

Di antaranya ada beberapa ruangan yang dilengkapi dengan penjelasan berupa video yang ditayangkan di dinding museum menggunakan proyektor. Menurut saya, hal itu sangat bermanfaat dan menarik sekali terutama bagi anak-anak sehingga mereka tidak akan merasa bosan ketika berada di dalam Museum Fatahillah.

Namun di sini yang masih harus diperbaiki adalah suara yang dihasilkan tidak terlalu jelas sehingga sedikit membuat bingung pengunjung yang sedang melihat tayangan tersebut. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi agar Museum Fatahillah dapat selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pengunjungnya.

Setelah puas berkeliling di dalam Museum Fatahillah, akhirnya saya keluar museum yang ternyata masih terdapat tempat menarik di bagian belakang museum ini. Seperti ruangan-ruangan yang dahulu dijadikan sebagai penjara bagi para tahanan hingga sebuah sumur yang ukurannya cukup besar.

Bagian belakang dari Museum Fatahillah ini juga tidak kalah instagramable dibandingkan dengan bagian depan museum sehingga saya pun tidak lupa untuk mengabadikannya.

Puas rasanya setelah mengunjungi Museum Fatahillah ini. Walaupun saya tidak berasal dari Jakarta tapi saya mendapatkan banyak pengetahuan mengenai sejarah ibu kota Indonesia dengan mengunjungi museum ini. Karena hari masih siang saya berencana melanjutkan ke destinasi selanjutnya yang tidak terlalu jauh dari sini.

Jika destinasi yang kita rencanakan letaknya tidak berjauhan, kita dapat menyewa mobil melalui aplikasi tiket.com karena #semuaadatiketnya. Ternyata tiket.com tidak hanya dapat digunakan untuk memesan tiket pesawat, kereta api dan hotel tapi juga tiket event-event tertentu hingga jasa penyewaan mobil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Mulai dari berapa lama kita akan menyewa, jenis-jenis mobil yang sesuai dengan budget dan jumlah penumpang, hingga layanan untuk memilih plat nomor ganjil atau genap. Jadi segera install aplikasi tiket.com untuk mendapatkan berbagai kemudahan untuk keperluan perjalanan kita, karena #semuaadatiketnya di tiket.com.

Seoul, I Love You!

 Liburan ke Korea Selatan, tujuan wajibnya tentu menikmati Seoul. Percayalah, kamu akan jatuh cinta dengan keindahannya.

Aku benar-benar jatuh cinta sama Seoul. Mungkin sama seperti kalian pada umumnya, kita kena efek dari K-Pop dan Kdrama dan akhirnya ingin banget liburan ke Seoul. Setelah merencanakan cukup lama dan pastinya tabungan juga udah cukup, aku memutuskan untuk berangkat ke Seoul.

Dimulai dari explore websitenya Tiket.com karena #SemuaAdaTiketnya di Tiket.Com mulai dari pesawat, kertera api, sewa mobil dan pastinya harganya sesuai deh sama kantong. Ada hal unik yang aku temuin sesampainya aku disana yaitu jarang banget ada yang namanya motor, motor cuma ada motor untuk delivery.

Setelah aku cari tahu ternyata penduduk sana lebih memilih kendaraan umum atau mobil untuk yang sudah cukup finansialnya karena lebih praktis dan cepat. Jadi jangan heran kalau kalian jarang liat motor dan sekalinya liat motor kecepatannya cukup tinggi karena delivery disana ada batas waktunya gitu jadi harus sampai sebelum batas waktu yang diberikan.

Apa sih yang paling bikin aku ingin ke Seoul, kalo boleh jujur karena makanannya apalagi street foodnya. Aku bener-bener suka banget sama odeng atau kaya otak-otak gitu, apalagi pas aku disana itu cuacanya masih cukup dingin jadi pas makan odeng plus kuah panasnya yang enak hmmm, tenggorokan dan perut jadi super hangat.

Pergi di cuaca cukup dingin ga membuat aku khawatir dengan harga tiketnya karena aku sudah langganan di Tiket.com dan berdasarkan pengalaman aku harga yang diberikan selalu pas di budget plus Tiket.com sering ada promo loh, makanya aku rajin cek website atau aplikasinya di HP karena aku hobi travelling dan #SemuaAdaTiketnya di Tiket.com.

Untuk urusan akomodasi kalian ga usah pusing karena bisa dibeli juga di Tiket.com loh. Kalian bisa baca semua review hotelnya terlebih dahulu yang pastinya bisa membuat kalian lebih mudah memilih mana hotel yang paling sesuai untuk liburan kalian. Jadi pas sampe di sini kalian bisa langsung check in ke hotel yang sudah kalian booked. Semoga aku dan kalian semua bisa ada kesempatan liburan ke negeri ginseng ini yah.

Kenali Jakarta Lebih Dekat di Museum Fatahillah

Wajib mengunjungi Museum Fatahillah jika berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta. Di sini kita bisa mengetahui sejarah Kota Jakarta. Yuk!

Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta terletak di Kawasan Kota atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No.1 Jakarta Barat. Jujur ini merupakan pertama kalinya saya berkunjung ke dalam Museum Fatahillah walaupun beberapa kali berkunjung ke Kawasan Kota Tua. Museum yang memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi ini cukup membuat kita mendapatkan banyak pengetahuan khususnya tentang Jakarta pada zaman dahulu.

Dahulu ketika Jakarta masih di bawah pemerintahan Belanda, Museum Fatahillah dimanfaatkan sebagai balai Kota Batavia atas perintah Gubernur-jendral Joan Van Hoorn. Maka tidak heran jika bangunan museum ini menyerupai Istana Dam di Amstredam.

Namun setelah Indonesia merdeka, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 dan sejak tahun 1999 bertekad menjadikan museum ini bukan hanya memamerkan benda-benda yang berasal dari periode Batavia tetapi juga harus bisa menjadi tempat untuk menambah pengetahuan bagi semua kalangan usia. Terutama untuk anak-anak yang sebaiknya diajarkan untuk mencintai museum sejak dini. Museum ini memiliki nama lain Museum Fatahillah disebabkan karena lokasinya yang berada di Jalan Taman Fatahillah.

Orang-orang yang datang ke Kawasan Kota Tua ini biasanya hanya memanfaatkan halaman depan Museum Fatahillah untuk berfoto-foto karena memang menjadi salah satu daerah di Jakarta yang instagramable. Namun hal itu sebenarnya sangat disayangkan karena untuk memasuki museum ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak.

Hanya dikenakan biaya Rp 2.000 untuk anak-anak serta pelajar dan Rp 5.000 untuk dewasa. Harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan begitu banyaknya pengetahuan yang akan didapat dari museum ini. Museum Fatahillah ini juga dibuka sejak hari Selasa hingga hari Ahad (Minggu) mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Saat saya berkunjung ke sini, saya bersyukur karena pengunjungnya banyak hingga harus antri untuk masuk ke dalam Museum Fatahillah. Tidak hanya wisatawan dalam negeri tapi juga ada beberapa wisatawan luar negeri yang terlihat sangat antusias ketika memasuki museum.

Bagian dalam Museum Fatahillah memiliki desain neoklasik dengan dominasi cat berwarna kuning tanah. Kusen pintu dan jendelanya terbuat dari kayu jati berwarna hijau tua. Perpaduan keduanya membuat kita terasa seperti di Jakarta tempo dulu.