Jumat, 21 Februari 2020

Rabies Bisa Ancam Pariwisata NTB

Kasus rabies belakangan ini menjadi masalah kesehatan di NTB. Rabies jika tidak ditangani bisa menjadi ancaman pariwisata.

Penanganan rabies yang belum optimal dikhawatirkan akan berdampak pada pariwisata di daerah. Anggota Komisi IV DPRD NTB yang juga Ketua Fraksi PDIP, Ruslan Turmuzi melihat tingginya korban digigit anjing di Dompu dan Sumbawa bisa merembet ke daerah lain.

"Rabies itu termasuk ancaman pariwisata," kata Ruslan, Selasa (26/2/2019).

Dikhawatirkan jika hal itu tidak tertangani dengan baik, virus rabies akan terjangkit ke beberapa daerah yang menjadi destinasi pariwisata di NTB, terutama Lombok. Dia melihat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

Dampak pariwisata bukan hanya pada persoalan rendahnya okupansi hotel, adanya bencana dan harga tiket yang relatif masih mahal. Kekhawatiran wisatawan terhadap suatu penyakit juga perlu diperhatikan.

"Karena orang berwisata itu mau senang-senang kok," ungkapnya.

Koordinasi pemerintah dan penanganan yang terintegrasi lintas kabupaten dapat menjadi solusi yang tepat untuk membasmi rabies di NTB.

Liburan ke Bromo Gaya Transit Dikeluhkan Pengusaha Hotel

Paket liburan ke Gunung Bromo biasanya menawarkan transit di hotel sebentar, sebelum mengejar sunrise. Model begini akhirnya dikeluhkan hotel karena merugi.

Pengusaha hotel yang ada di kawasan obyek wisata Gunung Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo mulai resah atas maraknya pelaku jasa wisata yang menyediakan layanan perjalanan wisata satu malam atau Travel Transit. Perjalanan wisata satu malam itu, dianggap berdampak pada penurunan okupansi hotel atau tingkat hunian pengunjung hotel.

Ketua Perhimpuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin mengatakan gaya transit, memberikan peluang bagi wisatawan untuk berwisata tanpa harus menginap di hotel.

Ia pun mengaku prihatin, atas maraknya travel yang menjual tur satu malam tanpa menginap tersebut. Dari informasi yang dihimpunnya, travel transit atau umum disebut juga Bromo Night Tour biayanya lebih murah, dari pada layanan jasa wisata yang plus menginap di hotel.

Biaya yang dikeluarkan tiap orang, hanya sekitar Rp 190 ribu. Nominal tersebut, sudah termasuk biaya makan, tiket masuk wisata, dan jeep.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menyebut, jika rata-rata penyedia layanan perjalanan wisata satu malam berasal dari luar daerah. Seperti diantaranya, travel asal Yogyakarta, Malang dan Banyuwangi.

"Kalau lebih murah memang iya, Mas. Karena tidak ada biaya menginap di hotel. Tapi kalau dibiarkan, dampaknya ya ke hunian hotel. Bisa-bisa sepi pengunjung," ungkapnya, Selasa (26/02/19).

Adanya travel transit, sangat terasa bagi para pengusaha hotel yang ada di sekitar Gunung Bromo. Utamanya saat low season seperti saat ini, dimana tingkat hunian menurun sampai 60 persen.

"Seperti low season sekarang ini, sangat terasa Mas. Biasanya tingkat hunian hotel turun 50 persen jadi 60 persen. Harapannya ada solusi terbaik dari instansi pemerintah terkait, atas maraknya travel transit," pungkasnya.

Mengenal Hash, Olahraga Sambil Plesir

Sebagian besar orang mungkin belum tahu apa itu 'Hash'. Inilah olahraga sekaligus singgah di obyek-obyek wisata.

Hash sendiri berasal dari Inggris. Meski sudah diadopsi di Indonesia sekitar tahun 2000-an, hingga kini tak banyak orang mengenal olahraga tersebut.

Hash dilakukan dengan cara berjalan menelusuri rute yang cukup berat seperti hutan, sungai, bukit, area persawahan, membelah kampung dan berbagai medan rute lainnya. Semua trek tersebut harus ditempuh dengan berlari, berjalan, merangkak bahkan berguling dan terjatuh karena licin.

Namun semua jerih payah bermandikan keringat itu akan berbuah manis tatkala kita menikmati keindahan alam dan tiba di obyek wisata. Untuk melepas lelah, kita bisa beristirahat sejenak dan berfoto selfie di tempat wisata yang dilalui sepanjang rute.

Dengan waktu sekitar 3 sampai 4 jam, para hasher harus melibas jalur yang jarang dilalui dan memiliki rintangan tersendiri. Salah satu pegiat hash di Purworejo ialah Hengki Purbo Wahono (61).

Ia membawa puluhan hasher untuk menjajal track di Kecamatan Kaligesing, Jumat (22/2/2019). Rombongannya terdiri dari Polres Purworejo, pengusaha, off roader hingga awak media diajak untuk melintasi trek di puncak Perbukitan Menoreh itu.

"Ya hari ini kita melakukan hash sekaligus mengelilingi obyek wisata yang ada di Kaligesing, start dari Air Terjun Sidandang kemudian menuju Gunung Cilik, Hutan Wisata Kalilo, sentra kambing etawa dan kembali ke Sidandang," kata Hengki di sela-sela istirahat.

Hengki menambahkan, olahraga hash memang belum populer di Purworejo. Harapannya ke depan dikembangkan sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisata.

"Purworejo ini memiliki trek yang bagus-bagus. Saya harap nanti hash bisa dikembangkan menjadi paket wisata sekaligus untuk berolah raga," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong selaku penanggung jawab rombongan yang juga menjadi peserta hash, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga untuk menjaga tali silaturahmi. Untuk mengobati lelah dan memeriahkan acara, berbagai door prize diberikan kepada peserta.

"Sehat dapat, wisata dapat, harapannya tali silaturahmi juga semakin terjaga. Kami juga memberikan door prize buat peserta hash hari ini biar tetap semangat dan mengobati lelah," kata Indra.

Lani Cristianti (45), warga yang ikut dalam rombongan mengaku senang bisa ikut olahraga hash meski merasakan capek yang luar biasa. Selain untuk menikmati wisata alam, hash yang ia lakukan hari ini sekaligus sebagai latihan fisik karena beberapa waktu kedepan ia akan mendaki Gunung Semeru.

"Suka mas, treknya keren. Bisa foto-foto di tempat wisata juga. Hash ini juga untuk latihan fisik saya karena besok-besok akan mendaki Gunung Semeru," ucapnya.

Tertarik untuk menjajal hash? Ingin merasakan sensasi mandi keringat dan lutut bergetar hebat?

Jangan lupa gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk memudahkan diri dalam melewati medan di sepanjang rutenya. Selain itu kita juga harus menyiapkan kondisi fisik yang prima agar lancar saat mengikuti hash.