Rabu, 19 Februari 2020

JNTO Hadirkan 4 Destinasi Anti Mainstream di Japan Travel Fair

Japan National Tourism Organization (JNTO) menggelar event tahunan Japan Travel Fair. Tahun ini, ada 4 destinasi wisata anti mainstream yang ditawarkan.

Japan Travel Fair digelar mulai kemarin, Jumat (1/3) sampai Mingggu (3/3) mendatang. Pameran perjalanan ini menghadirkan sejumlah atraksi wisata Jepang dan tentunya aneka promosi menarik ke Negeri Sakura.

Setiap tahunnya, JNTO mempromosikan wilayah yang berbeda. Kali ini, ada 4 wilayah Jepang yang ditampilkan.

"Masing-masing tujuan wisata memiliki karakteristik yang unik. Jika selama ini wisatawan sudah lebih dulu mengenal Tokyo, Kyoto, Osaka, maka pada ajang Japan Travel Fair 2019 ini kami menawarkan dan mempromosikan destinasi lain yang tak kalah menarik," ujar Izumi Amano, Executive Director JNTO Jakarta Office saat Upacara Pembukaan Japan Travel Fair di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Empat wilayah tersebut pun bukan termasuk 'golden route' yang umumnya jadi tujuan orang Indonesia. Namun, potensinya cukup besar untuk mendatangkan wisatawan.

"Kenapa 4 wilayah ini, salah satunya adalah orang Indonesia jadi turis yang sering datang ke Jepang. Biasanya hanya Tokyo, Kyoto dan Osaka. Tapi 4 wilayah ini kami rasa cocok untuk orang Indonesia dan bisa jadi alternatif berwisata," katanya.

Destinasi tersebut yakni daerah Chugoku (Prefektur Hiroshima, Okayama, Shimane, Tottori dan Yamaguchi), daerah Chubu (Prefektur Aichi, Fukui, Gifu, Ishikawa, Mie, Nagano, Shizuoka, Toyama, Niigata dan Yamanashi), Hokkaido dan daerah Kyushu (Prefektur Fukuoka).

"Wilayah ini masing-masing punya keunikan, misalnya Hiroshima punya nilai sejarah yang tinggi. Di sana juga ada Miyajima Torii yang unik. Ditambah, Garuda Indonesia rencananya akan buka rute ke Chubu, di sana bisa lihat sakura yang biasanya tumbuh April, nah di Chubu sudah ada bulan November," ujarnya.

Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim juga jadi konsentrasi Jepang untuk menggaet wisatawan. Hal ini pun didukung dengan sejumlah fasilitas penunjang yang mempermudah wisatawan Muslim.

"Di wilayah-wilayah tersebut sudah cukup ramah turis Muslim. Di Hokkaido, Sapporo misalnya sudah sangat terbuka kepada wisatawan Muslim. Dari bandara pun juga sudah Muslim Friendly," tambahnya. 

Mega Travel Fair Tebar Promo Jasa Fotografer Liburan

Selain tiket pesawat, Mega Travel Fair (MTF) Semarang punya promo spesial lainnya. Ada diskon jasa fotografer untuk mengabadikan momen liburan traveler.

Mega Travel Fair (MTF) Semarang selain menawarkan wisata dengan paket murah juga ada promo menarik lainnya. Salah satunya jasa fotografer profesional untuk mengabadikan momen liburan di negara manapun yang dituju.

Direktur and Sales Distribution Bank Mega, Diza Larentie mengatakan wisata sudah menjadi gaya hidup dan salah satu yang mempengaruhi adalah media sosial di mana para wisatawan mengunggah foto wisata mereka.

"Sekarang yang sedang eksis kan ingin difoto saat wisata. Tidak boleh tidak muncul di socmed," kata Diza di MTF Semarang di Mal Paragon Semarang lantai 2 kepada detikTravel.

Jasa fotografi yang digandeng adalah Sweet Escape. Nantinya penyedia jasa akan menyiapkan agen fotografer lokal di lokasi wisata yang dituju, sehingga tidak perlu membawa fotografer sendiri.

"Misal kita ke Bali, nanti dichanelkan ke fotografer setempat. Ke Jepang, Korea, dan lainnya juga bisa," ujarnya.

Diza menjelaskan, pada event MTF, wisatawan akan mendapatkan harga lebih terjangkau untuk jasa Sweet Escape dibandingkan jika memesan sendiri melalui website.

"Kalau pesan sendiri kan harga reguler, kalau lewat acara kami ada harga spesial. Harganya tergantung lokasi, ada yang USD 300, USD 400, bisa 2 jam," pungkasnya.

MTF Semarang juga menawarkan berbagai promo untuk pemegang kartu kredit Bank Mega. Antara lain tiket pulang pergi dari Kota Semarang dengan tujuan Singapura mulai Rp 1,6 juta, tiket murah ke Jepang mulai Rp 4,35 juta, Korea mulai Rp 5,35 juta, dan Amerika Serikat mulai Rp 11,3 juta.

Bagi pemegang kartu kredit Bank Mega memang ada kelebihan di MTF, antara lain promo tiket pesawat bintang 5, potongan harga tiket pesawat sampai Rp 4 juta dan voucher diskon tur Rp 1 juta, paket tur diskon hingga 20% ditambah 10%. Kemudian ada diskon cruise 50%+10%+10%, cicilan 0% hingga 12 bulan.

Bagi traveler yang belum memiliki kartu kredit Bank Mega bisa mengurus di MTF secara cepat. Jika persyaratan sudah lengkap, maka mulai dari mendaftar hingga kartu jadi hanya butuh waktu 2 jam.

NAM Air Buka Rute Penerbangan Baru Denpasar-Alor

Sriwijaya Tiket Indonesia bekerja sama dengan NAM Air membuka rute penerbangan baru Denpasar-Alor. Rute ini dijadwalkan terbang setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Direktur Utama Sriwijaya Tiket Indonesia, M Irwansyah, mengatakan potensi wisata Alor di NTT sangat menjanjikan bagi industri pariwisata saat ini. Pantai-pantai di Alor sangat indah dengan air laut yang masih jernih. Banyak spot memancing, snorkeling, diving, hingga hiking yang menakjubkan.

"Semoga dengan adanya penerbangan NAM Air Denpasar-Alor akan mendekatkan jarak antar pulau yang selama ini belum dibuka rute penerbangannya," kata pria yang akrab disapa Wawan ini dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/3/2019).

Sementara GM Sriwijaya Air wilayah Bali-Nusa Tenggara, Sri Budianto, menyebut pemilihan rute baru ini merupakan bukti atas komitmen Sriwijaya Air untuk menjangkau semua wilayah. Sehingga kawasan pelosok sekalipun tak akan sulit diakses.

"Jadi supaya lebih mudah aksesnya dari segi pariwisata maupun dari sisi masyarakat," katanya.

Hanya saja saat ini belum tersedia tempat pengisian avtur di Alor. Sehingga setiap penerbangan ke Alor harus membawa avtur cadangan.

Bupati Alor Amon Djobo mengapresiasi penuh pembukaan rute baru ini. Dia menyebut, Pemda Alor telah bertahun-tahun berjuang agar ada penerbangan langsung Denpasar-Alor, namun baru kali ini terwujud.

"Ini sebenarnya mukjizat bagi orang Alor. Ketika Alor menjadi homebase penerbangan, pertumbuhan ekonomi akan meningkat," kata Amon di Bandara Mali, Alor, NTT.

Amon menyebut, selama ini geliat perekonomian dan pariwisata Alor masih lemah. Padahal Alor memiliki kekayaan dan keindahan alam luar biasa.

Penerbangan perdana rute Denpasar-Alor dilakukan pada Selasa (26/2) pukul 10.50 Wita dari bandara I Gusti Ngurah Rai. Pesawat yang digunakan adalah ATR 72-600 dengan nomor penerbangan IN 2550. Pesawat ini berkapasitas 70 penumpang dan terisi penuh pada penerbangan perdananya.

Banyak pekerja maupun warga Alor yang mengaku diuntungkan dengan adanya rute baru ini. Sebab, biasanya untuk menuju Alor, mereka harus transit di Kupang dan melanjutkan dengan pesawat atau naik kapal.

Dengan ketinggian terbang pesawat 17.000 feet, penumpang dimanjakan pemandangan indah sepanjang penerbangan. Gunung Agung, Gunung Tambora, gugusan pulau-pulau Bali-Nusa Tenggara dan sekitarnya tampak cantik dilihat dari jendela pesawat. Waktu tempuh 2,5 jam jadi terasa begitu singkat.

Begitu mendarat di Bandara Mali, Alor, pesawat ini disambut dengan selebrasi water salute. Selebrasi ini berupa penyiraman air ke badan pesawat menggunakan mobil water canon sehingga air yang disiram membentuk lengkungan yang indah.

Di dunia penerbangan, selebrasi water salute dilakukan untuk menandai pensiunnya seorang pilot senior, pengendalian lalu lintas udara, penerbangan pertama atau terakhir dari sebuah maskapai ke suatu bandara, serta penerbangan pertama dan terakhir dari jenis pesawat.

Penerbangan perdana ini menjadi tontonan warga sekitar. Banyak warga berjejer di luar pagar bandara untuk menyaksikan pesawat mendarat.

Selesai selebrasi, pesawat segera kembali menuju Denpasar dengan mengangkut penumpang penuh. Kebanyakan mereka adalah warga luar Alor yang bekerja di Alor, atau sebaliknya.