Senin, 17 Februari 2020

Damainya Hari Raya Nyepi di Bromo, Muslim Menjaga Hindu

 Ini dia Indonesia yang kita kenal, dimana antar umat beragamanya hidup rukun. Saat Hari Raya Nyepi di Bromo, umat Muslim pun menjaga umat Hindu.

Pemandangan unik terlihat dalam Pelaksanaan Catur Brata Penyepian Tahun Baru Saka 1941, di Perkampungan Suku Tengger, Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pelaksanaan Nyepi dimulai hari ini, Kamis (7/3/2019) hingga besok Jumat Pukul 05.00 WIB. Sejumlah warga muslim hadir di pos penjagaan ring 2, atau pintu masuk utama di Desa Wonokerto, Probolinggo.

Warga muslim desa setempat, turut serta melakukan penjagaan akses masuk perkampungan warga Suku Tengger bersama Jaga Baya atau petugas pengamanan adat, TNI dan Polri. Warga muslim bergantian, memberikan imbauan bagi pengunjung atau traveler yang hendak melintasi perkampungan warga Suku Tengger.

Pengunjung diminta kembali atau berbalik arah, lantaran tengah ada Pelaksanaan Nyepi Umat Hindu. Kepala Desa Wonokerto, Heri Tri Hartono mengatakan, aksi warganya tersebut merupakan simbol toleransi antar umat beragama.

Setiap tahunnya, sinergitas antar umat Muslim dan Hindu selalu dilakukan saat pelaksanaan Nyepi. Begitupun saat ada acara keagamaan umat Islam, warga beragama Hindu akan turut juga memberikan bantuan.

"Saling bantu ini, sudah biasa dilakukan warga Wonokerto, Pak. Dan ini cerminan kebhinekaan bangsa Indonesia," terang Heri, Kamis (7/3/2019).

Sementara selama pelaksanaan Nyepi, penjagaan bersama dilakukan secara bergantian antar warga umat Hindu dan Islam. Itu terus dilakukan, selama 24 jam ke depan. Damai di Bumi, damai Indonesia kita.

Hari Raya Nyepi di Bromo, Turis Dilarang Keluar Hotel

Hari Raya Nyepi juga dirayakan umat Hindu Suku Tengger di Gunung Bromo. Wisatawan diminta tidak keluar hotel.

Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ditutup sejak Kamis pagi pukul 05.00 WIB. Penutupan dilakukan 24 jam, seiring dimulainya Pelaksanaan Catur Brata Penyepian Tahun Baru Saka 1941. Penutupan ini merupakan tahun kedua dilakukan, dimana merupakan permintaan Persatuan Umat Hindu, Suku Tengger.

Selain di Probolinggo, penutupan juga dilakukan di 3 daerah lainnya meliputi, Pasuruan, Malang dan Lumajang. Camat Sukapura, Yulius Christian menyampaikan, penutupan akses jalan berada di Desa Wonokerto, yang merupakan pintu utama.

Di Kecamatan Sukapura, Probolinggo setidaknya ada 5 desa yang melaksanakan Nyepi. Meliputi Desa Wonokerto, Ngadas, Wonotoro, Jetak dan Ngadisari.

"Untuk penjagaan dilakukan seratus 'Jaga Baya' , ditambah bantuan anggota TNI, Polri,"kata Yulius, Kamis (7/3/2019).

Untuk wisatawan yang tengah menginap di hotel, menurut Yulius tidak diperbolehkan beraktivitas di luar hotel hingga 24 jam kedepan. Selain penjagaan, jaga baya bersama TNI dan Polri sesekali keliling desa, guna menjamin Pelaksanaan Nyepi berjalan lancar dan khidmat.

Sementara Ketua Paruman Walaka Hindu Dharma, Suku Tengger Sunomo mengatakan, selama Nyepi warga Umat Hindu melakukan Tapa Brata. Mereka melakukan Amati Geni tidak ada api, Amati Karya tidak boleh bekerja atau beraktivitas. Amati Lelungan tidak boleh bepergian dan Ameti Lelalungan tidak boleh bersuara, serta puasa 24 jam.

"Maksudnya Nyepi ini merupakan bentuk bersatu dengan alam, dan meminta ke sang pencipta melalui Tapa Brata," jelasnya.

Traveler Pecinta Belanja di Taiwan Wajib Mampir ke Sini!

 Ximending bisa dibilang tempat wisata belanja paling hits di Taipei, Taiwan. Belanja baju sampai sepatu, semua ada.

Wisata belanja menjadi pilihan aktivitas menyenangkan di Taipei. Kalau mau belanja puas, cobalah datang ke Ximending, surga belanja yang digemari anak muda di ibu kota Taiwan itu. Ximending bisa dibilang perpaduan kawasan pusat belanjaan dengan pasar malam.

detikTravel berkunjung ke sana dua pekan lalu. Hari sudah gelap, detikTravel ke Ximending sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Saat itu bukanlah akhir pekan, namun Ximending tampak begitu ramai dengan pengunjung yang asyik belanja maupun sekadar jalan santai sambil window shopping. Gerimis yang membasahi jalanan pun tak menyurutkan niat traveler buat belanja di sini.

Kawasan Ximending, termasuk gang-gang kecilnya, tampak dipenuhi jejeran toko barang fashion, toko suvenir, bioskop, kafe, restoran, bar, hingga kios-kios kuliner selayaknya di pasar malam. Hiasan lampu serta hingar bingar musik membuat malam di sini terasa meriah.

Suasananya juga mirip seperti destinasi wisata belanja Harajuku yang populer di Tokyo. Tak mengherankan kalau Ximending sering dijuluki sebagai Harajukunya Taipei.

Dengan areanya yang luas, butuh waktu agak lama kalau mau puas berkeliling ke berbagai sisi Ximending dengan toko-tokonya yang beragam. Kebanyakan yang dijual adalah produk fashion baju, tas hingga sepatu. Butik lokal maupun brand-brand yang terkenal di berbagai negara pun ada, seperti Adidas, Nike dan Uniqlo.

Buat yang mau mencari make up dan skincare pun banyak pilihan, terdapat gerai Innisfree, The Face shop dan sejumlah brand kecantikan lainnya. Sebaiknya memang traveler membuat daftar belanja yang dibutuhkan sebelum datang ke Ximending, supaya bisa lebih terkontrol dan tak ada kebutuhan yang terlewat.

Setelah puas belanja, jangan langsung pulang. Traveler bisa nongkrong bareng teman di kafe maupun makan malam di restoran area Ximending. Jangan lupa pula sempatkan mencicipi langsung bubble tea yang terkenal dari Taiwan. Gerai bubble tea dengan aneka merek tersebar di berbagai sisi Ximending.

Nah, mencapai kawasan Ximending ini tidaklah sulit. Salah satu pilihan transportasi umumnya adalah kereta. Traveler silakan turun di Stasiun Ximen kemudian jalan kaki ke pertokoan Ximending.

Damainya Hari Raya Nyepi di Bromo, Muslim Menjaga Hindu

 Ini dia Indonesia yang kita kenal, dimana antar umat beragamanya hidup rukun. Saat Hari Raya Nyepi di Bromo, umat Muslim pun menjaga umat Hindu.

Pemandangan unik terlihat dalam Pelaksanaan Catur Brata Penyepian Tahun Baru Saka 1941, di Perkampungan Suku Tengger, Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pelaksanaan Nyepi dimulai hari ini, Kamis (7/3/2019) hingga besok Jumat Pukul 05.00 WIB. Sejumlah warga muslim hadir di pos penjagaan ring 2, atau pintu masuk utama di Desa Wonokerto, Probolinggo.

Warga muslim desa setempat, turut serta melakukan penjagaan akses masuk perkampungan warga Suku Tengger bersama Jaga Baya atau petugas pengamanan adat, TNI dan Polri. Warga muslim bergantian, memberikan imbauan bagi pengunjung atau traveler yang hendak melintasi perkampungan warga Suku Tengger.

Pengunjung diminta kembali atau berbalik arah, lantaran tengah ada Pelaksanaan Nyepi Umat Hindu. Kepala Desa Wonokerto, Heri Tri Hartono mengatakan, aksi warganya tersebut merupakan simbol toleransi antar umat beragama.

Setiap tahunnya, sinergitas antar umat Muslim dan Hindu selalu dilakukan saat pelaksanaan Nyepi. Begitupun saat ada acara keagamaan umat Islam, warga beragama Hindu akan turut juga memberikan bantuan.

"Saling bantu ini, sudah biasa dilakukan warga Wonokerto, Pak. Dan ini cerminan kebhinekaan bangsa Indonesia," terang Heri, Kamis (7/3/2019).

Sementara selama pelaksanaan Nyepi, penjagaan bersama dilakukan secara bergantian antar warga umat Hindu dan Islam. Itu terus dilakukan, selama 24 jam ke depan. Damai di Bumi, damai Indonesia kita.