Jumat, 14 Februari 2020

Jerinx 'SID' Gerah dengan Kelakuan Turis di Bali

Lewat Instagram, Jerinx 'SID' mengungkapkan soal kelakuan turis-turis yang suka bikin ulah di Bali. Dia terlihat gerah, minta pemerintah Bali segera bertindak.

Dilihat detikcom dari laman Instagram pribadinya, @jrxsid pada Senin (18/3/2019) Jerinx me-report foto dari akun Instagram @tele.bali. Dia mengungkapkan, banyak turis yang berkelakuan buruk di kawasan Kuta.

Bahkan, Jerinx ingin ada sistem filterisasi turis yang masuk Bali. Dia meyakini, hal itu akan didukung oleh masyarakat Pulau Dewata.

"Ayo lekas susun sistem filterisasi turis yg masuk Bali. Mayoritas warga Bali pasti support 100%," tegasnya.

Memang tidak dipungkiri, beberapa kali ada peristiwa turis yang bikin ulah di Bali. Misalnya saja, seorang turis Denmark yang duduk di bagian suci Linggih Padmasana di Pura Puhur Luhur Batukaru. Turis tersebut terlihat berjongkok di atas takhta, yang seharusnya dibiarkan kosong untuk Dewa Hindu Bali.

Ada juga seorang vlogger Spanyol juga mendapat kecaman setelah dia memposting video dirinya mendaki sebuah pura. Volgger tersebut terpaksa mengeluarkan permintaan maaf. Dan pada tahun 2016, seorang wanita muda mengenakan bikini memicu kemarahan di Bali ketika dia difoto dalam pose yoga di depan sebuah pura.

Pemerintah Bali sendiri kabarnya juga akan melakukan sosialisasi terkait tata krama turis saat liburan ke Bali seperti ke kawasan pura. Lebih dari itu, Bali juga akan mencanangkan biaya retribusi USD 10 (sekitar Rp 140 ribu) pada turis untuk pembangunan dan sektor pariwisata. 

Ada Festival Kopi Asli Bumi Sriwijaya di Tepi Sungai Musi Nih!

 Palembang di Sumsel selama memang dikenal dengan kuliner khas pempek. Tapi siapa sangka, kota terbesar kedua di Sumatera ini juga punya kopi khas!

Untuk dapat menikmati kopi khas Bumi Sriwijaya, para pecinta kopi bisa datang langsung ke festival 'Musi Coffe Culture' tanggal 5-7 April 2019 di Jacobson van Den Berg, Palembang.

"Nanti ada lima daerah penghasil kopi di Sumatra Selatan yang bakal hadir pada fesitval kopi di tepian Sungai Musi. Kami akan kenalkan kopi yang tak kalah sama daerah lain, namanya kopi robusta," ujar Ketua Panitia Iyan Muhzan saat ditemui detikcom, Senin (18/3/2019).

Adapun kelima penghasil kopi di Sumsel yakni Lahat, Kota Pagaralam, Muarenim, Empat Lawan dan OKU Selatan. Seluruh kabupaten ini merupakan penghasil kopi robusta yang selama ini diekspor ke luar negeri.

"Lima daerah ini memang penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Kami akan memperkenalkan ini kepada para pecinta kopi dan memberi edukasi kepada petani agar mendapatkan kopi berkualitas pada saat panen," katanya.

"Selain mengenal jenis-jenis kopi, selama festival panitia menyediakan 1000 gelas setiap hari dari 15 kedai kopi terbaik asal Sumsel. Termasuk barista juga nanti ada di acara festival," kata Iyan.

Meskipun Sumsel memiliki lebih dari 250 ribu hektare kebun kopi dengan produksi sekitar 148 ribu ton biji kering. Tapi Iyan menyebut kopi dari kelima daerah belum dikenal masyarakat. Salah satunya yaitu karena panen yang belum sesuai aturan.

"Kopi robusta di Sumsel ini lebih baik jika dibandingkan Lampung, tapi kenapa kopi dari Lampung lebih dikenal? Karena para petani masih mengejar kuantitas, belum pada kualitas dan ini yang nanti akan kita jelaskan ke petani," kata Iyan.

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Amin Dalam Debat

Cawapres Ma'ruf Amin berwacana untuk membangun gedung ala Sydney Opera House jika terpilih. Sebelumnya, kenali dulu aneka fakta dari Sydney Opera House.

Dalam acara debat Cawapres yang berlangsung pada hari Minggu malam kemarin (17/3), Cawapres kubu nomor 1, Ma'ruf Amin menyatakan keinginnannya untuk mempopulerkan kebudayaan Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam upaya mempopulerkan kebudayaan Indonesia, Ma'ruf menekankan pentingnya wadah atau infrastruktur pendukung. Contohnya seperti Australia yang memiliki Sydney Opera House.

Di kalangan traveler, nama Sydney Opera House memang sudah sangat populer. Tak sedikit turis yang datang ke Sydney untuk melihat bangunan tempat pameran budaya sekaligus landmark kenamaan Negeri Kanguru tersebut.

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Dalam DebatDiresmikan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1973 (dok. CNN)
Oleh sebab itu, tak ada salahnya kita mengenal Sydney Opera House lebih dulu. Dilihat detikcom dari situs resmimya, Senin (18/3/2019), Sydney Opera House memang merupakan landmark sekaligus bangunan budaya.

Diresmikan pada 20 Oktober 1973 oleh Ratu Elizabeth II, Sydney Opera House dibangun setelah menunggu selama 14 tahun. Padahal, desainnya telah ada sejak tahun 1956.

Memiliki luas sekitar 1,62 hektar, disebut kalau 7 pesawat A380s dapat dijajar di sana berdampingan. Berada di Bennelong Point atau tepi Pelabuhan Sydney, Sydney Opera House dilengkapi dengan panorama indah.

Walau lebih dikenal sebagai landmark dan objek wisata, nyatanya Sydney Opera House dibangun sebagai tempat pertunjukan budaya Australia. Diketahui, venue ini telah menjadi tuan rumah untuk sekitar 1.500 event setiap tahunnya.

Dikenal akan bentuknya yang mirip seperti kerang atau siput, ada sejumlah fasilitas dan ruang publik di dalam Sydney Opera House. Mulai dari Concert Hall, Theater, studio, ruang rekaman dan lainnya ada di dalamnya.

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Dalam DebatBentuknya menyerupai kerang (shell) atau siput (Getty Images)
Berfungsi sebagai pusat seni dan kebudayaan, Sydney Opera House juga dilengkapi dengan cafe, restauran, bar hingga outlet belanja. Traveler yang ingin lebih mengenal Sydney Opera House juga dapat mengikuti tur yang tersedia di sana hingga melihat backstagenya.

Fakta menarik lainnya, Sydney Opera House juga telah masuk Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2007 lalu. Keren!

Di dalam negeri, Indonesia telah memiliki beberapa bangunan dan pusat budaya seperti Sydney Opera House. Contohnya seperti Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta dan Aula Simfonia di Kemayoran.

Jerinx 'SID' Gerah dengan Kelakuan Turis di Bali

Lewat Instagram, Jerinx 'SID' mengungkapkan soal kelakuan turis-turis yang suka bikin ulah di Bali. Dia terlihat gerah, minta pemerintah Bali segera bertindak.

Dilihat detikcom dari laman Instagram pribadinya, @jrxsid pada Senin (18/3/2019) Jerinx me-report foto dari akun Instagram @tele.bali. Dia mengungkapkan, banyak turis yang berkelakuan buruk di kawasan Kuta.

Bahkan, Jerinx ingin ada sistem filterisasi turis yang masuk Bali. Dia meyakini, hal itu akan didukung oleh masyarakat Pulau Dewata.

"Ayo lekas susun sistem filterisasi turis yg masuk Bali. Mayoritas warga Bali pasti support 100%," tegasnya.

Memang tidak dipungkiri, beberapa kali ada peristiwa turis yang bikin ulah di Bali. Misalnya saja, seorang turis Denmark yang duduk di bagian suci Linggih Padmasana di Pura Puhur Luhur Batukaru. Turis tersebut terlihat berjongkok di atas takhta, yang seharusnya dibiarkan kosong untuk Dewa Hindu Bali.

Ada juga seorang vlogger Spanyol juga mendapat kecaman setelah dia memposting video dirinya mendaki sebuah pura. Volgger tersebut terpaksa mengeluarkan permintaan maaf. Dan pada tahun 2016, seorang wanita muda mengenakan bikini memicu kemarahan di Bali ketika dia difoto dalam pose yoga di depan sebuah pura.