Minggu, 09 Februari 2020

Yeay! Pemenang Vitamin Sea Siap Jelajahi Lombok

Hari ini pemenang VitaminSea akan menjelajahi Lombok. Selain berkunjung ke Pantai Pink, nantinya pemenang juga menjelajahi destinasi cantik lainnya di Lombok.

detikcom bersama tiketcom bekerjasama membawa pemenang lomba Vitamin Sea berlibur ke pantai impiannya. Dan pada kesempatan kali ini, ada dua pemenang yang beruntung yang diberangkatkan berlibur ke Lombok dan menikmati pantai cantik di sana.

Pemenang Vitamin Sea akan menjelajahi Lombok mulai hari ini, Selasa (2/4/2019) sampai hari Kamis (4/4). Tidak hanya berkunjung ke pantai impian, Pantai Pink saja lho.

Nantinya, selama 3 hari ke depan para pemenang Vitamin Sea juga akan berkunjung ke Desa Ende, Pantai Kuta Mandalika, Desa Wisata Bonjeruk, kulineran di tempat-tempat keren, belanja di Mataram & Ampenan, dan masih banyak lagi.

Adapun dua pemenang yang beruntung ikut Vitamin Sea yaitu Yayang Delfitia dan Teguh Bagus Surya. Mereka sangat senang bisa liburan ke Lombok.

"Aku senang banget bisa terpilih ke Lombok. Dari ribuan yang ikut, aku nggak nyangka aja bisa terpilih. Sempat nggak percaya gitu, tapi Allhamdulilah," ungkap Yayan.

Begitu juga dengan Teguh. Dia sangat senang bisa ke Lombok karena itu destinasi yang diimpikan.

"Senang dong bisa diajak jalan. Saya belum pernah ke Lombok dan sangat ingin ke Lombok," ujar Teguh.

Pasti pada penasaran kan keseruan pemenang nanti seperti apa? Pantau selalu kegiatan Vitamin Sea di detikTravel ya.

Rabu Libur, Ini Tanggal Merah Selama Tahun 2019

Buat kamu yang gak tahu 3 April 2019 libur apa, jawabnya adalah peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Biar ingat, ini tanggal merah di tahun 2019.

Soal liburan ideal, adalah yang dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Untuk itu, kamu harus lebih tahu perihal jadwal tanggal merah selama 2019. Tujuannya tentu saja untuk memilih waktu liburan.

Faktanya, jumlah hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019 adalah sebanyak 20 hari. Rinciannya adalah hari libur nasional 16 hari dan cuti bersama 4 hari untuk Idul Fitri 1440 Hijriah dan Natal.

Biar kamu lebih ingat, berikut adalah jadwal hari libur nasional dan cuti bersama 2019 seperti dihimpun detikcom, Selasa (2/4/2019):

1 Januari (Selasa): Tahun Baru 2019 Masehi
5 Februari (Selasa): Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili
7 Maret (Kamis): Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941
3 April (Rabu): Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
19 April (Jumat): Wafat Isa Al Masih
1 Mei (Rabu): Hari Buruh Internasional
19 Mei (Minggu): Hari Raya Waisak 2563
30 Mei (Kamis): Kenaikan Isa Almasih
1 Juni (Sabtu): Hari Lahir Pancasila
3-4 Juni (Senin-Selasa): Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
5-6 Juni (Rabu-Kamis): Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
7 Juni (Jumat): Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
11 Agustus (Minggu): Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah
17 Agustus (Sabtu): Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
1 September (Minggu): Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah
9 November (Sabtu): Maulid Nabi Muhammad SAW
24 Desember (Selasa): Cuti bersama Hari Raya Natal
25 Desember (Rabu): Hari Raya Natal

Jadi sudah tahu kapan liburan dan mau ke mana tahun ini?

Sabtu, 08 Februari 2020

22 Kilogram Sampah Plastik Ditemukan di Bangkai Paus Ini

Sedih, sungguh sedih. Seekor bangkai paus sperma terdampar di pesisir Pulau Sadinia, Italia. Ditemukan, sampah plastik di perutnya seberat 22 kilogram.

Dilansir dari CNN, Selasa (2/4/2019) Sardinia merupakan pulau di Italia yang sudah jadi destinasi wisata favorit turis. Baru-baru ini, di pesisir pantai Porto Cervo di sana ditemukan bangkai paus sperma yang terdampar.

Yang bikin mengagetkan, paus sperma tersebut sedang hamil dan juga nyatanya ditemukan sampah plastik seberat 22 kg di perutnya. Sedih!

Luca Bittau, ketua dari organisasi pecinta lingkungan SeaMe dari Italia menyebut ada banyak jenis sampah plastik di dalam bangkai paus sperma sepanjang 8 meter tersebut. Bikin miris.

"Ada sampah plastik, kantung cairan mesin cuci sampai jaring pancing dan tabung. Paus itu sedang hamil dan dipastikan dia sudah lama mati sebelum terdampar di sini," katanya kepada CNN.

Menteri Lingkungan Hidup Italia, Sergio Costa angkat suara. Dia menilai, sampah plastik di lautan adalah musuh yang harus diperangi!

"Apakah masih ada orang yang bilang kalau masalah ini tidak penting?" katanya.

Costa juga merujuk pada persetujuan Parlemen Eropa baru-baru ini tentang undang-undang yang melarang berbagai macam barang plastik sekali pakai seperti sedotan, cotton buds, dan peralatan makan, pada tahun 2021. Dia menegaskan, Italia akan menjadi negara pertama yang mengimplementasikannya.

"Perang melawan plastik sudah dimulai dan kita tidak akan berhenti," tegasnya.

Sabang Tetap Ramah Wisatawan Meski Jalankan Syariat Islam

Wisatawan yang ingin melancong ke Sabang kadang ragu-ragu dengan aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Tapi tenang, dijamin tetap ramah wisatawan.

Melancong ke Sabang dapat ditempuh dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Wisatawan boleh memilih untuk menyeberang dengan kapal cepat atau pun lambat.

Untuk ke sabang, satu-satunya jalur akses adalah via laut. Sementara waktu, penerbangan yang biasa melayani rute Bandara Maimun Saleh Sabang ke Bandara Kuala Namu Sumatera Utara atau sebaliknya sudah dihentikan pihak maskapai.

Begitu tiba di Pelabuhan Balohan Sabang, wisatawan dapat merental motor atau mobil dengan mudah. Di sana, sebagian penduduk Sabang menunggu pelancong turun dari kapal dan menawari kendaraan.

Dari pelabuhan, wisatawan tinggal memilih destinasi yang ingin dikunjungi. Tentunya, kawasan kilometer nol menjadi salah satu lokasi yang wajib dimasukkan ke dalam agenda.

Selama berada di Sabang kamu dapat mencoba sensasi snorkling ataupun diving. Beberapa destinasi di ujung barat Indonesia ini memang sudah dikenal hingga mancanegara.

Meski daerah Sabang menerapkan Syariat Islam, traveler tetap dibuat nyaman untuk berwisata. Masyarakat di sana juga ramah-ramah dan sudah siap dengan kehadiran wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Faisal, mengatakan, pihaknya tidak kesulitan mempromosikan pariwisata Sabang ke turis asing. Soalnya, jika diberi penjelasan dengan benar, para wisatawan mancanegara tidak pernah mempermasalahkannya.

"Karena peraturan syariat kan berlaku bagi kita (warga Aceh) dan bagi wisatawan yang muslim. Kalau bagi mereka nonmuslim tinggal menyesuaikan dengan daerah syariat seperti di Malaysia, Timur Tengah tetap ramai kunjungannya. Itu karena kita menyampaikan secara benar," kata Faisal, Selasa (2/4/2019).