Jumat, 07 Februari 2020

Situ Gunung, Danau & Jembatan Gantung yang Eksis di Medsos

Akhir pekan di Sukabumi, asyiknya ke Situ Gunung. Traveler bisa menikmati keindahan danau hingga menyeberangi jembatan gantung di tengah hutan.

Penjelajahan weekend kali ini adalah berkunjung ke kawasan wisata Situ Gunung yang berada di daerah Kadudampit, Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tentu sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para siswa dan mahasiswa.

Situ Gunung menjadi salah satu tujuan wisata untuk berkemah dan kegiatan outdoor lainnya ketika liburan tiba. Kawasan Situ Gunung berada di bawah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk bisa mencapai lokasi Situ Gunung, tentu saja bisa menggunakan berbagai moda transportasi, baik pribadi maupun umum dengan roda dua atau roda empat.

Dari jalan raya Cisaat bisa turun di perempatan Pos Polisi yang menuju Kadudampit. Kalau pagi sekali kendaraan umum yang bisa dipakai adalah hanya dengan ojek pangkalan ataupun ojek online. Namun ketika siang kendaraan umum yang bisa dipakai selain ojek pangkalan dan online bisa juga menggunakan angkot.

Tentu saja akan lebih nyaman menggunakan transportasi pribadi, namun akan lebih menantang dan menjadi sensasi sendiri jika dengan menggunakan transportasi umum di mana kita bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru dan masyarakat sekitar.

Jalan menuju kawasan Situ Gunung tentu saja semakin ke atas semakin menanjak dan udaranya semakin sejuk dan berkabut apabila kunjungan dilakukan pada pagi hari. Dari perempatan jalan raya Cisaat untuk sampai pada pintu masuk kawasan diperlukan waktu tempuh sekitar 30-45 menit.

Tiket masuk kawasan wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah sebagai berikut:
1. Tarif masuk mobil: Rp 10.000 dan motor Rp 5.000 (di luar parkir)
2. Tarif masuk pengunjung: Rp 18.500 per orang
3. Tarif berkemah: Rp 29.000 per orang untuk 2 hari 1 malam

Tarif tersebut di atas berlaku untuk akhir pekan dan hari libur, tentu saja tarif hari biasa lebih murah, untuk rombongan pelajar dan mahasiswa juga pengunjung asing dikenakan tarif tersendiri.

Tarif pengunjung yang tersebut di atas hanya berlaku untuk wahana air terjun dan danau, dan untuk wahana jembatan gantung dikenakan tarif tersendiri. Taman wisata Situ Gunung menawarkan berbagai fasilitas rekreasi seperti bumi perkemahan/camping ground, danau, air terjun, jembatan gantung dan ada juga villa yang disewakan.

Kawasan Situ Gunung tentu saja dikelilingi hutan tropis dan pinus yang menghijau, yang akan membuat siapapun yang melihatnya merasakan udara yang sejuk, segar dan menenangkan.

Akhir-akhir ini kawasan wisata Situ Gunung menjadi lebih terkenal karena dibukanya Jembatan Gantung atau Supension Bridge, yang telah dibuka sejak tahun 2018. Beberapa kali Gubernur Jawa Barat sempat mengunjunginya.

Menurut informasi Jembatan Gantung Situ Gunung ini merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia bahkan di Asia yang mencapai sekitar 240 meter dengan lebar 2 meter dan ketinggian sekitar 120-150 meter di atas lembah.

Pembangunan dan pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta dengan tarif masuk Rp 50.000 per orang, sudah termasuk alat pengaman ketika melintas juga welcome drink dan camilan sederhana ala Sunda, teh, kopi, pisang dan dan singkong rebus.

Letak jembatan gantung ini sekitar 500 meter dari pintu masuk utama. Jembatan gantung Situ Gunung terbuat dari sling baja yang sangat kuat dengan kayu ulin yang terkenal kekuatannya disertai sabuk pengaman untuk setiap pengunjung yang melintasnya.

1.500 Pelari Ikuti Malioboro KulineRUN 2019

 Malioboro KulineRUN digelar hari ini di Yogyakarta. Sebanyak 1.500 pelari ikut serta dalam ajang ini.

PT Hotel Indonesia Natour (HIN Persero) kembali menggelar Malioboro KulineRUN Minggu pagi ini. Acara ini adalah yang kedua kali diadakan di Yogyakarta, setelah pelaksanaan yang pertama tahun 2017 silam.

Direktur Utama PT HIN, Iswandi Said, menjelaskan Malioboro KulineRUN sengaja digelar untuk mendukung kepariwisataan di Yogyakarta. Event ini merupakan seri lanjutan di berbagai kota pilihan sejak tahun 2017.

"Event Malioboro KulineRUN 2019 merupakan bagian dari komitmen HIN dalam mendukung pengembangan industri kepariwisataan nasional dan Yogyakarta," jelas Iswandi di Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

Malioboro KulineRUN diikuti sekitar 1.500 pelari profesional dan warga. Ada tiga kategori yang dilombakan di event ini, yakni jarak 2.5 km, 5 km dan 10 km. Titik start dimulai di pelataran Hotel Grand Inna Malioboro pukul 06.30 WIB.

Selain Iswandi, turut hadir di acara ini Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Ahmad Dofiri dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Iswandi mengatakan, Malioboro KulineRUN 2019 merupakan event yang mengombinasikan olahraga dan pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal dalam bentuk sajian kuliner khas Yogyakarta.

"(Pelari) melalui (rute) jalan-jalan utama ibu kota (city run) sambil menikmati pemandangan bangunan peninggalan sejarah (heritage) yang diakhiri dengan berbagai hiburan dan sajian kuliner khas DIY," tuturnya.

Setelah seluruh peserta mencapai garis finis juga di pelataran Hotel Grand Inna Malioboro, mereka langsung mendapatkan medali. Tak hanya itu, mereka juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Yogyakarta di booth yang tersedia.

Setidaknya ada 20 UKM yang mengisi booth kuliner. Seperti Sate Kere, Sate Klatak, Soto Kadipiro, Brongkos, Mie Lethek, Gudeg, Pecel, Mangut lele, Tengkleng Kambing, Enthok Slenget, Gathot, Tiwul, Lopis, Cenil, dan lainnya.

Berikut rute Malioboro KulineRUN 2019:

Rute 2,5 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol - Jl.Senopati - Jl. Dr. Mayor Suryotomo - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro

Rute 5 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol - Jl. Senopati - Jl. Sultan Agung - Suryopranoto - Puro Pakualaman - Jl. Masjid Pakualaman - Jl. Gajah Mada - Jl. Juminahan - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro

Rute 10 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol- Jl. KH. Ahmad Dahlan - Jl. Wahid Hasyim - Pojok Beteng Barat ke kiri - Jl. MT Haryono - Jl. Suryo Pranoto - Puro Pakualaman - Jl. Masjid Pakualaman - Jl. Gajah Mada - Jl. Juminahan - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro

Situ Gunung, Danau & Jembatan Gantung yang Eksis di Medsos

Akhir pekan di Sukabumi, asyiknya ke Situ Gunung. Traveler bisa menikmati keindahan danau hingga menyeberangi jembatan gantung di tengah hutan.

Penjelajahan weekend kali ini adalah berkunjung ke kawasan wisata Situ Gunung yang berada di daerah Kadudampit, Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tentu sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para siswa dan mahasiswa.

Situ Gunung menjadi salah satu tujuan wisata untuk berkemah dan kegiatan outdoor lainnya ketika liburan tiba. Kawasan Situ Gunung berada di bawah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk bisa mencapai lokasi Situ Gunung, tentu saja bisa menggunakan berbagai moda transportasi, baik pribadi maupun umum dengan roda dua atau roda empat.

Dari jalan raya Cisaat bisa turun di perempatan Pos Polisi yang menuju Kadudampit. Kalau pagi sekali kendaraan umum yang bisa dipakai adalah hanya dengan ojek pangkalan ataupun ojek online. Namun ketika siang kendaraan umum yang bisa dipakai selain ojek pangkalan dan online bisa juga menggunakan angkot.

Tentu saja akan lebih nyaman menggunakan transportasi pribadi, namun akan lebih menantang dan menjadi sensasi sendiri jika dengan menggunakan transportasi umum di mana kita bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru dan masyarakat sekitar.

Jalan menuju kawasan Situ Gunung tentu saja semakin ke atas semakin menanjak dan udaranya semakin sejuk dan berkabut apabila kunjungan dilakukan pada pagi hari. Dari perempatan jalan raya Cisaat untuk sampai pada pintu masuk kawasan diperlukan waktu tempuh sekitar 30-45 menit.